June 10, 2008

Skenario di Balik ‘Penobatan’ Munarman Sebagai Pahlawan Oleh Pemerintah RI

Luar biasa !!! seolah Hitler dengan mottonya “kebohongan yang diulang ribuan kali akan menjadi kebenaran” hidup kembali di bumi pertiwi. Hebatnya lagi, pemerintah mendukung secara terang-terangan. ‘Penobatan’ Munarman sebagai pahlawan oleh menteri agama beserta dua menteri lainnya sungguh telah mengkhianati bumi pertiwi melalui pengeluaran SKB Ahmadiyah.

Drama kekalahan negara oleh sekelompok kecil orang-orang radikal seolah tidak mau kalah menyaingi pentas sinetron Indonesia. Momen yang kemudian dimanfaatkan oleh Munarman secara licin sehingga terbentuk image bahwa dikarenakan perjuangannyalah SKB bisa dikeluarkan. Dari kejadian pengeluaran SKB Ahmadiyah, secara tidak langsung aksi kekerasan mendapat legitimasi melalui SKB ini. Opini masyarakat dibentuk dengan sukses bahwa kekerasan yang terjadi di Monas adalah karena ahmadiyah dan sudah sepantasnya pemerintah segera mengeluarkan SKB. Ini akan menjadi preseden buruk bagi negara. Suatu saat, dikala FPI dan antek-anteknya kembali ingin mendesakkan satu kebijakan dan tidak diikuti oleh pemerintah, maka siap-siap darah anak bangsa akan kembali tumpah ruah tanpa pandang bulu pria, wanita, anak kecil, orang tua, islam kristen, hindu, budha, konghucu, jawa, bali, sunda,sulawesi, papua. Toh terbukti strategi ini sangat berhasil dan begitu mudah membentuk opini masyrarakat atas dasar militansi keberagamaan yang sebenarnya sedang dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Sekarang Ahmadiyah yang menjadi alasan. Besok-besok bisa saja kelompok radikal ini memaksa pemerintah untuk mengganti dasar negara Pancasila. Bukan hal yang tidak mungkin karena wacana ini sudah mulai ramai di kalangan grass root. Jika tidak dipenuhi, mereka akan kembali melakukan aksi penumpahan darah dan kemudian membangun berbagai alasan bahwa kekerasan itu halal dilakukan dengan berbagai alasan dengan memutarbalikkan fakta dan logika masyarakat dibumbui dengan ayat-ayat qur’an sehingga masyarakat justru akan menyalahkan korban seperti yang terjadi saat ini. Persis seperti strategi Hitler di zaman NAZI dahulu dan juga seperti yang terjadi di Arab ketika perempuan diperkosa maka yang disalahkan dan dihukum korban perkosaannya, ANEH BIN AJAIB. Dan lebih mungkin lagi bahkan mereka bisa memaksa pembubaran NKRI dengan dalih pembentukan negara islam dan penegakan syariah. Apabila ini terjadi, akan terlihat sudah siapa yang akan bertepuk tangan. Mereka yang sudah mengkapling masing-masing pulau Indonesia yang kaya raya alamnya jika NKRI bubar dan yang tertinggal adalah negara-negara kepulauan. Ketahuan pula siapa yang akan bertambah kekayaannya dan siapa pula yang akan semakin melarat dengan bubarnya NKRI.

Yang pasti, skenario dibalik keberanian FPI menyerang di siang bolong di pusat negara terkuak sudah. Satu roman picisan yang yang telah mengkhianati hati nurani anak bangsa. Bagaimana seorang munarman bisa mendapat inspirasi yang begitu hebat melalui aksi penyembunyian dirinya dan penyebaran videonya jika tidak direncanakan sebelumnya ? Seolah-olah Munarman sudah tahu bahwa SKB pasti akan keluar. Dan bagaimana pula negara yang berisi lebih dari 200 juta orang kalah oleh satu orang ? Mungkin munarman dan pemerintah atau pihak di balik layar bisa bertepuk tangan saat ini. Tapi jangan lupa, tangan dan kakimu akan bersaksi atas apa yang telah kalian lakukan. Hukum sebab akibat akan tetap berlaku, dan barang siapa yang melihat kezaliman dan mengetahui kebenaran tetap diam maka tunggulah saatnya kalian akan melihat bagaimana kebenaran akan mengungkapkan dirinya sendiri. Saat yang akan disesali oleh mereka yang selama ini berdiam diri dibalik kenyamannya. Sekarang mungkin Anda belum kena dampaknya tapi suatu saat mungkin Anda atau keluarga Anda yang menjadi korban kekerasan kelompok radikal ini. Buat FPI dan kroninya, tidak pernah ada dalam sejarah kekerasan akan bertahan lama apalagi di era teknologi saat ini. Bagi mereka yang ingin membubarkan NKRI, Pancasila akan kembali menunjukkan kesaktiannya. Tidak akan kami biarkan tanah ini kembali dijajah oleh orang-orang yang hanya ingin mencari keuntungan bagi beberapa keluarga saja dan membiarkan ratusan juta penduduk Indonesia menderita. Suatu saat bahkan anggota FPI dan antek-anteknya yang sesungguhnya tidak mengerti bahwa mereka hanya digunakan oleh tangan-tangan tertentu akan menyadarinya. Dan, bagi seluruh saudaraku yang berjuang dalam Kasih, saatnya kita meningkatkan rasa cinta di dalam hati kita. Mari kita lupakan barrier pribadi diantara kita. Lupakan segala konflik yang ada dalam diri kita. Saatnya kita memperkuat mandala kita dengan cinta kasih karena saya percaya bahwa Cinta adalah Solusi bukan hanya sekedar jargon tapi benar-benar senjata yang paling ampuh.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone