July 10, 2008

Kesempurnaan Wanita dan Kekurang-sempurnaan Pria

Seorang bayi yang baru lahir diletakkan di dada seorang ibu dan dibiarkan mencari sendiri puting ibunya. Demikian saran pakar psikologi dari Barat agar Sang Bayi dengan nalurinya berjuang untuk mendapatkan sumber kehidupannya. Selama 9 bulan sebagai janin, bayi tinggal tenteram dalam rahim ibunya dan segalanya telah tercukupi. Bagi anak bayi yang baru lahir, payu dara ibu adalah sumber kehidupannya. Masalah apa pun yang dihadapi, saat Sang Bayi berada di dekat payudara ibunya, dia akan tenang kembali.

Ketika bayi ini menjadi dewasa, dan bila ia seorang perempuan, ia menemukan sumber kehidupan itu ada di dalam dirinya. Ada sumber kehidupan dalam dirinya. Celakanya, bila bayi yang menjadi dewasa ini seorang pria, ia merasakan betul perpisahan dari sumber kehidupan itu. Ia merasa kehilangan sesuatu yang penting sekali. Dan, ia pun mencari sumber itu dalam sosok perempuan yang lain. Tidak heran, bila seorang pria selalu memperhatikan payudara perempuan. Seorang pria yang merasa tidak sempurna, memerlukan sumber kehidupan itu, dan dia kawini seorang perempuan. banyak duda separuh baya yang masih merasa belum sempurna, sehingga biasanya ingin kawin lagi. Tidak demikian dengan seorang janda, dia merasa sudah sempurna, sehingga sanggup hidup sendiri sampai akhir hayatnya.

Dilihat dari chromosom-nya, pria mempunyai kode XY dan masih membutuhkan X ganda untuk kesempurnaanya. Sebetulnya tidak harus seorang wanita, seorang sahabat pria atau Guru dengan kode XY pun cukuplah. Sedangkan wanita dengan chromosom XX sudah merasa sempurna. Sebetulnya kesempurnaan bukanlah suatu benda. Kesempurnaan adalah perasaan, rasa. Bila seseorang merasa sempurna, sempurnalah orang itu. Seorang pria merasa tidak sempurna, hingga suatu ketika ia menemukan sumber kehidupan ke”perempuan”an di dalam dirinya. Kemudian dia merasa sempurna dan tidak akan kawin lagi walau menduda. Kalau seorang pria mulai menggunakan rasa, apalagi nuraninya, dia tidak akan kawin lagi ketika ditinggal mati isterinya. Ada hubungan antara sifat feminin dengan rasa sempurna.

Banyaknya Nabi yang pria, dikarenakan mengajar merupakan sifat Macho, Yang, Pria. Pria cenderung memakai otak dan menjelaskan segala sesuatu berdasar logika dengan gamblang. Berlainan dengan wanita yang lebih banyak menggunakan rasa. Wanita mempunyai sifat feminin, kasih. Mungkin wanita tidak banyak tahu mengenai teori kasih, tetapi selama 9 bulan dia praktek mengasihi janin yang berada dalam kandungannya. Menurut Guru, banyak wanita yang cerah, tetapi setelah mendapatkan pencerahan, cukuplah pencerahan bagi dirinya dan dia akan menari bersama Ilahi.

Arjuna adalah contoh pria sejati, lelananging jagad, pria dunia, tetapi sampai pencerahannya Sri Krishna harus bicara berjilid-jilid dalam Bhagavat Gita. Sebaliknya Sang ibu, Dewi Kunthi, bicara blak-blakan dengan Sri Krishna, Krishna aku bodoh nggak punya pengetahuan, tetapi aku yakin, aku beriman kepada-Mu, Krishna tolong buatlah anak-anakku Pandawa dalam keadaan menderita, karena pada waktu menderita mereka akan ingat pada-Mu. Dewi Kunthi cerah dengan tidak perlu mempelajari buku-buku spiritual.

Bibi Chatijah adalah wanita pertama yang percaya kepada Nabi Muhammad, dan selalu mendampingi Nabi dengan setia sampai akhir hayatnya. Konon, beliau pun selama hidupnya dalam mendampingi Nabi sekitar 28 tahun berumah tangga, tidak pernah dimadu Nabi dikarenakan penghormatan nabi terhadapnya. Bunda Maria dan Maria Magdalena tetap menunggui Gusti Yesus di salib sampai diturunkan dari tiang salib, sementara murid-murid prianya konon tidak menungguinya.

Kasih seorang ibu terhadap putranya berjalan searah, memberi tanpa pamrih untuk menerima apa pun dari anaknya. Lebih banyak madu yang dihasilkan lebah bagi manusia daripada untuk dirinya. Lebih banyak telur yang dihasilkan ayam untuk manusia daripada untuk mempertahankan keturunannya. Lebih banyak butir padi yang diperuntukkan bagi kehidupan manusia daripada untuk melestarikan jenisnya. Matahari juga hanya bersinar menerangi dan memberi manfaat kepada dunia. Bumi juga hanya memberikan dirinya dan terus berputar agar kehidupan dunia dapat berkelanjutan. Alam semesta lebih banyak memberi daripada memanfaatkan bagi dirinya sendiri. Hanya apabila pria ataupun wanita dapat memberi lebih banyak daripada memanfaatkan bagi dirinya dapat dikatakan selaras dengan alam semesta. Keselarasan dengan alam semesta akan mendekatkan diri kepada Ilahi.

Triwidodo.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone