September 14, 2008

Indonesia Gawat Darurat

Percakapan Pakdhe Jarkoni dengan Lik Darmo, mengenai Perusahaan Multi Nasional yang menguasai bidang pertanian, kemudian percakapan dengan Lik Bagio mengenai Pertempuran Petani Ringkih melawan Raksasa Kapitalisme dan percakapannya dengan Mbah Urip tentang Anak Korban Iklan sebagai Generasi Penerus Masa Depan sampai ke telinga Dokter Joko, Kepala Puskesmas setempat. Dan Pak Dokter Djoko menyempatkan silaturahmi ke rumah Pakdhe.

Pakdhe Jarkoni: Sugeng ndalu, selamat malam pak Dokter, wonten berkah punopo, ada berkah apa sehingga pak dokter rawuh, datang ke rumah kami.

Dokter Joko: Pakdhe, kami dengar diskusi Pakdhe dengan para tetangga bahwa kondisi negara kita sudah gawat. Memang betul Pakdhe, menurut diagnosa para dokter, Negara kita sudah harus masuk ICU, Ruang Perawatan Khusus. Kalau hanya diobati dengan obat demam dan pilek takkan kan merubah keadaan. Dokter-dokter atau pemimpin-pemimpinnya yang merawat negara harus yang spesialis kalau hanya bekerja as usual, biasa-biasa saja, negara tak akan lepas dari keadaan ini.

Pakdhe Jarkoni: Betul Pak Dokter! Dalam program manajemen stress dikenal program katarsis, mengeluarkan sampah rekaman trauma dari dalam pikiran bawah sadar. Setelah itu akan terasa lega dan otak dapat berpikir lebih jernih.

Dokter Joko: Dalam bernegara juga demikian Pakdhe, kita harus mempunyai pikiran yang jernih. Dalam negara pikiran adalah pemimpin. Kita harus memiliki pemimpin-pemimpin yang jernih.

Pakdhe Jarkoni: Artinya dalam Pemilihan Presiden, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati/Walikota, Pemilihan Anggota DPR/DPD kita harus betul-betul melihat track record para calon, kemudian pandangan mereka tentang kecintaan terhadap negara kesatuan Republik Indonesia. Sehingga kita tidak salah dalam memilih.

Dokter Joko: Betul Pakdhe, mereka yang tidak memilih, berarti tidak bertanggung jawab. Konon nanti setelah meninggal dunia, anggota -anggota tubuh kita akan dimintai pertanggungan jawabnya. Mungkin secara pribadi kita beramal baik, tetapi dengan tidak peduli pada negara yang kacau, kita tetap akan diminta pertanggungan jawab, mengapa sudah mengerti tetapi tetap diam saja.

Pakdhe Jarkoni: Beberapa orang beralasan bahwa para calon yang dipilih tidak ada yang memenuhi kriteria. Pak Dokter, mengapa kita tidak belajar pada Sri Krishna, baik Pandawa maupun Kurawa juga tidak sempurna, tetapi memilih Pandawa daripada Kurawa adalah tindakan yang bijak. Semoga Para Arjuna sadar, tidak melarikan diri dari peperangan dan menjadi petapa di pucuk gunung, bangkit menegakkan dharma, menegakkan kedaulatan negara Indonesia.

Dokter Joko: Amin. Indonesia Jaya!

Triwidodo

September 2008.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone