September 18, 2008

Rasa Sesal dan Kuatir menurut Ki Ageng Suryamentaram dan Kesadaran Abadi

Cuplikan karya Ki Ageng Suryamentaram dalam Buku Rasa Abadi

Menyesal ialah takut akan pengalaman yang telah dialami. Khawatir ialah takut akan pengalaman yang belum dialami. Menyesal dan khawatir ini yang menyebabkan orang bersedih hati, prihatin, hingga merasa celaka.

Continue reading

September 18, 2008

Ketenangan Semu dan Kegelisahan Arjuna

Beberapa hari Pakdhe Jarkoni tidak muncul, menengok Pamannya di Gunung Salak. Begitu nongol. Lik Darmo mampir ke rumahnya bersilaturahmi.

Lik Darmo: Pakdhe Jarkoni, tadinya Pakdhe kelihatan gelisah memikirkan negara, tetapi sekarang sudah nampak tenang. Mendapat ilmu apa dari Pamannya Pakdhe? Kalau kami memang tenang, karena tidak memikir kondisi lingkungan, kan kami tidak bisa merubah kondisi yang terlanjur parah Pakdhe? Emangnya Gue Pikirin!

Continue reading

September 14, 2008

Kecap Ibu Pertiwi dengan Kedelai Impor

Malam Rabu Kliwon itu Pakdhe Jarkoni sedang minum teh anget-legi-kenthel, hangat-manis-kental di warung Pak Sartono. Sambil menunggu Pak Sartono memasak mie rebus, Pakdhe Jarkoni ngobrol dengan Lik Darmo, seniman berambut panjang yang masih punya sawah tinggalan orang tua di Gathak, Kabupaten Sukoharjo.

Continue reading

September 14, 2008

Pertarungan Petani Ringkih melawan Raksasa Kapitalisme Global

Berselang dua hari dari obrolan Pakdhe Jarkoni dengan Lik Darmo, Pakdhe Jarkoni datang lagi ke warung Pak Sartono. Waktu sudah jam 9 malam dan masih ada Lik Bagio yang duduk ngematke, menikmati teh panas dan makan tempe bacem bakar. Selain Lik Bagio ada beberapa pengendara sepeda motor yang mampir nge-mie.

Continue reading

September 14, 2008

Anak Korban Iklan sebagai Generasi Penerus di Masa Depan

Pakdhe Jarkoni yang sedang membaca koran di serambi rumahnya, didatangi mbah Urip tetangga sebelah. Dan terjadilah diskusi yang asyik.

Continue reading

September 14, 2008

Indonesia Gawat Darurat

Percakapan Pakdhe Jarkoni dengan Lik Darmo, mengenai Perusahaan Multi Nasional yang menguasai bidang pertanian, kemudian percakapan dengan Lik Bagio mengenai Pertempuran Petani Ringkih melawan Raksasa Kapitalisme dan percakapannya dengan Mbah Urip tentang Anak Korban Iklan sebagai Generasi Penerus Masa Depan sampai ke telinga Dokter Joko, Kepala Puskesmas setempat. Dan Pak Dokter Djoko menyempatkan silaturahmi ke rumah Pakdhe.

Continue reading

September 14, 2008

Rasa Malu, masih adakah itu?

Teringat akan kata-kata Guru sekolah saya dulu, “rasa malu adalah salah satu bentuk peningkatkan prestasi dan menggali potensi diri”, kok bisa? kalimat beliau terkesan sangat kontradiktif dengan keadaan sekarang yang sebagaimana sering dikatakan oleh para motivator bahwa kita harus “percaya diri”, ya sengaja

selengkapnya

September 3, 2008

Antara Makhluk Tuhan yang Paling Seksi dan Padamu Negeri

Gubernur Baru

Setelah dilantik Mendagri Mardiyanto pada tanggal 25 Agustus 2008, pada saat apel pagi, Pak Bibit, Gubernur Jawa Tengah yang baru, mengungkapkan rasa prihatin atas lunturnya nasionalisme bangsa Indonesia. Anak-anak sekarang lebih menyukai tembang populer “Makhluk Tuhan yang paling Seksi”dari Mulan Jameela atau “Lelaki Buaya Darat” dari Maia dari pada lagu-lagu perjuangan. Pak Gubernur berencana setiap sekolah mulai SD, SMP sampai SMA di Jawa Tengah akan memperdengarkan

selengkapnya

September 3, 2008

Meng-energize Flash Reading dalam Diskusi Study Circle

Flash reading dan kemampuan otak mengelola informasi

Program flash reading oleh Layurveda sangat bermanfaat. Buku yang tebal dipotret lembar per lembar sekilas dengan jepretan penglihatan dan direkam dalam bawah sadar. Kemudian dengan cara tertentu kita me-recall rekaman tersebut, dan kita dapat memahami isi buku tebal tersebut dalam waktu singkat. Luar biasa.

Continue reading

September 3, 2008

Cara Menghadapi Dunia Versi Leluhur Kita

Nasehat nenek moyang dalam menjalankan kehidupan di dunia

Diantara banyak nasehat, terdapat ada dua pelajaran dari nenek moyang kita dalam menjalani kehidupan yaitu: mulur mungkret, berkembang-susut; dan sakdurunge ora ana, banjur ana, terus ora ana maneh, dari tak ada, sesaat ada, kemudian tak ada lagi. Dipandang dari sifat alam yang tiga: sattvik, tenang; rajas, agresif; dan tamas, malas-malasan, kedua nasehat tersebut masih valid untuk dijalankan di masa kini.

Continue reading