October 21, 2008

Rumongso Biso, Biso Rumongso dan Jalan Spiritual

Ekstrem Barat dan Ekstrem Timur

Bagi Barat keyakinan diri itu penting, manusia perlu berjuang untuk meningkatkan kesejahteraannya. Mind harus diolah, dimaksimalkan demi kesejahteraan manusia.

Di pihak lain Timur menyadari, potensi setiap orang berbeda dan perbedaan itu selaras dengan alam. Kodrat burung adalah terbang, dan bagi burung belajar berenang adalah perjuangan yang tidak tepat. Kodrat ikan adalah berenang dan tidak cocok berjuang untuk terbang. Perjuangan yang tidak selaras dengan alam akan merugikan. Kebahagiaan dapat dicapai dengan menerima apa adanya.

Dalam perkembangannya selalu terdapat modifikasi tindakan, tidak ada yang terlalu ekstrem. Semakin lama manusia mengalami kemajuan evolusi akan menjadi semakin bijak. Berjuang diperlukan tetapi harus bertindak selaras dengan alam.

 

Rumongso Biso, Merasa Bisa

Leluhur kita memberikan ungkapan Rumongso Biso, Merasa Bisa yang bernada angkuh, Aku Bisa, Gedhe Rasa. Hal ini menunjukkan seseorang yang tidak sadar dan merasa dirinya mampu tanpa melihat potensi dirinya. 

Di pihak lain ungkapan Rumongso Biso, Merasa Bisa, mewakili keyakinan diri, percaya diri, dan dengan fokus tujuan yang jelas maka alam akan membantu mewujudkan keyakinannya. Kegigihan untuk mencapai tujuan ini perlu diteladani.

Banyaknya baliho yang marak dipasang calon pemimpin bangsa mudah-mudahan lebih menunjukkan rasa kepercayaan diri dan  bukan Gedhe Rasa.

 

 

Biso Rumongso, Bisa Menyadari

Ungkapan Biso Rumongso, Bisa Menyadari bagi orang-orang yang kurang percaya diri, yang pesimis, sering mengungkapkan bahwa mereka merasa dirinya tidak bisa, sehingga biarlah orang lain yang mendapatkan suatu kehormatan. Kekacauan terjadi, ketika mereka yang merasa dirinya tidak bisa itu menyerah dan pimpinan diambil oleh mereka yang merasa bisa tanpa kemampuan yang memadai.

Pemahaman yang luhur dari nenek moyang tentang ungkapan Biso Rumongso, Bisa Menyadari diperuntukkan bagi orang-orang yang telah sadar, yang dapat menyadari aku ini siapa? Alam ini sesungguhnya apa? Tugas di dunia ini apa? Bagi seseorang yang dapat merasa, dapat menyadari hakikat jati dirinya, maka dia akan bertindak selaras dengan alam.

 

Bertindak secara spiritual

Banyak pilihan jalan dalam menempuh kehidupan ini. Pilihan seseorang yang belum sadar dan pilihan seseorang yang sudah sadar akan berbeda hasilnya. Di bawah ini adalah pemahaman sesuai daya tangkap kami mengenai salah satu hal yang diajarkan Bapak Anand Krishna dalam menjalani hidup ini:

  1. Iradah, determination, kesungguhan dalam mencapai tujuan jati dirinya.
  2. Tariqat, metode, dengan cara apa ditempuh.
  3. Hakikat, realization, penemuan diri, aku ini siapa?
  4. Makrifat, enlightment, pencerahan, kesadaran yang meluas, Dia ada dimana-mana.
  5. Mahabbat, cinta, kasih. Setelah mendapatkan pencerahan maka semua tindakan akan berdasar kasih.
  6. Khidmat, pelayanan, pengabdian. Keberadaan diri di dunia ini untuk melayani.
  7. Syariat, menerapkan kesadaran dengan contoh  nyata di dunia.

 

Para bijak dan orang-orang suci mendapatkan pencerahan lebih dahulu baru menyebarkan pengetahuan. Hal-hal yang diajarkan sudah dialaminya sendiri.

 

Triwidodo

Oktober 2008.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone