January 4, 2009

Hikmah Anugerah Air Dalam Tradisi Siraman Penganten

Ritual Siraman Calon Pengantin

Seorang calon pengantin pria atau wanita dengan untaian bunga melati di lehernya dengan baju putih bersih dimandikan dengan air sritaman. Air yang dicampur dari tujuh sumber disebari bunga mawar, melati dan kenanga. Air dari tempuran, pertemuan sungai melambangkan bercampurnya dua jiwa, air dari mata air yang tak pernah kering melambangkan rizki yang tak pernah kering. Air sritaman serupa dari pasangan calon mempelai dicampurkan sebagai lambang kedua jiwa telah dipersatukan. Alunan suara gamelan menghidupkan suasana, membuat hati berbunga-bunga.

Wadah air sritaman terbuat dari perunggu atau tembaga, gayung mandi terbuat dari batok kelapa dan pencuci rambut dari air jamur merang. Tempat duduk calon mempelai dibungkus kain mori putih dan lurik. Tidak jauh dari tempat ritual terletak kendi berhias berisi sebagian air sritaman, dan ubarampe slametan seperti tumpeng robyong, tumpeng gundhul, buah-buahan, kelapa muda, tujuh macam bubur, jajan pasar, lentera dan ayam jago.

Di tengah taman yang asri antara pukul 10.00 sampai 15.00, sang calon pengantin duduk hening dengan kedua tangan menengadah layaknya memohon kepada Gusti Kang Murbeng Gesang. Tujuh Pinisepuh diawali kedua orang tua calon pengantin, satu persatu memandikan calon pengantin dengan air yang dikenal sebagai Tirta Perwitasari tersebut. Leluhur kita menyukai angka tujuh atau pitu yang sering dimaknai sebagai pitulungan, pertolongan. Ada Sata

Selesai dimandikan, Ibu Sang Pengantin memecah kendi dengan mengucap “Wis pecah pamore”, auranya sudah berkembang. Sang Calon mempelai dipotong ujung rambutnya dan ditanam di halaman rumah. Kemudian ayam jago dilepas di tengah-tengah para tamu dan boleh dimiliki oleh tamu yang menangkapnya. Setelah itu para tamu mengambil dan menikmati tumpeng, buah-buahan dan yang lain.

 

Ungkapan Syukur terhadap Hyang Widhi

Seorang Nabi Besar mengingatkan jangan memotong ranting ketika melakukan ritual suci, seorang Buddha berterima kasih kepada pohon Bodhi yang telah melindunginya saat beliau bermeditasi mencapai Penerangan Sempurna.

Manusia mempunyai hutang terhadap alam semesta, hutang terhadap leluhur atas keberadaannya di dunia, hutang kebaikan terhadap manusia lainnya, dan hutang terhadap lingkungan yang menghidupinya.

Kehidupan di dunia ini pada hakikatnya mempunyai ketergantungan dengan yang lain. Itulah sebabnya dari dulu para leluhur melakukan persembahan, melakukan slametan dalam setiap acara ritual.

Pada hakekatnya semua unsur alam adalah energi yang berbeda kerapatannya. Hal tersebut sejalan dengan Rumus Einstein E=M.C2, “Masa-M” dalam kondisi “Kecepatan Tertentu-C” sama dengan “Energi-E”. Berdasarkan kerapatan energi, maka 5 unsur alami adalah sebagai berikut:

  1. Ruang / angkasa, yang mampu menyebarkan getaran (kerapatan paling kecil).
  2. Udara / angin, yang mampu menghantar getaran suara dan sentuh.
  3. Sinar / api, yang mampu membawa getaran suara, sentuh, dan pandang.
  4. Air, yang mampu membawa getaran suara, sentuh, pandang, kecap ( rasa).
  5. Padat / tanah, yang mampu membawa getaran suara, sentuh, pandang, kecap (rasa) dan hirup, bernapas.

Semua benda di alam merupakan kombinasi dari dari 5 unsur alami, dan sejatinya semuanya adalah energi. Hyang Widhi adalah Energi Agung. Tidak ada yang lain, yang ada hanya Energi Agung. Pikiran atau ego-lah yang membuat manusia merasa eksis.

            Bagi yang mampu, acara ritual persembahan dilakukan dengan sesempurna mungkin, akan tetapi upacara sederhana pun tidak mengurangi hikmah persembahan. Seorang Bijak mengingatkan: “Apa gunanya mempersembahkan, mewakafkan tanah yang adalah milik Tuhan? Apa gunanya mempersembahkan, menyedekahkan harta yang adalah milik Dia pula. Persembahkan, sedekahkan “hidupmu” bagi kebaikan semua!”

 

Keberadaan Air

            Air kalau dipanaskan akan berubah menjadi uap air yang ringan dan melayang di udara, sedangkan kalau didinginkan akan berubah bentuk menjadi es yang padat. Air termasuk unsur yang mudah berubah bentuknya dan selalu berguna dalam bentuk apa pun. Air juga mempunyai sifat membersihkan, dan mendinginkan. Dr. Masaru Emoto membuktikan bahwa air mempunyai kesadaran, apabila air mendengarkan lagu yang indah, didoakan atau dihormati, maka air akan membentuk kristal hexagonal yang indah. Pengetahuan ini penting, karena bumi ini mengandung air sekitar 70%, demikian pula organ-organ tubuh kita mengandung air yang bervariasi dengan rata-rata pada orang dewasa sekitar 70% juga. Sejak lahir hingga mati kita membutuhkan air. Setiap acara ritual keagamaan hampir selalu menggunakan air sebagai sarana ritual.

            Pengetahuan tentang unsur alami air ini berkaitan erat dengan sifat alam. Pasang surut air laut dipengaruhi oleh tarikan bulan dan matahari, pada waktu air pasang, maka 70% air di tubuh manusia juga mengalami pasang. Pada waktu terjadi gerhana dimana matahari, bulan dan bumi pada pada posisi garis lurus, maka pasang terbesar akan terjadi. Karena ada bagian bumi yang pasang, maka akan ada belahan bumi yang mengalami surut. Pada waktu bulan purnama leluhur kita merasa bahagia, mumpung padhang rembulane, pasangan berasyik-masyuk, beberapa hewan juga berkasih-kasihan karena air di tubuh mereka sedang pasang. Bagi yang tirakat, mereka melakukan puasa, menahan nafsu yang juga sedang pasang.

            Seberapa bersihnya mandi, seseorang harus membersihkan badan secara rutin, karena tubuh selalu mengeluarkan sampah dan limbah. Seberapa jernihnya pikiran seseorang, tetap harus selalu dibersihkan dari side product berpikir. Merupakan hal yang alami walaupun suatu proses yang menghasilkan produk berharga, tetap saja menghasilkan limbah sebagai side product-nya. Latihan meditasi  perlu dibarengi cleansing, katharsis.

Acara siraman mempunyai pengaruh terhadap fisik: indera penciuman terpuaskan dari harumnya aroma terapi kembang sritaman; indera peraba menikmati segarnya air menyapu tubuh; indera penglihat menjadi berbahagia melihat dari air dan bunga di taman yang asri; indera pendengar larut dalam alunan suara gamelan yang indah. Bahkan gelombang otak pun menjadi lebih tenang. Sungguh suatu acara yang harmonis dengan alam semesta.

Waktu antara pk. 10.00 sampai pk. 15.00 adalah waktu setiap hari dimana pengaruh matahari paling besar. Mandi di udara terbuka pada waktu tersebut diharapkan dapat menyerap energi matahari, semangat, stamina untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi prosesi ritual pernikahan yang panjang.

 

Tumpeng dan ubarampe

Vibrasi doa yang terarah ke nasi tumpeng berbentuk kerucut berwarna kuning, di kelilingi urap daun berwarna hijau, beralas daun pisang berwarna hijau dan sebagai alas ”tampah” bambu kecoklatan berbentuk lingkaran, dengan telur rebus terpotong kelihatan putih dan kuningnya.

Warna-warna tumpeng, buah-buahan dan aneka bubur memperkuat energi. Warna merah cabai di puncak tumpeng meningkatkan energi, selain juga merangsang perut jadi lapar. Warna kuning, mengikis ketegangan dan  meningkatkan perasaan senang. Warna hijau, melembutkan hati dan berkaitan dengan jantung dan kasih. Warna Coklat merupakan warna bumi tempat semua makanan tersebut tumbuh. Warna putih bersih meliputi campuran berbagai warna.

Makanan yang telah diberi vibrasi doa apabila dicerna tubuh akan membentuk organ tubuh yang dijiwai keilahian. Itulah sebabnya sebelum dan sesudah makan perlu berdoa sepenuh hati.

 

Alunan musik gamelan

Dr. Masaru Emoto membuktikan bahwa musik dapat mempengaruhi air, sehingga musik yang indah akan membuat air membentuk kristal hexagonal yang indah. Memahami bahwa baik manusia, hewan dan tanaman mengandung air, maka suara musik akan mempengaruhi semua makhluk hidup.

Organ-organ manusia mempunyai getaran dengan berbagai frekuensi. Walau frekuensi yang dapat didengar manusia berkisar 20 Hz-20 KHz, frekuensi suara berbagai alat gamelan sangat bervariasi dan memungkinkan terjadinya frekuensi yang sama dengan organ tubuh. Bila getaran suara Gamelan mempunyai frekuensi yang sama dengan suatu organ tubuh yang lemah, maka resonansi yang terjadi dapat memperkuat dan menyembuhkan organ yang bersangkutan.

Musik yang harmonis juga akan membuat burung dan hewan lainnya merasa tenang dan mempengaruhi sistem kelenjar yang berhubungan dengan telur dan susu. Selanjutnya, getaran frekuensi tinggi dari Gamelan akan merangsang ‘stomata’ tanaman untuk tetap terbuka, meningkatkan proses pertumbuhan.

 

Penutup

            Sungguh luar biasa pengetahuan para leluhur kita, sudah saatnya kita menggali dan menyajikan warisan budaya dengan “nampan” modern.

Mereka yang tidak mengapresiasi budaya sendiri adalah orang-orang tanpa budaya. Olesan tebal budaya asing tidak pernah mempercantik wajah kita. Kenalilah budaya sendiri untuk menemukan jati diri (SMS Wisdom).

 

Triwidodo

Januari 2009.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone