March 13, 2009

‘Update Story’ Kancil dan Harimau

Dongeng Masa Lalu

Harimau adalah hewan yang buas dan menakutkan, akan tetapi nampak bodoh di depan Si Kancil. Hal tersebut telah menjadi dongeng sebelum tidur bagi masyarakat di tahun enam puluhan. Dongeng pada waktu itu dijiwai perlunya anak-anak belajar agar menjadi cerdas dan tidak bodoh.

Si Kancil sedang terjebak di jalan buntu menuju telaga. Dari jauh Harimau mendatangi tempat tersebut, dan Si Kancil tak dapat menghindari. Si Kancil yang cerdas segera menuju telaga dan berteriak keras-keras, “Hai sahabatku aku datang! Kau berjanji melindungiku!” Begitu kerasnya suara Si Kancil sehingga Harimau mendengar dan berpikir setengah heran:  “Mengapa Si Kancil tidak takut, apakah sahabatnya begitu meyakinkan dan lebih menakutkan dariku?” Harimau bertanya siapakah sahabatnya itu? Dan Si Kancil menjawab: “Coba lihat ke telaga dan keluarkan teriakanmu, maka dia akan keluar. Bila kau kalem saja dia tak mau keluar!” Harimau melihat air di telaga dan berteriak keras dan cakarnya dijulurkan ke telaga. Harimau begitu kaget melihat makhluk tinggi besar dengan taring runcing yang menjulurkan cakarnya dan sedang mengaum, dan…….. dia lari terbirit-birit meninggalkan Si Kancil. Begitulah cerita makhluk yang tidak pernah melihat siapa sejatinya dirinya, dia begitu takut dan tak pernah mengira bahwa makhluk yang menakutkan itu sejatinya adalah dirinya. Seandainya manusia yang serakah melihat ke ‘cermin alam’ dia juga akan takut terhadap dirinya.

Kini Si Kancil berada dalam situasi yang sama, dia tidak dapat menghindari Harimau yang berjalan ke arahnya, mungkinkah tipu muslihat lama masih efektif? Si Kancil menutup mata dan memperhatikan napasnya, dan dia larut, lupa segalanya……………………….

 

Spiritualitas Sang Harimau

Sudah lama Harimau menyadari adanya otak yang dilindungi peti tempurung kepala pelindung otak yang  berharga. Selanjutnya ada jantung yang dilindungi jeruji iga yang kuat dan ada lagi perut ke bawah yang hanya dilapisi kulit. Binatang berjalan dengan menempatkan ketiganya dalam satu garis lurus, sedangkan gorila dan manusia telah meletakkan kepalanya di bagian atas jantungnya di tengah dan perutnya di bagian bawah.

Harimau juga ingat bahwa terdapat tiga bagian dari Candi Borobudur yang merupakan simbol tiga Alam yaitu: Kamadhatu-Rupadhatu-Arupadhatu, alam bawah, alam tengah (antara) dan alam atas, suatu perwujudan antar hubungan mikrokosmos dan makrokosmos. Hubungan antara bumi, manusia dan alam semesta. Bagian kaki candi melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau nafsu,keinginan yang rendah, yaitu dunia manusia biasa. Bagian tengah melambangkan Rupadhatu, yaitu dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari ikatan nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk, yaitu dunianya orang suci dan merupakan “alam antara” yang memisahkan “alam bawah” (kamadhatu) dengan “alam atas” (arupadhatu). Bagian atas, Arupadhatu, yaitu “alam atas” atau nirwana, tempat para Buddha bersemayam, dimana kebebasan mutlak telah tercapai, bebas dari keinginan dan bebas dari ikatan bentuk dan rupa. Karena itu bagian Arupadhatu itu digambarkan polos, dan tidak berrelief.

Harimau juga ingat ajaran leluhur mengenai Gunungan dalam wayang, dimana para leluhur paham bahwa hutan tanaman dan binatang adalah wujud potensi sifat dan tabiat manusia. Jutaan tahun sebelum manusia hadir, bumi telah dipersiapkan melalui mekanisme alam semesta. Bumi terpilih sebagai lokasi yang ideal untuk kehadiran berbagai tumbuh-tumbuhan, fauna-flora dan manusia serta makhluk-makhluk yang kita tidak mengetahuinya. Di mulai dengan tumbuh-tumbuhan yang bersel satu, sedikit demi  sedikit pertumbuhan tanam-tanaman berevolusi ke wujud-wujud yang lebih sempurna, baru kemudian hadir fauna, dan jutaan tahun  kemudian hadir manusia dari suatu ekosistem yang saling menunjang, saling membutuhkan, semuanya lestari, berkesinambungan, yang kita sebut dengan  suatu kesatuan.

Suatu teknologi yang sangat menakjubkan, setiap  bentuk warna, dari  suatu tumbuh-tumbuhan bermanfaat berbeda suatu dengan yang lainnya. Juga berbagai cabang, ranting, akar, umbi-umbian dari  sesuatu tanamanpun berbeda-beda manfaatnya. Diperlukan kurun waktu yang panjang untuk mempelajari semuanya. Leluhur kita bahkan menyimbolkan berbagai buah-buahan sebagai persembahan yang sakral bagi Yang Maha Kuasa. Kekuatan tanaman disebut Sri ( Yang Maha Agung), agar umat manusia mau mengikuti hukum alam dengan menyantap tanaman sebagai sumber energi, obat-obatan, gizi, protein, vitamin dan lain-lainnya. Tidak banyak yang mengetahui bahwa kata sayur dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Sansekerta ayur yang berarti tumbuh-tumbuhan yang menyehatkan atau yang bermanfaat bagi umat manusia. Ilmu mengenai kesehatan yang dihasilkan oleh berbagai tumbuh-tumbuhan ini sudah hadir ribuan tahun yang lalu dengan nama Ayur-veda. Para ahli kesehatan meneliti berbagai manfaat dari berbagai tumbuh-tumbahan yang hadir di berbagai belahan bumi, dan berbagai topografi dan iklim yang berbeda-beda.

Manusia perlu sadar bahwa di dalam dirinya masih tersisa nafsu kebinatangan. Kebutuhan makan-minum, kenyamanan dan seks dalam diri binatang juga masih ada dalam diri manusia. Manusia harus meningkatkan harkat dirinya dengan sifat kasih dan ketidak terikatan terhadap dunia. Hidupnya hanya untuk berbakti dan melayani sesama. Alam semesta ini juga tidak mempunyai pamrih kecuali sekedar berbakti dan melayani makhluk hidup. Harimau telah menyadari semuanya dan dia pun tidak mau mengikuti nafsu bawaannya untuk membunuh setiap makhluk, dia telah memahami hukum sebab akibat yang mesti ditanggungnya.

 

Ketenangan pikiran Si Kancil

Ketika Si Kancil takut dan gelisah, apabila otaknya diukur dengan alat Electro Encephalograph, maka denyut otak berada di atas angka 32 dan yang ada hanya ketidak tenangan, sehingga fisiknya tidak tahan dan akan mengalami penurunan. Pada saat bernapas dengan normal sekitar angka 14, maka dalam satu saat akan terdapat banyak pikiran. Seperti ketika sedang mengendarai mobil berbicara dengan teman sebelah, melihat lampu merah dan mobil menyiap, sedangkan telinga mendengarkan musik. Kondisi inilah yang disebut Beta. Inilah keadaan umum manusia.

Ketika Si Kancil memperhatikan keluar masuknya napas, dia menjadi rileks tanpa stress. Kondisinya disebut Alpha dan angka menunjukkan antara 14 dan 7. Kondisi ini sangat penting untuk membuka jalan menuju pikiran bawah sadar. Begitu masuk bawah sadar, dia bisa mengubah citra diri, mengubah kebiasaan, menanamkan pikiran tertentu dan menetapkan tujuan. Dalam keadaan alpha konsentrasi kita akan terpusat, hanya berpikir satu hal dalam satu saat.

Ketika pikiran berada dalam keadaan Theta. 3.5-7 putaran per detik, maka pikiran menjadi kreatif dan inspiratif. Dalam keadaan ini manusia bisa bermimpi. Mimpi yang menegangkan membuat gelombang pikiran meningkat dalam keadaan ‘Beta-like’. Mimpi yang terjadi di pagi hari dapat menghilangkan stress. Jika manusia tidak mengalami mimpi yang dapat menghilangkan stress, maka stress bisa menumpuk. Gelombang Theta sangat sugestif dan sangat menyehatkan, itulah keadaan meditasi para yogi. Pikiran pada keadaan ini sangat jernih. Dalam keadaan ini badan serasa hilang. Dalam keadaan Alpha, seseorang masih tahu badannya berada dimana, sedangkan dalm keadaan Theta dia lupa badannya, dan itulah sebabnya ketika bangun tidur di tempat yang tidak biasa kita sempat bingung sebentar, kita ini sedang berada dimana.

Ketika gelombang otak semakin datar maka orang berada dalam keadaan tidur tanpa mimpi, “deep sleep”. Kondisi tersebut disebut Delta dengan gelombang 0.5-3.5 putaran per detik. Keadaan dimana terjadi peremajaan dan penyembuhan sel tubuh. Itulah sebabnya ketika sedang sakit, tidur lebih banyak karena tubuh berusaha menyembuhkan dirinya sendiri. Para yogi dapat mencapai keadaan delta dalam keadaan sadar. Keadaan menjadi koma ketika gelombang otak mencapai 0.5.

 

Persahabatan Kancil dengan Harimau

Bau Harimau membangunkan Si Kancil, akan tetapi dia melihat harimau datang dengan wajah yang ceria tanpa ketegangan. Si Kancil bertanya: “Sudah berapa lama kau menungguiku? Aku pernah menipumu, mengapa Kau tidak membunuhku?” Harimau ketawa: “ Hohoho………. Hihihi………… Hehehe…… Huah hahahahaha…….” Kebencian dan keganasanku setiap hari semakin berkurang karena setiap hari aku melakukan ‘katarsis’. Si Kancil menjadi semakin santai dan keduanya duduk bercengkerama ditepi Telaga Warna. Harimau menjelaskan bahwa Guru Gajah telah mengajarinya: “Keserakahan menyebabkan kegelisahan, kekecewaan, kebingungan dan segudang masalah lainnya’…………………….. “Mengharapkan perkembangan tanpa perubahan, persis seperti mengharapkan kesembuhan tanpa upaya”…………………….. “Kekerasan adalah semangat para pengecut. Tanpa-Kekerasan adalah jiwa para pemberani. Pelaku kekerasan akan punah karena kekerasannya sendiri. Tanpa Kekerasan selalu jaya”. Hal tersebut telah mengubah diriku dan pesannya yang merupakan pukulan terakhir bagiku: “Jangan melewati hidup tanpa meninggalkan bekas pada kehidupan itu sendiri. Bekas yang akan dikenang sepanjang masa, tentang kasih, keceriaan dan kebahagiaan”………………………… Terima kasih Guru.

 

http://www.anandkrishna.org/oneearthmedia/ind/

http://triwidodo.wordpress.com

Maret 2009.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone