May 5, 2009

Keterikatan pada seorang caddy dan Buku Kamasutra

Pengulangan sejarah kejatuhan manusia

Pada bulan Desember 2007, sudah banyak tulisan tentang calon pimpinan KPK yang paling kontroversial pada uji kelayakan dan kepatutan di depan para anggota dewan. Pada bulan Mei 2009 begitu banyaknya tulisan mengenai kasus pembunuhan Nasrudin yang diduga menyeret Ketua KPK , sehingga Presiden pun perlu angkat bicara. Seorang pengamat intelijen menilai, kasus yang menyeret Ketua KPK nonaktif bukan hanya skandal cinta segitiga, melainkan sudah lama direncanakan pihak tertentu untuk merusak citra KPK.

Secara umum kita tidak pernah belajar dari sejarah, pengulangan-pengulangan peristiwa selalu terjadi. Kejadian seorang tokoh yang jatuh di tangan wanita cantik selalu terjadi dan selalu saja terjadi. Sejak zaman Rahwana dari Alengka, Burisrawa dari Korawa sampai saat ini pun tetap saja terjadi pengulangan kejadian yang hampir serupa.

Keterikatan manusia

Kenapa kita terikat pada sesuatu? Karena kita melihat sesuatu itu di luar diri kita, dan timbul keinginan untuk memilikinya. Pernahkah kita merasa terikat dengan ginjal, hati, dan jeroan kita? Tidak, karena kita tahu semua itu ada dalam diri kita. Kita bahkan tidak pernah memikirkan mereka. Tidak pernah peduli tentang jantung dan paru, hingga pada suatu ketika kita jatuh sakit…. dan baru mengaduh-aduh. Kenapa? Karena saat itu kita “merasa kehilangan” kesehatan. Kita tidak pernah merasa terikat dengan sesuatu yang kita yakini sebagai milik kita. Sebab itu seorang suami bisa tidak terikat dengan istrinya, tetapi terikat dengan selirnya (dalam hal ini seorang caddy). MAWAR MISTIK, Ulasan Injil Maria Magdalena, Anand Krishna, PT Gramedia Pustaka Utama, 2007 halaman 44.

Ada beberapa hal yang membuat pria mencari wanita lain, diantaranya seorang pria mencari ketegangan. Alih-alih melepaskan energinya untuk menghangatkan kembali hubungan dengan istrinya, ia malah terserap dalam aktivitas hobi atau hal lain yang membuat hormon adreanalinnya mengalir deras. Ia mencari ketegangan di tempat-tempat yang keliru, individu-individu yang keliru. Selanjutnya dia ingin meningkatkan keakuannya, egonya. Permainan perselingkuhan dipenuhi dengan lelaki yang berusaha keras memperoleh pengakuan kelelakiannya dari perempuan yang bukan istrinya. Ia merasa kurang percaya diri. Seorang psikiater menambahkan kurangnya nilai spiritual di dalam diri, dan hasrat instinktif yang masih terbawa dalam dirinya juga menjadi pemicu yang signifikan.

Kecenderungan lelaki memang ke arah visual. Sesuatu yang menarik mata akan menyita perhatiannya. Awalnya sekadar membayangkan di benak, kemudian tergerak untuk mencoba melakukan, dan setelah terjadi perbuatan terjadi, indera merasakan kenikmatannya. Selanjutnya terjadilah pengulangan yang menjadi kebiasaan, bahkan menjadi perilaku dan akhirnya membawa perubahan pada karakter.

Terbentuknya synap baru di otak, disebabkan oleh perhatian pada suatu rangsangan atau stimulus, dan pengulangan atau dimunculkannya stimulus tersebut berulang kali. Dalam diri manusia, synap-synap baru merupakan hasil “conditioning” oleh orang tua, masyarakat, pendidikan, dan pengalaman pribadinya. Dengan begitu terbentuklah sirkuit synap-synap saraf yang lebih permanen, stabil, dan sulit dihilangkan. Dalam bahasa meditasi, inilah yang disebut mind. Ia diperbudak oleh “conditioning” tersebut dan tidak bebas lagi untuk mengekspresikan dirinya. Oleh karena itu ada nasehat untuk lebih baik “kuper” daripada salah gaul. Manusia yang serakah, berbudaya tak kunjung cukup, keadaannya sama dengan orang yang kecanduan obat-obatan. Ketagihan oleh narkotika, oleh uang, atau dalam hal ini berselingkuh, mekanismenya sama : dosisnya harus bertambah terus. Ketagihan stimulus pemenuh instink hewani semacam “sexual addict” persis sama dengan “narcotic drug addict”.

Kamasutra

Manusia Indonesia melupakan ajaran leluhurnya yang terpahat di dinding-dinding dan lantai Candi Sukuh. Membahas seks dianggap tabu karena dianggap telah membicarakan hal-hal yang kotor. Padahal kita semua lahir di dunia karena tindakan yang kotor tersebut. Sudah waktunya kita melihat hubungan seks sebagai hubungan yang suci. Dan, perlu sekali-kali membaca buku Kamasutra tulisan Bapak Anand Krishna, terbitan PT Gramedia Utama, yang pada tahun 2004 sudah dicetak ulang yang ke delapan.

Menurut ajaran-ajaran Tantra, manusia tidak usah melepaskan yang duniawi untuk mencapai kesadaran rohani. Yang duniawi dan rohani bisa jalan bersama. Dunia merupakan anak tangga yang dapat mengantar manusia ke puncak kesadaran rohani. Bagaimana manusia dapat meninggalkan dunia ini? Seorang yang dapat mencapai kesadaran spiritual adalah seorang yang sudah puas dengan segala sesuatu yang bersifat duniawi. Kalau belum puas, kalau masih ada obsesi terhadap benda-benda duniawi, manusia tidak akan berhasil meningkatkan kesadaran Anda.

Seks mengawali kehidupan manusia. Seks merupakan sesuatu yang paling mendasar dalam kehidupan manusia. Hubungan seks antara kedua orang tua kita melahirkan kita. Kesadaran seks berpusat pada bagian tubuh di bawah pusar. Di atas pusar, sekitar jantung, dada kita merupakan pusat kesadaran cinta. Cinta berkembang di situ. Emosi mulai bergejolak di situ. Kita harus meningkatkan kesadaran sedikit – dari bawah pusar ke atas pusar. Selama kesadaran kita masih di bawah pusar, kita belum dapat mengenal cinta. Yang kita kenal selama ini, hanyalah napsu birahi. Paling atas, sekitar kepala kita, merupakan bersemayamnya Kasih. Demikianlah tingkatan kesadaran setiap manusia. Tingkat awal adalah seks, tengah adalah cinta dan atas adalah kasih. Passion, love, compassion.

Pembagian yang dilakukan Bapak Anand Krishna ini berdasarkan pusat-pusat energi yang mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari. Ini disebut cakra – lingkaran-lingkaran energi. Sentra-sentra energi yang berada di sekitar pusar, dada dan kepala merupakan sentra-sentra energi penting sekali, yang dapat meningkatkan kesadaran manusia.

Nafsu atau passion hendaknya tidak selalu dikaitkan dengan seks. Obsesi dengan harta atau kekayaan, dengan nama atau ketenaran dan dengan jabatan atau kedudukan semuanya adalah passion , napsu. Semuanya ini terjadi apabila kita belum mengalami peningkatan kesadaran. Mereka yang terobsesi oleh seks, oleh harta, oleh nama, oleh jabatan tidak akan mengalami cinta dalam kehidupan. Mereka belum tahu cinta itu apa.

Kasih atau compassion adalah birahi terhadap alam semesta. Bila napsu seseorang dapat ditingkatkan menjadi birahi terhadap alam semesta, manusia menjadi seorang pengasih. Compassion berarti passion terhadap alam semesta, terhadap Tuhan, terhadap yang abstrak, Yang Tak dapat dijelaskan.

Patanjali penulis Kamasutra tidak salah, kita diminta memuaskan keliaran hewani dengan pasangan kita sampai obsesi seks terselesaikan, atau mentransformasikan energi seks menjadi perbuatan yang mulia. Terima Kasih Guru.

http://www.anandkrishna.org/oneearthmedia/ind/

http://triwidodo.wordpress.com

Mei 2009.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone