September 1, 2009

Mengkriktisi Media Hiburan

kalau media sudah menguasai element suatu bangsa, dan hiburan berupa tanyangan tidak bermutu menunggangi media. Dan media sensor mendapat selimut hangat dari tangan-tangan berkuku panjang, maka terdidikilah anak generasi bangsa yang siap di jajah moral dan membajak kehidupan kebebasan tanpa melihat batas etika,norma,agama dan hukum”

Begitulah gambaran yang bisa kita lihat sekarang. Terlebih, menjelang pemilu. Dunia hiburan, politik, komersil dan mistis mewarnai dari rangkaian acara telvisi di tanah air. Sebagian stasiun tv swasta, mengejar rating dan keuntungan dari acara. Tanpa melihat bahwa media yang dipublikasikan, apakah sesuai dengan kondisi normal adat istiadat hukum baik yang tertulis maupun yang tak tertulis di tanah air. Melihat dari ragam pecinta media hiburan pertelevisian, tidak memandang tua dan muda. Lebih-lebih media menyorot gaya hidup para aktris papan atas, gaya dan life style selalu menjadi perhatian bersar dari para objek atris itu sendiri. Misalkan dengan budaya pakaian yang membuka sebagian aurat tubuh, hal itu seolah-olah merupakan trend. Dan secara tidak lansung para penggemar akan mengikuti gaya dari trend yang di lihat.

Terlebih dengan tanyangan berupa berkedok hiburan, dangan iklan ketik reg spasi JODOH/ PRIMBON/ RAMAL kirik ke 0XXX atau tanyangan filem misteri,pecintaan dan banyak jenis yang lainnya. Hal semacam itu hanya memperbodoh dan membunuh karakter nilai aturan agama dan sosial masyarakat, bagimana tidak. Acara-acara semacam itu secara tidak lansung mengajak dan mengarahkan prilaku-prilaku manusia primitif, tidak mau berkerja keras, ketergantungan akan sebuah ketidak tahuan, dan mengikis nilai kemanusian sebagai mahluk ciptaan Yang Maha Kuasa. Atau, mungkin bisa jadi memang yang mempunyai ide-ide tanyangan seperti itu justru merekalah para primtif, miskin akan nilai etika moral sosial dan agama.

Media musik yang dekat dengan telinga pecinta nada-nada yang membuat anak generasi bangsa yang banci, berprilaku sesuai dengan makna dan kutipan lagu yang di dengar. Dan realitanya anak muda sekarang lebih mengenal dekat dengan nama artis lagunya. Bukannya lebih mengenal tokoh bangsa, lagu kebangsaan dan bukanya juga dekat dengan bacaan kitab-kitab suci serta mengenal tokoh-tokoh agama yang semestinya ia ketahui. Tapi, seperti itulah sekarang gambaran dampak dari media-media hiburan di tanah air.

Jangan biarkan bangsa ini melarat dan miskin dengan harga diri dan moral etika . . .

Jangan biarkan mereka para racun media yang menyuapi makanan ke anak kita

Jangan juga kita lengah untuk membatasi anak dengan hal media yang menuansa tak bermafaat

Beri makan dan minuman bathin yang menyegarkan dari sebuah lingkungan keluarga dan lingkungan yang sehat

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone