October 23, 2009

Antara ‘Serat Tripama’ dari Sri Mangkunagara IV dan ‘Heal the World’ dari Michael Jackson

Jenis musik yang kita sukai bisa menjelaskan sifat kita, karakter kita, watak kita. Sitar, vina, harpa dan biola masuk dalam satu kategori. Alat-alat itu bisa mendatarkan gelombang otak, dan menenangkan diri manusia. Para penggemar musik sitar, tak akan pernah mengangkat senapan untuk membunuh orang. Musik gendang, drum dan alat-alat lain sejenis bisa membangkitkan semangat. Bagus, bila diimbangi dengan sitar dan alat sejenis. Bila tidak, akan membangkitkan nafsu dan gairah yang berlebihan. *1 Narada Bhakti Sutra

Antara Musik dan Nostalgia

Di tahun 60-an, sebagai anak kecil kami sering mendengar almarhum kakek saya, Mbah Darmo, pensiunan mantri sekolah, sambil berkebun, menyanyi untuk dirinya sendiri yang di Jawa dinamakan ‘uro-uro’. Beliau sangat menikmati ‘uro-uro’ tersebut, dan mungkin lagu tersebut ditujukan baik bagi dirinya sendiri ataupun kepada cucunya agar nasehat dalam tembang tersebut meresap ke dalam hati. Lirik dari ‘uro-uro’ biasanya berupa ‘pitutur-pitutur luhur’, nasehat-nasehat yang mulia. Kakek kami adalah penggemar berat Pujangga Ronggowarsito dan Sri Mangkunagara IV, buku-buku tulisan kedua pujangga tersebut menumpuk di meja dan selalu dibolak-balik setiap hari.

Hampir setengah abad kemudian, ketika saya menembangkan Serat Tripama dari Sri Mangkunegara IV, anak bungsu kami berkomentar, “Nostalgia nih pah, yang bisa menikmati tembang papa kan hanya teman-teman sebaya, yang kata papa beberapa sudah berada di balik papan, menyelinap ke bumi. Aku lebih suka papa nyanyi ‘Heal the World’. Bukankah Guru papa minta papa belajar menikmati “lagu pop” biar tulisannya dibaca anak-anak muda?” (^.^)

Bukan kebetulan bila kami masuk website : www.booksindonesia.com

dan menemukan kata -kata Gospel of Michael Jackson dan tertarik mengulasnya. Apalagi penulisnya adalah Bapak Anand Krishna yang ratusan artikelnya tersebar di berbagai harian, selalu muncul setiap Rabu pagi di DFM yang bisa didengarkan lewat streaming, juga sering hadir dalam beberapa stasiun televisi. Karyanya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sudah lebih 140 buku.

Dalam 18 tahun terakhir, Bapak Anand Krishna telah berbicara pada jutaan orang lewat siaran televisi, dialog radio, pelatihan-pelatihan, buku-buku, wawancara surat kabar dan pelbagai artikel koran.

Tulisan beliau tentang Michael Jackson: A Sufi, Yogi and Tantric! Memang sangat menggoda.

Di dalam tubuh manusia terdapat  irama  yang harmonis, seperti halnya alam semesta yang juga berirama. Irama alam semesta tertangkap oleh kepekaan rasa manusia dan diungkapkan menjadi nada-nada. Lewat nada-nada musik tersebut manusia melakukan pemujaan dan perenungan spiritual. Nada-nada musik bukan sekedar seni, tetapi merupakan bahasa jiwa, spirit kehidupan, musik Sang Maha Pencipta, bahasa pertama yang menjadi asal muasal kehidupan. Sebagai media dan bentuk komunikasi universal, nada-nada musik melewati bahasa verbal, diterima indera pendengaran, diteruskan ke hati, pusat rasa. Karena rasa itulah, nada-nada musik melewati batas-batas etnis, agama, komunitas dan negara.

Dr. Masaru Emoto membuktikan bahwa musik dapat mempengaruhi air, sehingga musik merdu yang diperdengarkan akan membuat air membentuk kristal hexagonal yang indah.

Getaran-getaran yang keluar dari lagu dapat mengubah dirimu dalam sekejap. Setiap sel dalam tubuh kita sedang bergetar. Getaran di dalam diri kita memahami bahasa lagu. Ia sudah pasti memberi respon, asal lagunya indah. Jangankan manusia yang otaknya sudah cukup berkembang, arak dan anggurpun memberi respon terhadap lagu. Produsen mempercepat proses fermentasi menggunakan gelombang radio. Lagu atau musik tertentu menjadi sarana yang kuat untuk mengantar kita ke alam meditasi.  Alam meditasi berarti alam di dalam diri. Dan, di alam sana yang ada hanyalah getaran. Semua organ di dalam tubuh dapat diredusir menjadi gelombang, getaran. Maka, organ-organ tubuh sangat responsif terhadap getaran. Karena itu, lewat musik kita bisa mudah memasuki alam meditasi. *2 Kidung Agung

Musik selalu dilengkapi dengan akting panggung yang sesuai. Tarian di Solo adalah peninggalan Kerajaan Majapahit di masa jayanya, sehingga musik dan gerakan tariannya begitu lembut untuk mengimbangi kesuksesan bernegara. Berbeda dengan musik dan tarian di Bali, yang terasa lebih dinamis, bahkan sesajennya juga agak ruwet untuk mendinamiskan masyarakat Bali, guna mengembalikan kepercayaan diri, dan hasilnya sahabat-sahabat di Bali nampak dinamis.

Hanya mereka yang telah menemukan ‘Lapisan Dalam’ akan menikmati tarian dan nyanyian. Mereka yang telah menemukan kelembutan diri akan menghargai pula kelembutan di luar diri. Mereka yang baru menyadari kekasaran diri tidak dapat menghargai kelembutan di luar. *3 Rahasia Alam

Bang Rhoma pun dalam salah satu website yang kami baca, memuji Michael Jackson. Menurut Bang Rhoma, Michael Jackson merupakan salah satu tokoh yang membuat pembaharuan dalam dunia musik. “Karya-karyanya yang dilengkapi dengan aksi panggung merupakan sebuah revolusi di musik pop,” pujinya. Seorang penyanyi dengan musik yang dinamis.

 

Pitutur Luhur, Lirik yang bijak

Kisah para leluhur sering didahului dengan cerita anak yang bengal, pertanda punya potensi energi yang kuat, diakhiri dengan tindakan penuh pengorbanan, altruistis di akhir cerita. Tidak semuanya sudah baik sejak awal, sang pemeran utama sering mengalami pengalaman yang menyusahkan. Diperlukan ‘Power of the Will’, kemauan keras, ‘Power of Knowingness’, kekuatan kesadaran dan ‘Power of Action’, tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.

Simbol yang sering diungkapkan leluhur adalah ‘Gunungan’ dalam wayang kulit. Pada hakikatnya Gunungan memuat ajaran agar manusia meneladani alam dan bertindak selaras dengan alam.

Dalam Gunungan terdapat gambaran tentang hutan tanaman dan binatang. Jutaan tahun sebelum manusia hadir, bumi telah dipersiapkan melalui mekanisme alam semesta. Bumi terpilih sebagai lokasi yang ideal untuk kehadiran berbagai tumbuh-tumbuhan, fauna-flora dan manusia serta makhluk-makhluk yang kita tidak mengetahuinya.

Di mulai dengan tumbuh-tumbuhan yang bersel satu sedikit demi  sedikit pertumbuhan tanam-tanaman berevolusi ke wujud-wujud yang lebih sempurna, baru kemudian hadir fauna, dan jutaan tahun  kemudian hadir manusia dari suatu ekosistem yang saling menunjang, saling membutuhkan, semuanya lestari, berkesinambungan, yang kita sebut dengan  suatu kesatuan.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa kata sayur dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Sansekerta ayur yang berarti tumbuh-tumbuhan yang menyehatkan atau yang bermanfaat bagi umat manusia. Ilmu mengenai kesehatan yang dihasilkan oleh berbagai tumbuh-tumbuhan ini sudah hadir ribuan tahun yang lalu dengan nama Ayur-veda. Para ahli kesehatan meneliti berbagai manfaat dari berbagai tumbuh-tumbahan yang hadir di berbagai belahan bumi, dan berbagai topografi dan iklim yang berbeda-beda.

Manusia perlu sadar bahwa di dalam dirinya masih tersisa nafsu kebinatangan. Kebutuhan makan-minum, kenyamanan dan seks dalam diri binatang juga masih ada dalam diri manusia. Manusia harus meningkatkan harkat dirinya dengan sifat kasih dan ketidak terikatan terhadap dunia. Hidupnya hanya untuk berbakti dan melayani sesama. Alam semesta ini juga tidak mempunyai pamrih kecuali sekedar berbakti dan melayani makhluk hidup.

Sri Mangkunagara IV mengetengahkan tiga satria yang patut diteladani yaitu Raden Sumantri dalam zaman Parasurama, Raden Kumbakarna dalam zaman Sri Rama serta Adipati Karna dalam zaman Sri Krishna. Ketiganya bukan tanpa cela dalam kehidupannya, akan tetapi mereka pada akhir kehidupan, mereka berkorban jiwa dan raga demi negara.

Michael Jackson juga bukan tanpa cela, tetapi di akhir hayatnya, dia betul-betul mendedikasikan hidupnya demi Kebenaran, demi Kedamaian Dunia, demi Kemanusiaan.

 

Tidak membeda-bedakan

Ajaran Astabrata dari Sri Rama kepada Wibisana pada hakikatnya adalah pelajaran bagi manusia agar meneladani tindakan alam. Sri Rama memberi nasehat kepada Wibisana, agar: Meniru sifat Matahari, Bulan, Bintang, Awan, Bumi, Samudera, Api dan Angin. Ke delapan unsur alam tersebut semuanya bertindak sesuai kodratnya. Mereka hanya sibuk bekerja menjalankan tugas dari Yang Maha Kuasa saja. Inilah contoh dari alam semesta yang bersifat kasih, hanya memberi, tanpa membeda-bedakan, dan tanpa pamrih sedikit pun juga.

Banyak tanaman dan hewan bukan hanya tidak membeda-bedakan tetapi memberikan banyak persembahan kepada makhluk lainnya bahkan dengan jiwa raganya.

Tanaman singkong mendedikasikan daunnya untuk sayur pucuk ubi, akarnya untuk tepung cassava, dan singkong goreng. Pelestarian jenisnya cukup dengan sisa batangnya. Induk ayam juga memberikan telurnya untuk dimakan manusia matang atau setengah matang, telurnya juga diminum bersama susu dan madu bahkan daging tubuhnya dipersembahkan menjadi santapan manusia. Demikian pula induk sapi juga menghasilkan susunya bagi anak manusia, bukan hanya untuk anaknya dan tubuhnya dipersembahkan di atas piring dengan gulai, barbeque ‘rare’ atau ‘weldone’ di meja makan. Alam bersifat altruistis.

Ketiga satria dalam serat Tripamanya Sri Mangkunagara IV juga bersifat altruistis, mempersembahkan nyawanya demi negara.

Dalam abad globalisasi, Michael Jackson bukan hanya berkorban demi negara, jangkauannya lebih luas, demi Kedamaian Dunia dan demi Kemanusiaan.

Pada tahun 1993, dia dituduh melakukan pelecehan seksual yang ternyata tidak terbukti. Bahkan saudarinya sendiri menuduh Michael Jackson seorang pedopili dan kemudian menarik kembali tuduhannya. Tahun 2005 dia dituduh lagi dengan tuduhan yang terbukti palsu.

Sepanjang hidupnya Jackson menyanyikan lagu tentang keutuhan, persatuan, dan kebutuhan untuk hidup di luar kotak konsep buatan manusia. Kita menikmati lagunya, tapi tak selalu dapat memahaminya.

Lagu-lagunya Planet Earth, Keep the Faith, Wings of my love, We are the People, Heal the World penuh sentuhan kemanusiaan.

Dalam lagunya Dangerous: “Dalam banyak kejadian, ketika aku menari, aku merasakan sentuhan dari sesuatu yang suci. Dalam banyak peristiswa, aku merasakan semangatku meluap dan menjadi satu dengan semua yang ada.” “Aku menjadi bintang dan rembulan. Aku menjadi kekasih dan yang dicintai. Aku menjadi pemenang dan yang ditaklukkan. Aku menjadi majikan dan bawahan. Aku menjadi penyanyi dan nyanyian. Aku menjadi yang tahu dan yang diketahui.” “Aku terus menari dan kemudian, ini menjadi tarian abadi penciptaan. Pencipta dan yang diciptakan larut dan menyatu dalam keceriaan yang begitu dalam. Aku terus menari…sampai suatu saat yang ada hanyalah…tarian.”

Perasaan semacam ini amat “Dangerous” (berbahaya), karena seseorang tak dapat lagi menutup mata terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Michael Jackson telah berada dalam kondisi yang terbuka dan mudah diserang, bahkan sebelum mengalami perasaan semacam itu, ia telah bersenandung:

“We are the world… the world must come together as one.. It’s time to lend a hand to life.”

Dalam lagu  “Man in The Mirror”: “Jika kamu mau membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, lihatlah ke dalam dirimu, dan kemudiaan buatlah perubahan.” “Aku akan membuat perubahan, sekali saja dalam hidupku, ini akan terasa sungguh baik, akan membuat perbedaan, akan membuatnya benar…”

Dalam lagu ” Heal The World”: “membuat tempat yang lebih baik bagimu dan bagiku”. Ia memimpikan sebuah dunia di mana “Black or White tak menjadi persoalan sama sekali, semua diperlakukan secara sama.

Dalam lagu “Earth Song”: ”Apa yang telah kita perbuat pada dunia, lihatlah apa yang telah kita lakukan.” Merasa frustasi dengan semua yang terjadi di sekitarnya, ia melanjutkan: “Aku sering bermimpi, aku sering melihat sekilas di balik bintang; sekarang aku tak tahu di mana kita berada, walaupun aku tahu bahwa kita telah melenceng jauh.”

Segala sesuatu dalam alam ini sedang bergetar, sedang menari. Rasakan tiupan angin, dengarkan suara air, perhatikan kibaran api semuanya berirama, bergetar, sedang menari. Dan tarian semesta ini begitu indah, begitu harmonis! Molekul-molekul dalam atom pun sedang menari, sedang bergetar. Tidak ada sesuatu apa pun yang statis. Tarian mampu mempersatukan Anda dengan Semesta. Jadilah gelombang yang sedang menari dalam lautan kehidupan. Jangan berpisah dari lautan kehidupan. Sadarilah kesatuan dan persatuan Anda dengan lautan kehidupan. *4 Semedi2

 

Agama yang dianut Michael Jackson

Banyak orang bertengkar mengenai apa agama Michael Jackson saat kematian menjemputnya. Jika diberi kesempatan, mereka pun akan gontok-gontokan untuk mendapatkan jenasahnya dan menguburkannya sesuai ritual agama tertentu. Manusia telah begitu terkotak-kotak. Mereka melupakan bahwa Michael Jackson menghormati setiap orang. Menghormati setiap agama.

Alam tidak membeda-bedakan, orang beragama apa pun tetap diberi oksigen tetap diberi sinar matahari. Tubuh manusia juga mempunyai anggota kaki dan tangan, mata dan hidung, bahkan paru-paru dan jantung serta otaknya mirip, kenapa dibeda-bedakan atas label luaran tentang agama?

Seandainya manusia sadar, dia lahir dengan membawa sifat-sifat genetik bawaan leluhurnya. Selanjutnya, dia mendapat pemahaman tentang kebenaran dari orang tua, lingkungan, pendidikan dan pengalamannya. Oleh karena itu beda orang tua, beda negara kelahiran, beda pendidkikan akan menyebabkan beda tentang pemahaman kebenaran. Itulah sebabnya Michael Jackson ingin persatuan dunia, ingin menyembuhkan dunia.

Sesungguhnya, agama sepenuhnya merupakan urusan kepercayaan yang bersifat sangat personal, pribadi. Walau sama-sama umat seagama, cara kita memahami ajaran agama belum tentu sama. Kendati demikian, masing-masing dari kita menghormati kepercayaan dan pemahaman masing-masing. Saya tidak merasa perlu mengakomodir kepercayaan Anda; juga pemahaman mengenai kepercayaan kita yang sama. Persis seperti itulah mestinya Anda. Anda tidak perlu mengakomodir kepercayaan saya; maupun pemahaman terhadap kepercayaan saya. Toleransi dan apresiasi harus jelas, tapi Anda tidak perlu menjadikan kepercayaan dan pemahaman kepercayaan saya sebagai bagian dari kepercayaan atau pemahaman terhadap kepercayaan Anda. Begitu juga sebaliknya, saya tidak perlu itu. *5 Sandi Sutasoma

Merasakan penderitaan manusia se dunia

Pada waktu tubuh kita sehat kita merasa sehat kita merasa tubuh kita satu kesatuan. Saat sakit gigi, atau asam urat menyerang lutut, kita baru merasakan adanya keterpisahan. Apabila kita merasa terpisah dengan umat manusia yang berbeda etnis, agama, warna kulit itu adalah tanda kita dalam keadaan tidak sehat. Apalagi ada anggota tubuh yang tak tahu menahu anggota tubuhnya sedang kesakitan, pertanda ada ketidak sehatan dalam jiwa manusia pemiliknya. Dan jiwa kita tidak sehat, kita tidak terketuk penderitaan mereka yang kena gempa, tidak terketuk penduduk yang menjadi korban peperangan. Tidak demikian dengan Michael Jackson.

Michael Jackson bisa merasakan kesakitan umat manusia. Ia mengumpulakan dana dan mendonasikan jutaan dolar untuk upaya-upaya kemanusiaan. Ia tidak memaksa orang lain untuk melakukan apa yang ia lakukan. Banyak orang yang lebih kaya darinya tak melakukan apapun untuk meringankan penderitaan sesama.

Setiap kali kita menghirup napas, kita menghirup 1022 atom dari alam semesta. Sejumlah atom tersebut masuk ke tubuh kita menjadi sel-sel otak, jantung, paru-paru dan lainnya. Setiap kali kita menghembuskan napas, kita mengeluarkan atom 1022 yang terdiri dari kepingan otak, jantung, paru-paru dan lainnya. Secara teknis, kita mempertukarkan organ tubuh kita dengan organ tubuh orang lain, dengan orang yang pernah hidup, bahkan dengan semua makhluk, semua zat, yang pernah hidup. Berdasarkan perhitungan isotop-isotop radio aktif, tubuh kita memiliki jutaan atom yang pernah singgah di tubuh orang-orang suci dan orang-orang genius. Dalam waktu kurang dari 1 tahun, 98% dari semua atom dalam tubuh kita telah berganti secara total. Atom milikku adalah atom milikmu. Atom-atom terdiri dari partikel-partikel, partikel adalah fluktuasi dari energi. Segala-galanya di bumi ini sejatinya adalah energi, berasal dari cahaya Matahari. Hakekatnya kita semua adalah satu.

Terima Kasih Guru yang selalu memandu putra-putri Ibu Pertiwi menuju kebenaran, menghilangkan sekat-sekat luar yang tidak perlu, bersama menuju kesatuan. Namaste.

Sumber:  http://booksindonesia.com/id/buku-bilingual-c-42_41/the-gospel-of-michael-jackson-b-185

“pesan di www.booksindonesia.com  pesan Michael Jackson: A Sufi, Yogi and Tantric! Karya Bapak Anand Krishna, sekarang sampai tgl 8 November ada discount sampai 29%.”

*1 Narada Bhakti Sutra                Narada Bhakti Sutra, Menggapai Cinta Tak Bersyarat dan Tak Terbatas, Anand Krishna, Gramedia Pustaka Utama, 2001.

*2 Kidung Agung         Kidung Agung Melagukan Cinta Bersama Raja Salomo, Anand Krishna, PT Gramedia Pustaka Utama, 2006.

*3 Rahasia Alam          Rahasia Alam Alam Rahasia, Anand Krishna, Gramedia Pustaka Utama, 2003.

*4 Semedi2                Semedi 2, Meditasi untuk Peningkatan Kesadaran, Anand Krishna, PT Gramedia Pustaka Utama, 2002.

*5 Sandi Sutasoma          Sandi Sutasoma menemukan Kepingan Jiwa Mpu Tantular, Anand Krishna, PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta 2007

 

http://www.anandkrishna.org/oneearthmedia/ind/

http://triwidodo.wordpress.com

http://id-id.facebook.com/triwidodo.djokorahardjo

Oktober 2009.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone