July 12, 2010

Begitu Mudah…. Begitu Sulit (Bahasa Cinta)

“Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat : bersujudlah kamu kepada Adam, Maka sujudlah mereka sekalian, kecuali Iblis, ia tak mau sujud dan telah berlaku sombong, dan telah menjadi kafir” Al Baqarah : 34

Kafir merupakan kata andalan untuk mencap sesorang atau kelompok yang tidak sejalan dengan pemahaman kelompok lain, Kafir adalah kata yang sering di tarik ulur digunakan untuk kepentingan tertentu.

Pada Al baqarah : 34 itu sebenarnya Allah sudah memberikan definisi kafir dengan sangat gamblang “…ia tak mau sujud dan telah berlaku sombong, dan telah menjadi Kafir”

Jelas di situ kafir merupakan suatu sifat yang bisa dialami oleh siapa saja, sifat sombong. Barang siapa sombong itu adalah yang kafir.

Lantas kemudian, apakah dengan membakar rumah ibadah umat yang tidak seagama bukan merupakan prilaku kafir ?, jelas itu adalah tindakan kafir. Karena yang melakukan pembakaran terhadap rumah ibadah umat lain telah berlaku sombong, sombong karena merasa dirinya paling benar, agamanya yang terbenar. Taruhlah agamamu yang paling benar, lantas apakah itu serta merta kamu memiliki hak untuk menghancurkan agama lain ? umat lain ?. Ah, alangkah sombongnya kamu, bukankah yang kuasa itu hanyala Allah ?. Biarlah Allah yang menghancurkan mereka, apakah kau pikir Allah tak mampu untuk itu sehingga memerlukan bantuanmu ? Ah, sungguh sombongnya kamu dan kamu telah menjadi kafir.

Begitu juga dengan pemikiran seseorang atau kelompok yang tidak sesuai dengan faham yang dianut, maka kelompok itu akan mengatakan kelompok yang lain yang tidak sepaham dengan makian Kafir !, lantas siapa yang sebenarnya Kafir itu ?, yang kafir adalah mereka yang suka mengkafir-kafirkan orang atau kelompok lain. Karena mereka telah sombong, dan yang sombong Cuma Iblis, dan Iblis adalah kafir.

Yang menarik lagi tentang sujud, “….. ia tak mau sujud dan telah berlku sombong, dan telah menjadi Kafir”

Apa susahnya sujud secara fisik ?, anak kecil pun bisa, namun sujud secara batin, mensujudkan ego di hadapan yang maha kuasa, adalah permasalahan yang berbeda.

Sudah secara fisik mudah, dan siapa saja sanggup melakukan. Sujud secara batin, mensujudkan ego, ah, penderitaan yang akan dirasakan, karana dalam proses mensujudkan ego itu sang ego sendiri akan terluka, dan tak banyak yang dapat melakukan itu.

Ia yang telah dapat mensujudkan ego tidak lagi memaksa bahwa jalannya yang paling benar, ia meyakini jalannya dan melakoninya, namun tidak memaksakan.

“Jalanku tidak lebih baik dari Jalanmu, karena susungguhnya kita sedang menuju sumber yang sama lewat jalan yang berbeda”

Ia yang telah dapat mensujudkan egonya tidak akan membantai, melukai apa lagi membunuh orang atau kelompok lain yang tidak sepaham dengan pemahamnya.

“Fahamku tidak lebih baik dari fahammu, karena sesungguhnya faham itu akan mengantar kita kepada cinta yang satu”

“Cintaku tidak lebih besar dari cintamu, karena cinta kita berasal dari sumber yang sama dan hanya mencintai yang satu dengan epresiasi cinta yang bebeda”

Seorang ayah mencintai anaknya dengan memberikan pendidikan yang layak, seorang ibu mencintai anaknya dengan memberikan gizi yang mencukupi, seorang lelaki mencintai wanita dengan memberikan puisi dan bunga, seorang wanita mencintai lelaki dengan memasakannya makanan yang lezat dan begizi. Apresiasinya berbeda tetapi rasanya satu, Cinta.

Begitu mudah mengatakan orang lain atau kelompok lain kafir, begitu mudahnya membungkam suara orang lain atau kelompok lain yang tidak sepaham dengan tindakan anarki. Namun begitu sulit untuk menyadari kesombongan diri, begitu sulit menyadari ke kafiran diri.

Mari sama-sama kita mengapresiasikan agama kita masing-masing dengan bahasa yang satu bahasa cinta, karena hanya bahasa cinta yang dapat dimengerti oleh semua mahluk. Dan hanya bahasa cinta yang dapat membahagiakan semua mahluk. LOVE IS THE ONLY SOLUTION :)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone