July 11, 2010

Call me Simply “Anand” or “Krishna” (Bukan Sekedar Gossip)

Di banyak status dan group-group FB , serta beberapa blog saya membaca bahwasanya banyak yang mencela bapak Anand Krishna karena banyak pecintanya yang menyebut atau menganggap beliu sebagai guru, bahkan ada yang memplesetan sebutan Guruji yang biasa digunakan oleh pecinta beliau menjadi guru biji.

Sebenarnya bapak Anand Krishna sudah menjawab perihal itu di dalam bukuPENGGALAH KEPALAMU dan Persembahkan pada Sang Murshid oleh Maya Safira Muchtar terbitan PT. One Earth Media pada halaman 255.

Saya kutipkan :

AK : Anand Ashram, One Earth dan institusi-institusi lain yang akan berkembang dikemudian hari, semuanya harus memiliki corak khas Indonesia. Saya tidak memiliki agenda untuk “indianisasi”. Saya sendiri orang Indonesia

A : Sepertinya tujuan bapak ini belum sepenuhnya dipahami oleh kita peserta meditasi. Bapak, adakah saran dari bapak untuk lebih dapat memahami tujuan bapak ?

AK : Oke, kita harus memulai dengan panggilan bagi saya. Walau saya tidak menganggap diri sebagai Guru, tetapi bila masih ada yang mau menyebut saya Guru, sebaiknya tidak diberitambahan “Ji”. “Guruji” dalam bahasa Hindi sesungguhnya berarti “Tuan Guru”. Sebab itu ada dua orang berasal dari Solo yang memanggil saya “Mas Guru”, and that’s all right with me. Mungkin orang sunda pun dapat memanggil saya “Kang Guru”. Orang Betawi memanggil “Babe Guru”. Orang dari kepulauan Riau “Bung Guru”. Tidak perlu diseragamkan.

Kedua, jangan meniru saya berpakaian. Jubah dan celana saya, walau terinspirasi dari pakaian serupa di India, tetapi tidak sepenuhnya mengikuti pola India. Celana yang saya pakai itu khas Sindhi (Pakistan) dan sangat nyaman bagi saya. Besok-besok kalau saya merasa lebih nyaman dengan menggunakan sarung atau kain, saya tinggalkan celana. Saya tidak memiliki hubungan dengan pakaian jubah saya.

Yang lain adalah makna sebutan dari Jai Guru Dev, disebuah media berita on line di artikan sebagai Jaya Guru Dewa, jelas para media khususnya media online tidak memahami perihal arti dan makna dari Jai Guru Dev, berikut yang kutipkan dari catatan sahabat saya Nugroho Persada dalam notenya Terjemahan Bebas Penjelasan Arti Istilah “Jai Guru Dev” Baca Note

Kata “Guru” berarti besar. “Jaya” berarti kemenangan. “Deva” artinya ia yang pecinta kebahagiaan, suka bermain-main, terang. Orang yang suka bermain-main kadang dilecehkan dan ketika seseorang merasa dihargai, sering ia jadi tak suka bermain-main.

“Jai Guru Dev” ialah kemenangan Pikiran Besar dalam dirimu yang dihargai dan suka bermain-main. Itulah arti kata “Jai Guru Dev” : “Kemenangan Kebesaran di dalam dirimu.”

Jelas bahwasanya insan media termakan gossip dan isu yang tidak benar, mereka tidak mengetahui dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi, memang lebih mudah mempercaya rumor ketimbang fakta. Oleh karenanya kepada teman yang tidak setuju dengan bapak Anand Krishna, saya selalu berkata “Kau datanglah ke Sunter, duduk bersama beliau, jika kau dapat merasakan kasihnya, maka ikutilah beliau, berjalannya bersama beliau, namun jika tidak silahkan tinggalkan beliau.

Bapak Anand Krishna sendiri pernah berkata : “Jangan buru-buru menerima atau menolak Anand Krishna, selami dulu”
Menyelami bukan hanya intelektualnya saja, melainkan hatinya. Kasihnya. Itu yang terpenting, jikalau kau merasakan kenyamanan , dan menikmati waktu bersama beliau rayakanlah dengan bernyanyi bersama.

Jai Guru Dev

Refrensi :
PENGGALAH KEPALAMU dan Persembahkan pda Sang Murshi oleh Maya Safira Muchtar terbitan PT. One Earth Media

Catatan Nugroho Persada: Terjemahan Bebas Penjelasan Arti Istilah “Jai Guru Dev”

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone