July 14, 2010

Cermin Rusak (Bidadari berwajah Setan)

Seorang Tolol memperhatikan seekor unta yang sedang makan rumput. Katanya kepada binatang itu, “Tampangmu mencong. Kenapa begitu?”

Unta menjawab, “Dalam menilai kesan yang timbul, kau mengaitkan kesalahan dengan hal yang mewujudkan bentuk. Hati-hatilah terhadap hal itu! Jangan menganggap wajahku yang buruk sebagai suatu kesalahan.

Pergi kau menjauh dariku, ambil jalan lintas. Tampangku mengandung arti tertentu, punya alasan tertentu. Busur memerlukan yang lurus dan yang bengkok, pegangannya dan talinya.”

Orang tolol, enyahlah: “Pemahaman keledai sesuai dengan sifat keledai.”

Catatan

Maulana Majdud, yang dikenal sebagai Hakim Sanai, Sang Bijak Yang Gilang Gemilang dari Ghaznas menghasilkan banyak kebijaksanaan , salah satu petuahnya adalah, “Pada cermin rusak dalam pikiranmu, bidadari bisa tampak mempunyai wajah setan.”

Apa yang ada di luar merupakan cermin dari apa yang ada di dalam diri, jika di dalam diri kacau maka kekacauanpun terproyeksi keluar diri. Saat ini kita sibuk menghiasi dunia luar dengan segala macam peraturan, namun kita lupa menghiasi dunia yang di dalam diri dengan keindahan, denga cinta kasih. Wal hasil coba kita evaluasi berapa banyak peraturan yang kita buat justeru memasukan manusia ke dalam kotak-kotak sempit. Hal itu dikarenakan kita menangkap kesan yang timbul dengan mengkait-kaitkan dengan kesalahan, sehingga kita sibuk memerangi kesalahan-kesalahan tanpa mau mencari tahu darimana kesan yang timbul itu berasal. Kesan itu timbul dari pikiran kita sendiri, dan melalui pikiran kita jugalah kita mencerna kesan yang timbul itu dan menyimpulkannya sebagai suatu kesalahan, atau keburukan, tanpa kita mau melakukan instropeksi terhadap pikiran kita sendiri.

Boleh jadi apa yang kita anggap salah itu merupakan kesalahan yang ada di dalam diri kita, namun menjadi lebih mudah melihatnya jika kita melihat dan mendapati kesalahan itu diluar diri. Boleh jadi keburukan yang ada dimana-mana itu sebenarnya ada di dalam diri kita sendiri, namun lebih mudah buat kita menyadarinya jika keburukan itu berada diluar diri.

Kita bercermin pada cermin yang rusak, sehingga keindahan bidadari nampak seperti setan, tak perlu membunuh setan, tak perlu membantai setan, yang perlu diperbaiki adalah pikiran kita sendiri agar dapat jernih memandang sehingga cermin hati kita dapat menangkap bidadari sebagai bidadari.

Sudahkah kau memperhatikan pikiranmu sendiri hari ini ?

Refrensi :

K I S A H – K I S A H S U F I
Kumpulan kisah nasehat para guru sufi selama seribu tahun yang lampau
oleh Idries Shah (terjemahan: Sapardi Djoko Damono)
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone