July 16, 2010

Gali … Gali… Gali dan Teruslah Menggali

Apabila Anda menggali sumur, Anda harus menggalinya jauh ke dalam sampai Anda menemukan sumber mata airnya. Dapatkah sumur itu penuh tanpa mencapai sumber yang dalam itu? Bila Anda bergantung pada hujan atau sumber luar lain untuk mengisi sumur itu, maka air itu hanya akan menguap atau diserap oleh tanah. Lalu, bagaimana Anda dapat membasuh diri Anda atau menghilangkan dahaga Anda? Hanya jika Anda menggali cukup dalam untuk mendapatkan mata air, maka Anda akan sampai pada sumber air yang tak habis-habisnya. Demikian juga halnya, jika Anda hanya membaca ayat-ayat dari kitab suci, tanpa menggali lebih dalam untuk mencari maknanya, hal itu seperti menggali sebuah sumur tanpa mencapai mata airnya atau seperti mencoba mengisinya dengan air hujan. Kedua cara ini tidak akan memadai.

Hanya apabila Anda membuka mata air yang ada di dalamnya dan ilmu Tuhan mengalir dari sana, maka mata air sifat-sifat Tuhan akan mengisi hatimu. Hanya setelah itu Anda dapat menerima kekayaan-Nya. Hanya setelah itu Anda akan mendapatkan kedamaian dan ketenangan. Kearifan dan ilmu Tuhan ini harus timbul dari dalam diri Anda; kisah Tuhan dan doa mesti dipahami dari sisi batin. Maka Anda akan memperoleh semua yang Anda butuhkan untuk diri Anda, dan Anda juga akan merasa cukup untuk berbagi dengan orang lain.

M.R. Bawa Muhayyaddin

Catatan

“Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.”. (QS 38:72)

Dalam proses penciptaan itulah Allah meniupkan sebagian dari ruhnya ke dalam diri manusia, ketika bayi baru di lahirkan kesucian Tuhan itu masih terlihat dengan jelas, masih terasakan, setiap mata yang memandang akan tersenyum kepada sibayi dan akan membelai dengan penuh kasih. Karena itulah Ia sumber dari kasih, dan karena kepolosan sang bayi cahaya kasih itu masih terpancar dan membuat lembut (melembutkan) jiwa-jiwa yang memandang sibayi.

Namun seiring waktu dalam proses pertumbuhan terlupakan oleh kita sebagain dari ruh Allah itu, jiwa melupkan asal kita. Oleh karenanya perlu kita melakuakn perenungan tentang diri kita sendiri, perlu kiranya kita membuat pertanyaan-pertanyaan kepada diri kita sendiri.

Siapa aku ?
Darimana asalku ?
Mau kemana tujuanku ?
Dan sudah seberapa dekat aku dengan tujuanku?

Pertanyaan itu harus terus dan terus di tanyakan hingga kita menemukan jawabanya sendiri. Sehingga kita dapat merasakan kembali sebagian dari ruh Allah yang telah ditiupkan ke dalam diri kita.

“Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.”. (QS 38:72)

Proses penggalian itu yang oleh Master M.R. Bawa Muhayyaddin Di ibaratkan sebagai upaya menggali sumur, Gali … Gali… Gali dan Teruslah Menggali hingga suatu saat nanti, entah kapan kita akan dapat kembali merasakan kesatuan dengan sebagian dari RuhNya itu.

“…. lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada” QS.22:46

Sudah cukup selama ini kita mengolah kecerdasan intelektual, saatnya kita mengolah rasa. Tak ada cara lain kita harus memberdayakan diri, dan itu harus kita lakukan sendiri. Pemberdayaan diri merupakan sebuah upaya dalam menemukan sumber air, menemukan mata air, menemukan sebagian dari ruh Allah. Dan oleh karenanya pemberdayaan diri harus terus dilakukan selama tubuh masih dapat menghirup nafas.

Bapak Anand Krishna selalu mengingatkan kita semua, bahwasanya apa yang kamu punya yang dapat kamu berikan kepada yang lain, kasih ?, jangan bohong, kamu belum punya kasih, yang dimilki saat ini adalah kebencian, dukalara, amarah………

Dan oleh karenya kita semua berada di sini untuk menemukan kasih, mungkin lebih tepatnya merasakan kasih. Gali … Gali… Gali dan Teruslah Menggali.

==
Di Publikasikan di :
http://www.surahman.com/
http://www.oneearthmedia.net/ind
http://www.facebook.com/su.rahman.full
http://www.kompasiana.com/surahman
==
Refrensi :
TASAWUF MENDAMAIKAN DUNIA (Islam & World Peace: Explanation of A Sufi)
oleh M.R. Bawa Muhayyaddin – Penerbit Pustaka Hidayah

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone