July 16, 2010

Renungan Kisah Pengabdian Pada Relief Candi Borobudur Tentang Jembatan Raga Sang Raja Kera

Sepasang suami istri sedang membicarakan buku “Kehidupan, Panduan Untuk Meniti Jalan Ke Dalam Diri”. Buku karya Bapak Anand Krishna ini bagi mereka sangat berarti. Kemudian mereka bicara tentang kisah pengabdian Raja Kera. Seekor kera yang mengorbankan raganya demi keselamatan para kera. Pada relief batu di Candi Borobudur terpahat kisahnya. Dengan referensi buku “Kehidupan” mereka mengkajinya.

Sang Istri: Adalah sebuah pohon mangga raksasa yang sangat rimbun daunnya. Dari

selengkapnya

July 15, 2010

Pengalaman Pribadi

Sekali waktu Anda pernah mengira bahwa segala yang Anda pelajari dan cermati adalah kebenaran. Tetapi kemudian Anda maju ke langkah berikutnya, dan menemukan bahwa semua yang telah Anda pelajari bukanlah kebenaran. Dan pada masa yang akan datang ketika Anda masih melangkah lebih berikutnya dan memandang kembali semua yang sekarang Anda anggap benar, ternyata Anda juga akan melihatnya sebagai kepalsuan. Dengan cara ini, setiap kali Anda melangkah maju ke level yang baru, maka Anda akan menemukan

selengkapnya

July 15, 2010

Jakarta Malam Itu

Azan magrib berkumandang, membahana mengisi ruang kosong batin. Jalanan kian padat, wajah resah tak sabar menunggu antrian. Lampu-lampu telah dinyalakan, Jakarta menjelang malam bermandikan sinar.

Gemerlap, seolah berlomba menunjukan elok warnanya. Jakarta malam bermandikan sinar ribuan watt mengalahkan sinar lembut rembulan, wajah resah masih mengisi ruang. Di antara debu, di antara deru aku berdiri. Ah, alangkah sia-sianya cahaya gemerlap ribuan watt yang menghias wajah Jakarta, penghuninya sibuk

selengkapnya

July 15, 2010

PARA PELAYAN DAN RUMAH (Amnesia)

Pada zaman dahulu, ada seorang bijaksana dan baik hati, yang memiliki sebuah rumah besar. Dalam perjalanan hidupnya, ia sering pergi jauh beberapa waktu lamanya. Kalau ia sedang pergi, rumah itu diserahkan pemeliharaannya kepada para pelayan.

Salah satu sifat para pelayan itu adalah pelupa. Sering mereka lupa, mengapa berada dalam rumah itu; demikianlah mereka menjalankan kewajibannya dengan mengulang-ngulang yang sudah dikerjakan. Tidak jarang pula mereka melakukan pekerjaan dengan cara yang sama

selengkapnya

July 15, 2010

CATURASRAMA Sebuah Pedoman Dari Leluhur

Nagarakretagama pupuh 81 menyebutkan tentang caturasrama, yaitu empat taraf kehidupan bagi tiga golongan warna. Tercatat ada 2 raja yang menjalankan caturasmara secara lelaku kasat keseluruhan yaitu Raja Erlangga pada masa kerajaan Kediri dan Raja Wikramawardhana dari Majapahit.

Raja-raja yang lain menjadikan caturasrama sebagai pedoma berlelaku spiritual untuk meningkatkan evolusi kesadaran tanpa harus meninggalkan kenyamanan hidup, tetap menikmatai kenyamanan hidup dan menjadikan kenyamanan

selengkapnya

July 14, 2010

Semua Tentang Kekuasaan

Pada suatu hari, seorang yang kalut pikirannya bersumpah, jika semua kesulitannya terpecahkan ia akan menjual rumahnya dan semua hasil penjualan itu akan diberikannya kepada kaum miskin.

Akhirnya sampai juga saatnya, ia harus menunaikan sumpahnya. Tetapi ia tidak ingin memberikan uang yang didapatnya. Iapun mencari akal.

Ia menjual rumahnya seharga seperak saja. Namun penjualan itu harus sekalian dengan kucingnya. Harga kucing itu sepuluh ribu uang perak.

Rumah itu pun terjual. Dan bekas pemilik

selengkapnya

July 14, 2010

Cermin Rusak (Bidadari berwajah Setan)

Seorang Tolol memperhatikan seekor unta yang sedang makan rumput. Katanya kepada binatang itu, “Tampangmu mencong. Kenapa begitu?”

Unta menjawab, “Dalam menilai kesan yang timbul, kau mengaitkan kesalahan dengan hal yang mewujudkan bentuk. Hati-hatilah terhadap hal itu! Jangan menganggap wajahku yang buruk sebagai suatu kesalahan.

Pergi kau menjauh dariku, ambil jalan lintas. Tampangku mengandung arti tertentu, punya alasan tertentu. Busur memerlukan yang lurus dan yang bengkok

selengkapnya

July 13, 2010

Sudahkan Kau Bisa Membaca ?

Pada zaman dahulu di Jepang, lentera yang terbuat dari bambu dan kertas, serta lilin di dalamnya banyak digunakan. Seorang buta, yang mengunjungi temannya suatu malam, ditawarkan sebuah lentera untuk dibawa pulang ke rumahnya.

“Saya tidak butuh lentera,” katanya. “Gelap atau terang adalah sama saja bagi saya.”

“Saya tahu bahwa anda tidak memerlukan lentera untuk melihat jalan,” jawab temannya, “Tetapi jika anda tidak membawanya, orang lain mungkin akan menabrak

selengkapnya

July 13, 2010

Wahai Tuan Penceramah Yang Terhormat Hanya Cinta Solusinya

Tahukah kamu
Wahai tuan penceramah yang terhormat
Ucapan tuan telah menciptakan
Sebuah tembok
Yang menyekat insan
Di dalam ruang gelap nan pengap lagi sempit

Aku tak keberatan
Tuan ajarkan anak negeri ini
Peraturan dan kebijaksanaan dari negeri orang
Tapi ingatlah wahai Tuan penceramah
Ini Indonesia

Jikalau sebegitu hebatnya
Mengapa tuan tak pergi saja ke negeri itu
Dan menetap di sana
Dalam damai
Dan keteraturan
Seperti yang tuan gemborkan

Berhentilah wahai tuan penceramah yang terhormat Berhentilah

selengkapnya

July 13, 2010

Pesta Ala Sufi di Anand Ashram Bersama Para Santri Pesantren Abdurahman wahid Sokotrunggal

Perjalanan menuju Ciawi dimana padepokan One Earth, One Sky and One Human Kind tidaklah begitu sulit namun tetap melewati jalur yang berliku dan berkelok memang seperti itulah jika menuju tempat yang indah. Ah, sampai juga di padepokan bernuansa Indonesia ini. Padepokan dihiasi oleh simbol-simbol agama terbesar, sebagai perlambang kebhinekaan Indonesia, juga ada tempat ibadah dari agama terbesar sehingga para peserta meditasi dapat tetap menyelesaikan ritus keagamaannya.

Ternyata padepokan One

selengkapnya