July 15, 2010

Pengalaman Pribadi

Sekali waktu Anda pernah mengira bahwa segala yang Anda pelajari dan cermati adalah kebenaran. Tetapi kemudian Anda maju ke langkah berikutnya, dan menemukan bahwa semua yang telah Anda pelajari bukanlah kebenaran. Dan pada masa yang akan datang ketika Anda masih melangkah lebih berikutnya dan memandang kembali semua yang sekarang Anda anggap benar, ternyata Anda juga akan melihatnya sebagai kepalsuan. Dengan cara ini, setiap kali Anda melangkah maju ke level yang baru, maka Anda akan menemukan bahwa semua yang Anda pelajari pada masa lalu adalah kepalsuan (salah). Akhirnya, ketika Anda mencapai maqam (keadaan) Tuhan dan maqam kearifan-Nya, maka Anda akan menyadari bahwa semua pemikiran Anda adalah keliru.

Semuanya keliru. Hanya Dialah kebenaran. Kebijakan-Nya adalah kebenaran sejati, dan sifat-sifat-Nya adalah emas kekayaan yang sesungguhnya.

Apabila Anda memahami hal ini, maka Anda akan memohon ampunan-Nya atas segala kesalahan yang Anda lakukan pada masa yang lalu. Anda akan melihat dengan jelas dan pasti bahwa hanya ada satu keluarga, satu doa dan satu Tuhan. Kita harus memikirkan hal ini. Ini adalah kearifan yang berharga, hikmah kebenaran.

(M.R. Bawa Muhayyaddin)

Catatan

Jika kita membicarakan tentang Tuhan dan tentang keesaan Tuhan maka tiada jalan lain bahwa kita harus merasakan Tuhan, mengalami Tuhan. Karena perdebatan yang terjadi saat ini di karenakan kita belum mengalami Tuhan, kita hanya mengetahui tentang Tuhan berdasarkan konsep yang kita pelajari, konsep yang kita warisi secara turun temurun.

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(QS 2 :115)

Tiada apa-apa yang ada hanya Allah….. jika demikian masihkan tangan-tangan kita mampu melukai ciptaanNya yang lain. Saat ini kita terpisah dari Allah, kita tidak merasakan kehadiranNya, oleh karena dengan semena-mena kita membabat hutan, mengotori sungai, mencemari laut, Kita terpisah dari Allah, Allah kita taruh di langit jauh entah dimana sehingga dengan suka hati kita merusak lingkungan, kita membunuh ciptaanNya yang lain.

Jikalau kita menyadari keEsaanNya, kita akan memohon ampun atas segala kebodohan diri, semua ini terjadi karena ketidak tahuan, karena kita tidak menyadri kehadiran Allah.

Yang perlu kita lakukan adalah kembali kepada diri sendiri : “Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu”

“Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.”. (QS 38:72)

Aku berlindung kepada permata yang ada di dalam diriku, yang perlu kita lakukan adalah penyadaran diri. Cukup sudah perdebatan tentang Tuhan, saatnya mengalami Tuhan, menyadari Tuhan. Dan kita akan menyadari bawahsannya kita adalah satu, One Earth One Sky One Humankind.

We Are One.

Di Publikasikan di :

http://www.surahman.com/
http://www.oneearthmedia.net/ind
http://www.facebook.com/su.rahman.full
http://www.kompasiana.com/surahman

= =
Refrensi :
TASAWUF MENDAMAIKAN DUNIA (Islam & World Peace: Explanation of A Sufi)
oleh M.R. Bawa Muhayyaddin – Penerbit Pustaka Hidayah

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone