August 11, 2010

Tribute To My Mom (Guru)

Menurut bapak Anand Krishna guru pertama bagi setiap manusia adalah Ibu, dan saya menemukan kebenaran itu. Ibu saya adalah merupakan guru pertama saya yang memberikan landasan untuk tidak mengotak-kotakan manusia di dalam kotak agama, ras atau suku. Ketika saya berusia  5 atau 6 tahun, saya melihat dan merasakan ada semacam faham bahwa agamakulah yang paling benar, dan agama yang lain tidak benar atau tidak terlalu benar sehingga masih perlu disempurnakan. Semisal cara temanku si Otman berdoa dengan bernyanyi. Dan itu menjadi olok-olok kami, sambil tertawa.

Sesampainya dirumah, layaknya kebanyakan anak kecil saya bercerita, termasuk juga tentang olok-olok saya dan teman-teman tentang tatacara si Otman berdoa. Ibu saya menegur saya dengan bahasa yang tegas, “Hey tidak boleh begitu. Kamu jangan begitu. Agama siotman memiliki caranya sendiri, kita juga selaku orang Islam kalau berdoa sambil ngaji juga bernyanyi, sama saja Cuma nadanya beda.  Semua manusia sama. Kamu harus dapat berteman dengan siapa saja”

Nasehat itu lah yang tetap menjaga saya untuk tidak berpandangan picik, kedepannya saya mulai mengembangkan diri berdasarkan pijakan awal itu. Bahwa kita semua adalah satu, di dalam diri kita ada gen yang sama. Meski terlahir dari rahim wanita yang berbeda agaman, berbeda suku, berbeda warna kulit pada dasarnya kita berasal dari gen yang sama. Dalam bahasa keagamaan ada ruh yang satu, yaitu RuhNya yang telah di tiupkan ke dalam setiap tubuh manusia. Dan ruh yang satu itulah yang menyatuhan kita semua meski rupa kita berbeda. “Aku memohon perlindungan kepada Ia yang bersemayam di dalam diriKu, dan sembah sujuku kepada Ia yang bersemayam di dalam dirimu”

Kembali ke Ibuku, dalam soal menikah, ibuku memangi sempat mengajurkan aku minikah , terlebih lagi trak rekor ku yang memang sering gonta-ganti pacar (5 tahun lalu).   Namun ibuku dapat mengerti akan pilihanku untuk belum menikah, jika ada temannya yang bertanya kenapa anak sudah tua sepeti saya kok belum menikah, ibu saya menjawab sambil becanda ”Wah anak saya si gemblung, takutnya kalau dipaksa nikah malah tambah gemblung saya juga yang repot hehehehe “

Ibu saya pun tahu aktivitas spiritual saya, dimana saya belajar mendalami tahuid untuk dapat lebih mengenal diri saya sendiri. Ibu saya pernah  ikut ke padepokan Pak War guru tauhid pertama saya, namun tidak bertemu dengan pak War karena pak war sedang ada di jawa. Ketika melihat deretan buku buah karya bapak Anand Krishna, ibu saya bertanya “Kamu kalau Ke Sunter ke tempat siapa ?”

“Ketempat Pak Anand”

“O, yang nulis buku itu ya?”.

“Iya”

“Kaya orang India ya, tinggi besar ya”

“Memang keturunan India bu, lahir di Solo”

“O, orang jawa juga. Agamanya Budha ya”

“Hindu”

“Ngga nyangka orang Hindu bisa juga ngajarin tentang agama yang lain, namun tidak menyuruh agar orang masuk keagamanya”

Yup, itulah bapak Anand Krishna, bapak Anand Krishna melarang kami untuk pindah agama, karena pindah agama tidak memperbaiki masalah , hanya pindah kamar saja. Yang perlu diperbaiki adalah pandangan kita tentang agama.  Berawal dari ajaran ibuku, berkembang ke ajaran Pak War, dan sekarang aku mulai menemukan kejelasan lewat ajaran bapak Anand Krishna. Bahwa kita adalah satu, agama adalah jalan yang berbeda menuju sumber yang satu. Ritus keagaman adalah apresiasi menunjukan tanda cinta kepada Dia yang satu adanya.

Seperti orang yang sedang pacaran ada yang memberikan bunga sebagai apresiasi cintanya, ada yang memberikan nyanyian, ada yang memberikan puisi dan ada yang memberikan tulisn. Apresiasinya berbeda, bentuk dan wujud ritusnya berbeda namun dipersembakan untuk yang satu adaNya dan persembahan itu datangnya dari hati yang mencinta.

Selamat latihan mengendalikan hawa napsu lewat ritus puasa, berlapar-lapar dan berdaga ria untuk menumbuh kembangkan cinta sehingga lapar dan dahaga itu terlupakan oleh cinta kita terhadap Tuhan yang satu adaNya. Terimakasih Ibu. Terimakah Pak War. Terimakasih Bapak Anand Krishna. Terimakasih Tuhan.

= =

Di Publikasikan di :

http://www.surahman.com

http://www.oneearthmedia.net/ind

http://www.facebook.com/su.rahman.full

http://www.kompasiana.com/surahman

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone