September 2, 2010

Surat-Surat Islam Dari Endeh 2

(Surat menyurat Ir. Soekarno kepada Tuan A. Hasan, Guru “Persatuan Islam” Bandung 1 Desember 1934 hingga 25 Nopember 1936 , Sumber refrensi : Islam Sontoloyo : Pikiran-Pikiran Sekitar Pembaruan Pemikiran Islam  –  Ir Soekarno  –  Sega Arsy  2010)

Endeh, 26 Maret 1935

Assalamu’alaikum W.w.,

Tuan punya kiriman pos paket telah tiba ditangan saya, seminggu yang lalu. Karena terpaksa menunggu kapal, baru ini harilah saya bisa menyampaikan kepada Tuhan terima kasih kami laki-isteri serta anak. Biji jambu mede menjadi “ganyeman” seisi rumah; di Edeh ada juga jambu mede, tapi varieteit “liar” , rasanya tak nyaman. Maklum , beluma da orang yang menanam varieteit yang baik. Oleh karena itu , maka jambu mede itu menjadikan pesta. Saya punya mulut sendiri tak berhenti-henti mengunyah!.

Buku yang tuan kiriman itu segera saya baca. Terutama “Soal-Diajwab” adalah suatu kumpulan jawahir-jawahir. Banyak yang semula kurang terang, kini lebih terang. Alhamdullilah!.

Saya  belum ada Bukhari dan Muslim yang bisa dibaca. Betulkah belum ada Bukhari Inggris? Saya pentingkan sekali mempelajari hadis, oleh karena saya tuliskan sedikit di dalam salah satu surat saya yang terdahulu, dunia Islam menjadi mundur oleh karena banyak orang di “jalankan” hadis yang dhaif dan yang palsu. Karena hadis-hadis yang demikian itulah, maka agama Islam menjadi di liputi oleh kabut-kabut kekolotan, ketahayulan bid’ah, anti rasionalisme, dll. Padahal tak  ada agama yang lebih rasional dan simplistic daripada Islam. Saya ada sangkakan keras bahwa rantai taqlid yang merantai ruh dan semanagat Islam dan yang merantaikan pintu-pintu Bab el Ijthiad, antara lain, ialah hasilnya hadis-hadis yang dhaif dan palsu itu. Kekolotan dan kekonsevatifan-pun dari situ datangnya. Karena itu adalah saya punya keyakinan yang dalam, bahwa kita tak boleh menghasilkan harga yang mutlak kepada hadist. Walaupun menurut penyelia diakatakan SHAHIEH. Human reports (berita yang datang dari manusia) tak absolute, absolute hanyalah kalam Ilahi. Benar atau tidaknya pendapat saya ini? Di dalam daftar buku, saya baca Tuan ada sedia “Jawahirul-Bukhari”. Kalau Tuah tiada keberatan , saya minta buku itu, niscaya di situ banyak pengetahuan pula yang saya bisa ambil.

Dan kalau Tuan tidak keberatan pula, saya minta “keterangan hadis mi’raj”. Sebab, saya mau bandingkan dengan saya punya pendapat sendiri, dan dengan pendapat Essad Bey, yang di dalam salah satu bukunya ada mengasih gambaran tentang kejadian ini. Menurut keyakinan saya, tak cukuplah orang menafsirkan mi’raj itu dengan percaya saja, yakni dengan mengecualikan keterangan “akal”. Padahal keterangan yang rasional di sini ada. Siapa kenal sedikit ilmu psikologi dan para psikologi, ia bisa mengasih keterangan yang rasionalitis itu. Kenapa suatu hal harus “dighaibkan” kalau akal bisa menerangkan ?.

Saya ada keinginan pesan dari Eropa, kalau Allah mengabulkannya dan saya punya mbakyu suka membantu uang harganya, bukunya Ameer Alie “The Spirit Of Islam”. Baiklah buku ini atau tidak? Dan dimana uitgevernya ?

Tuan, kebaikan budi Tuahn kepada saya, hanya sayalah yang merasai betul harganya, saya kembalikan lagi kepada Tuhan. Alhamdulilah, segala puji kepadaNya.

Dalam pada itu, kepada Tuan 1.000 kali terimakasih.

Wassalam,

SUKARNO

Satu yang saya kagumi dari bung Karno adalah semanagatnya untuk belajar, dalam kondisi di asingkan seperti itu, jika saya mungkin saya sudah memikirkan entah tentang apa, namun bung Karno masih memikirkan buku, dan terus ingin membaca buku karena bung Karno meyakini bahwa Bab El Ijtihad tidak boleh di tutup, tidak boleh ada sesuatu yang dibakukan karena pembakukan sesuatu akan bertentangan dengan hukum alam yang selalu bergerak, selalu hidup.

Buat bung Karno pemahaman adalah sesuatu yang hidup, agama adalah sesuatu yang dinamis yang harus terus diperbahartui pemahamannya dari waktu ke waktu, pemahaman kitalah yang pewrlu diperbaharui, bukan agamanya.

oleh karenanya yang dulu ghaib sekarang bisa jadi dengan kemajuan sience menjadi bukan ghaib lagi, semisal bagaimana air dapat mensucikan tubuh dan jiwa kita ketika seseorang berwudhu. Dari doa dan niat yang kita pancarkan melalui getar pikiran merubah Kristal-kristal air sehingga mempengaruhi tubuh dan jiwa, hal ini sudah dibuktikan oleh ilmuan dari Jepang. Semisal segela air yang di bacakan doa Kristal airnya akan berubah, dan ketika diminum dapat merubah Kristal air yang ada di dalam tubuh danpaknya adalah kesehatan. Banyak sekali yang dulunya ghaib namun sekarang sudah dapat dijelaskan oleh kemajuan teknologi dan pengetahuan manusia.

Termasuk di singgung oleh bung Karno mengenai  Is’ra dan Mi’raj, bung Karno tidak mengatakan bahwa dia tidak mempercayai peristiwa itu, namun coba kita gali lagi, coba kita renungkan lagi, pasti ada makna yang tersembunyi di balik itu. Dan bung Karno mengajak kita untuk merenungkan hal itu, menggali akan hal itu.

Dan itulah yang membuat bung Karno menjadi besar dan tetap dikenang sepanjang masa, saatnya kita kembali membuka  Bab El Ijtihad, boleh jadi anda tidak setuju, itu urusan anda, namun juga jangan merecoki mereka-mereka yang tengah mencoba berijtihad untuk memperbaiki keimanan mereka, untuk memperbaiki khadari cinta mereka.  Hidupmu adalah hidupmu, itu urusanmu, dan hidupku adalah hidupku dan itu menjadi urusanku, menjadi tanggungawajabku terhadap Allah. Dan aku dengan sangat sadar, menyadari bahwa setiap perbuatanku akan aku pertanggungjawabkan dihapan Allah.  Dan aku tidak akan bersembunyi dibalik bujuk rayu setan atau kehilafan atau apapun jika aku salah, aku akan dengan jujur mengatakan bahwa aku salah, dan aku mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah, oleh karenanya saat  ini aku membuka kembali Bab El Ijtihad agar aku dapat terus memperbaiki diriku.

So mari kita buka kembali Bab El Ijtihad yang sudah kita lupakan.

. . . . . . Bersambung

==

Di Publikasikan di :

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone