November 1, 2010

Menulis Yuk (Bag 1)

Menjadi Penulis Yang Jujur

Terpicu oleh mba Isti dan mas Zeembry untuk berbagi tentang cara menulis, saya mulai memikirkan caranya, namun saya mendapati kesimpulan bahwa menulsi tidak bisa diajarkan, menulis harus di lakukan. Yang bisa dibagi adalah semangat untuk menulis, selebihnya kita sendiri yang harus menulis dan menemukan gaya menulis serta tema tulisan.

Banyak yang  mengatakan kepada saya bahwa untuk menulis susah sekali terutama pada awal-awalnya, ya memang benar, dan saya pun sering mengalami hal itu. Menurut saya yang terjadi adalah sebelum menulis kita sudah dibebani oleh Membuat Tulisan Yang Baik Dan Benar. Fokus kita kemudian berubah dari berbagi menjadi ingin memberi, kita mulai mempermasalahkan tehnik menulis mulalui tata bahasa, gaya menulis,  plot tulisan dan lain sebagainya. Sehingga bahasa kita menjadi tersendat-sendat dan sering kali buntu. Yang saya lakukan adalah tidak memikirkan untuk menghasil tulisan baik dan benar, saya hanya ingin menuliskan apa yang saya rasa. Jika rasa saya baik dan benar maka tulisan saya dengan sendirinya menjadi tulisan baik dan benar.

Sering kali saya tidak  memikirkan kata-kata yang ingin saya tulis, saya membiarkan kata-kata keluar dan mengalir begitu saja dan saya hanya menuliskannya,  biasanya sebelum mulai menulis seorang penulis sudah memikirkan tema tulisannya, dan tema itu sebenarnya sudah berkembang di dalam diri sipenulis, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk di tulisakan. Permasalahan yang sering timbul adalah ketika menulis apa yang sudah ada di dalam piiran kita itu, kita terbebani oleh hal-hal yang sudah saya sebutkan diatas, oleh karenanya mengatasinya adalah dengan cara menulis saja, mengetik saja dan membiarkan kata-kata mengalir apa adanya, seperti kita ngobrol dengan teman saja, pada saat ngobrol dengan teman kita menyampaikan pikiran-pikiran kita, dan di dalam obrolan menjadi lancar karena kita tidak memiliki beban. Jika sebuah tulisan sudah selesai, maka kita akan lebih mudah melakukan editing, baru disini kita mulai memperhatikan tata bahasa yang kita pergunakan, melakukan perbaikan terhadap isi tulisan itu.

Lagi-lagi kita harus kembali kepada niat awal kita menulis untuk apa,  jika kita menulis hanya ingin berbagi tentang perasaan, tentang pikiran maka kita harus Menjadi Penulis Yang Jujur. Penulis yang menulis untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya, penulis yang tidak memikirkan apa kata orang tentang tulisannya. Penulis yang tidak memikirkan apakah tulisannya akan di hargai oleh uang atau tidak. Penulis yang tidak memusingkan diri dengan persiapan untuk berdebat.

Terakhir adalah mempublikasikan tulisan, sering kali bahkan sebelum tulisan itu selesai dibuat kita sudah memikirkan media untuk mempublikasikan tulisan kita, dan lagi-lagi kita akan terjebak oleh beban yang sudah saya sebutkan diatas, kita kembali memikirkan gaya penulisan, tata bahasa dan lain sebagainya itu. Menulis dulu, dan selesaikan menjadi sebuah tulisan yang jujur, yang tidak mengada-ada. Tulisan yang datangnya dari hati. Kemudian baru memikirkan mau di publikasikan di mana, jika ingin di publikasikan di media formal maka silahkan mengirimkannya melalui post atau email ke redaksi media bersangkutan.  Bisa juga mempubliaksiakn di media-media alternative semisal :

  • FaceBook
  • Kompasiana
  • One Eart Media
  • Blog Pribadi (bisa dibuat dengan mudah dengan blogspot atau wordpress)
  • Dan media online lainnya

Seberapa hebat, seberapa megahnya hasil karya kita akan selalu terdapat kelemahan dimata orang, kemudian melontarkan kritik yang terkadang tidak pada tempatnya, dlam bahasa saya adalah asal kritik. Dan jangan terpengaruh oleh itu, karya kita membuktikanbahwa kita lebih baik karena sudah bisa menghasilkan suatu karya ketimbang sipengkritik, asal mengeritik itu mudah.  Menulis dengan jujur berarti mengungkapkan diri dengan jujur, jika mayoritas pembaca tulisan adalah mereka yang tidak jujur  maka sebagai penulis lagi-lagi anda akah menerima kritikan dan mungkin makian, namun tidak mengapa menulis saja terus, adanya kritikan dan makian itu menandakan bahwa kita sudah dapat menjadi penulis yang jujur. Dan makin banyak kita menulis maka makin lancarlah kita dalam menulis apa yang kita rasakan dan pikirkan.

Selamat berkarya sahabat semua. . . . . . (Bersambung)

Di Publikasikan di :

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone