November 4, 2010

Menulis Yuk (Bag 3)

Sarana Memberdaya Diri

Keberanian,  sebuah kata yang memiliki multiple interpretasi. Namun menurut saya keberanian adalah kemampuan kita mengapresikan diri berdasarkan kata hati tanpa harus menghawatirkan dampak konsekuensi yang timbul  dari tindakan kita itu. Gampang sih memang menuliskannya, namun menerapkannya kedalam kehidupan, alah mak!.  Saya pribadi menggunakan kegiatan menulis untuk melatih diri mengatasi ketakutan, selama ini saya memiliki ketakutan ketika mengungkapkan pemikiran saya, saya takut tentang apa kata orang tentang pikiran saya, kemudian saya cari aman, diam saja. Namun di dalam diam itu saya menderita, saya menjadi mandeg. Saya tidak memiliki penyaluran, sementara  energi berkarya saya besar, wal hasil saya sering marah-marah sendiri. Saya frustasi akan banyak hal, dan mulai menyalahkan banyak hal.

Dengan latihan meditasi secara rutin saya mulai bisa berdialog dengan diri saya sendiri.  Setelah saya merenungi penyebabnya,  saya marah karena saya takut, saya takut berekpresi. Dan kemudian saya mulai menulis, namun menulis dengan jujur. Saya melupakan tata bahasa dan gaya kepenulisan, saya hanya menulis apa yang saya rasakan. Dan itu membahagiakan. Banyak pertanyaan yang semula tidak dapat saya jawab, atau tentang sesuatu hal yang tiba-tiba saya mengerti sewaktu saya menulis. Tiba-tiba pengertian itu menghampiri saya ketika saya sedang menulis, dengan menulis saya mulai mengerti tentang diri saya sendiri.

Dan sejak itu saya tidak pernah bisa berhenti menulis,  dan saya bahagia dengan menulis.

Mempublikasikan Tulisan

Beberapa waktu seorang teman saya bertanya, jika memang menulis untuk memberdaya diri kenapa harus mempublikasikan tulisan segala ?.

Tidak ada yang harus!.

Namun dengan mempublikasihan sebuah tulisan kita telah membuka diri untuk berbagi,  kita juga telah mengapresiasi diri kita dengan penuh percaya diri, kita mempercayai kemampuan diri sendiri, jadi kenapa mesti menyimpan sesuatu kalau kita bisa berbagi sesuatu itu ?.

Dengan kata lain mempublikasikan tulisan kita memperkukuh keberanian yang kita punya, kita tidak takut terhadap konsekuensi yang akan kita terima, kita belajar untuk menerima pujian dan juga kritikan menjadi bagian dari proses berkarya. Dengan memberikan ruang kepada seseorang untuk memuji atau mengkritik berarti kita telah membuka ruang buat orang lain untuk turut pula berekpresi menurut sudut pandangnya, dan kita akan belajar menghormati pemikiran orang, menghormati perbedaan. Dan itu pun bagian dari memperdaya diri.

Keabadian Lewat Tulisan

Siapa yang tidak kenal denga Gajahmada ?, namun seberapa kenal kita dengan kebijaksanaan Gajahmada ?. Jawabannya mungkin tidak begitu, karena Gajahmada tidak pernah menulis, atau tulisannya belum ditemukan. Meski di kenal, namun hanya dikenal sebatas sosok, jiwanya, semangatnya tidak pernah tersapa oleh kita yang berada di jaman ini, penyebabnya karena Gajahmada tidak pernah menulis. Kita mengenal Gajahmada melalui tulisan yang di tulis oleh orang tentang Gajahmada.

Berbeda dengan Mpu Tantular, kebijaksanaan sang Empu masih terasa berlembab hingga saat ini. Sutasoma adalah maha karya yang sarat dengan kebijaksanaan, Gajahmada dan Mpu Tantular hidup di dalam satu Jaman namun di kenang dengan cara yang berbeda, dengan kelembaban yang berbeda penyebabnya cuma satu Mpu Tantuan menulis dan Gajahmada tidak.

Begitu banyak orang hebat dan suci yang masih hidup hingga kini (didalam semangat) karena tulisannya, tulisannya kita baca dan merasuk ke dalam jiwa kita. Khalil Gibran menginsipirasi jutaan para pencinta meski sekarang sang pujangga sudah bersatu dengan Sang Maha Pencinta, namun romantis lembut cintanya masih membujuki kita untuk menyelam ke dalam diri. Rumi telah menyatu dengan semesta, namun kelembaban cinta masih mengguyuri batin kita dengan puisi cinta yang membuat kita menjadi mabuk kepayang.

Dan itu adalah kehebatan sebuah tulisan, lintas Jaman.

Selamat memberdaya diri dan berkarya, saatnya unjuk diri ! dan KITA semua BISA !.

. . .. . .  (selesai)

= =

Di Publikasikan di :

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone