November 19, 2010

Renungan Kedelapanbelas Tentang Berguru, Antara Preya Dan Shreya

Sepasang suami istri sedang membuka catatan-catatan tentang berguru. Mereka berdiskusi tentang “berguru” sebagai alat untuk introspeksi. Mereka paham bahwa pengetahuan tak berharga bila tidak dilakoni. Buku “Sri Sai Satcharita” dan buku-buku Bapak Anand Krishna mereka jadikan sebagai referensi. Bukan apa-apa, mereka hanya membuka diri dan membombardir diri dengan wisdom dari buku-buku tersebut, agar esensi dari buku-buku tersebut dapat merasuki diri.

Sang Istri: Suamiku

selengkapnya

November 18, 2010

Kesejahteraan Bersama

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Yaitu, orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin . . . .” (QS Almaun [107]: 1-7)

Ayat tersebut sat ini di artikan dengan secara dangkal, pada bagian memberi makan anak yatim dan orang miskin diartikan sebagai sumbangan, amal atau charity. Memberi makan orang anak yatim dan orang miskin adalah memberikan kesejahteraan, memberikan lapangan pekerjaan agar mereka dapat mencukupi kebutuhannya, memberikan

selengkapnya

November 17, 2010

Sebuah permainan agung yang tiada pernah berhenti

Ki Kanjeng Anom adalah pengelola sebuah sanggar kesenian bernama Ki Kanjeng Roso Abang, di perkumpulan ini banyak para pecinta mengolah rasanya. Melalui pertunjukan dari desa ke desa sanggar Ki Kanjeng Roso Abang berbagi rasa. Di dalam setiap pagelaran siapapun yang datang di suguhkan hiburan yang sama, tidak pilih kasih, apakah itu buruh kasar, pertani, pengembala, pegawai, pengusaha, penjahat, maling, koruptor ,  pelacur, baci, homo sek, ulama , apapun semua di hibur dan diberi suguhan

selengkapnya

November 16, 2010

Renungan Ketujuhbelas Tentang Berguru, Nasehat Tentang Perbudakan Oleh Pancaindra

Sepasang suami istri sedang membuka catatan-catatan tentang berguru. Mereka berdiskusi tentang “berguru” sebagai bahan introspeksi. Mereka paham bahwa pengetahuan tak berharga bila tidak dilakoni. Mereka mengumpulkan wisdom dari buku “Shri Sai Satcharita” karya Sai das, hamba Sai dan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai bahan diskusi. Mereka berharap mosaik dari wisdom dapat menjadi pemicu pribadi untuk memberdayakan diri.

Sang Istri: Suamiku, aku terkesan oleh satu kalimat

selengkapnya

November 15, 2010

Amanat pada Shalat Idul Fitri di Masjid Baiturrahim, Istana Merdeka, Jakarta, 15 Februari 1964 (Bag 1)

Ini adalah merupakan Project menulis bersama antara Erwin Thomas dengan saya, menampilkan jiwa bung Karno di tengah-tengah kita, semoga kita dapat kembali menyelami jiwa bapak bangsa ini agar dapat kembali membangun negeri sesuai dengan cita-cita para pendahulu.

Saudara khatib tadi nyentil-nyentil pidato Pak Muljadi tiga tahun yang lalu. Kemudian dengan kontan Pak Mul menerangkan dengan jelas dan meresap ke dalam hati, apa yang dipidatokan tiqa tahun yang lalu itu. Sekarang saja tatkala saya

selengkapnya

November 15, 2010

Renungan Keenambelas Tentang Berguru, Nasehat Untuk Menjadi Tamu Dunia

Sepasang suami istri sedang membuka catatan-catatan tentang berguru. Mereka berdiskusi tentang “berguru” sebagai bahan introspeksi. Mereka paham bahwa pengetahuan tak berharga bila tidak dilakoni. Mereka mengumpulkan wisdom dari buku “Shri Sai Satcharita” karya Sai das, hamba Sai dan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai bahan diskusi. Mereka berharap mosaik dari wisdom dapat menjadi pemicu pribadi untuk memberdayakan diri.

Sang Istri: Suamiku, aku baru saja membaca ulang

selengkapnya

November 13, 2010

Renungan Kelimabelas Tentang Berguru, Selalu Berkembang

Sepasang suami istri sedang membuka catatan-catatan tentang berguru. Mereka berdiskusi tentang “berguru” sebagai alat untuk introspeksi. Mereka paham bahwa pengetahuan tak berharga bila tidak dilakoni. Buku “Sri Sai Satcharita” dan buku-buku Bapak Anand Krishna mereka jadikan sebagai referensi. Bukan apa-apa, mereka hanya membuka diri agar esensi dari buku-buku tersebut dapat mereka resapi.

Sang Suami: Istriku aku baru saja membuka arsip wisdom beberapa tahun yang

selengkapnya

November 11, 2010

Renungan Keempatbelas Tentang Berguru, Maya, Ilusi, Dualitas

Sepasang suami istri sedang membuka catatan-catatan tentang berguru. Mereka berdiskusi tentang “berguru” sebagai alat untuk introspeksi. Mereka paham bahwa pengetahuan tak berharga bila tidak dilakoni. Buku “Sri Sai Satcharita” dan buku-buku Bapak Anand Krishna mereka jadikan sebagai referensi. Bukan apa-apa, mereka hanya membuka diri dan membombardir diri dengan wisdom dari buku-buku tersebut, agar esensi dari buku-buku tersebut dapat merasuki diri.

Sang Istri: Suamiku

selengkapnya

November 11, 2010

Juru Kunci Gunung Wajah

Abah, begitulah orang-orang memanggil lelaki sepuh ini. Tak ada yang tahu kapan Abah lahir, dan sudah berapa lama menjadi juru kunci gunung wajah. Ada yang mengatakan Abah sudah ada di sini sebelum gunung wajah di ciptakan, bahkan sebelum bumi ini di ciptakan Abah sudah ada di sini. Abah adalah lelaki bersahaja , tutur katanya lembut. Abah adalah sumber keceriaan, sumber Inspirasi. Banyak pendaki yang sudah di pandu oleh Abah menuju puncak gunung wajah, sebagain menolak untuk turun dan menetap

selengkapnya

November 9, 2010

Renungan Ketigabelas Tentang Berguru, Nasehat Mengenai Pengendalian Diri

Sepasang suami istri sedang belajar bagaimana cara berguru yang baik. Mereka berdiskusi tentang “berguru” sebagai bahan introspeksi. Mereka paham bahwa pemahaman pengetahuan menjadi tidak berharga bila tidak dilakoni. Buku “Sri Sai Satcharita” dan buku-buku Bapak Anand Krishna mereka jadikan sebagai referensi. Buku tidak dibaca tetapi dipelajari. Paathi-to learn, sebuah proses seumur hidup dari lahir sampai mati. Dengan mempelajari terjadilah pemahaman secara

selengkapnya