January 18, 2011

False Memory Syndrome

Sejarah Di dirikannya False Memory Syndrome Foundation

False memory syndrome (FMS) adalah istilah yang di berikan oleh Peter J. Freyd  seorang profesor di Universitas Pennsylvania, Freyd dan istrinya Pamela mendirikan False Memory Syndrome Foundation pada tahun 1992, setelah Freyd dituduh melakukan pelecehan seksual oleh putrinya Jennifer Freyd, Freyd menyangkal tuduhan tersebut.

Pada tahun 1990 Jennifer Freyd menuduh ayahnya telah melakukan pelecehan seksual ketika Jennifer masih berusia remaja, ingatan pelecahan seksual itu muncul setelah Jennifer Freyd menjalani serangkaian theraphy  oleh seorang terapis yang tidak terkait sama sekali dengan permasalahan pelecehan seksual.

Berdasarkan situasi tersebut Freyd kemudian mengadakan penelitian lebih lanjut tentang memory dan kemudian mendirikan FMSF (False Memory Sydrome Foundation) yang menitik beratkan pada penelitian False Memori adalah sebuah ingatan yang tercipta dari penciptaan kenangan palsu , persepsi palsu atau keyakinan palsu tentang diri atau lingkungan, penciptaan ingatan ini menimbulkan kebingungan sehingga seseorang tidak mampu lagi membedakan apakah ingatan itu benar atau salah, benar-benar terjadi atau tidak pernah terjadi.

Apa Itu False Memory Sindrome ?

Seperti yang sudah di jelaskan diatas FMS adalah sebuah istilah yang diciptkan dari suatu ingatan atau kenangan yang tidak pernah terjadi , kenangan-kenangan ini baru muncul setelah seseorang menjalani serangkaian therapy  hypnosis .  Kenangn ini muncul bisa dikarenakan Implant Memory (penanaman ingatan) yang di lakukan oleh teraphis atau bisa karena dampak dari penekanan suatu ingatan di dalam sesi theraphy hypnosis untuk tujuan tertentu.

Theraphy Hypnosis tidak melibatkan kesadaran, semua di lakukan murni berdasarkan sugesti terapis, semisal seseorang ingin berhenti merokok, sebenarnya bukan keinginanannya yang dibuang, melainkan ingatan tentang rokok itu yang ditekan, sehingga keinginan untuk merokok terlupkan, namun semua itu terjadi  tanpa kesadaran. Berbeda dengan orang yang ingin berhenti merokok dan melakukannya secara sadar dengan mensugesti diri sendiri melalui dampak dari rokok, semisal datang mengunjungi rumah sakit jantung dan melihat gambar-gambar jantung dan paru-paru yang rusak akibat rokok.  Membaca informasi mengenai dampak dari rokok untuk kesehatan, aktifitas tersebut juga bagian dalam hal memanipulasi pikiran namun dilakukan dengan kesadaran dan orang yang melakukan tersebut masih dapat melakukan analisa terhadap lalu lintas informasi yang masuk kedalam otak. Berbeda dengan orang yang berada dalam kondisi terhipnosis dalam sebuah sesi hypnosis dimana orang tersebut tidak memiliki kekuatan untuk membendung atau menyangkal informasi-informasi yang masuk kedalam otaknya.

MalPraktek  Penanaman Ingatan Palsu

The American Psychiatric Association dan American Medical Association mengutuk aksi  penanaman ingatan palsu yang dilakukan dalam sebuah sesi theraphy, karena ingatan ini dapat tertanam di dalam kenangan seseorang hingga berpuluh-puluh tahun bahkan hingga seumur hidup. Selama 1990-an ada beberapa nama psikiater dan psikolog berhasil di tuntut karena di duga melakukan theraphy penanaman ingatan palsu, kasusnya sendiri banyak yang diselesaikan di luar pengadilan.

Sejumlah orang yang mengalami  tuduhan pelecehan seksual tersebut yang kemudian berhasil dibuktikan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut merupakan hasil malpraktek dari sebuah sesi theraphy penanaman ingatan (memory implant) kemudian bergabung di dalam yayasan dan melakukan penelitan-penelian terkait dengan memory.

Di rangkum dari beberapa sumber melalui google search dengan keyword ‘False Memory Syndrome

==

= =

Di Publikasikan di :

http://www.surahman.com/

http://www.oneearthmedia.net/ind

http://www.facebook.com/su.rahman.full

http://www.kompasiana.com/surahman

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone