January 12, 2011

Tak Ada Cara Lain, Selain Merasakannya Sendiri

Alkisah menurut Buddha, satu hari Raja, kesal dengan konflik berkepanjangan dari para tokoh dan akademis, yang ngotot mempertahankan pendapatnya. Sehingga semua orang dibikin bingung dengan situasi yang rancu dengan aneka pendapat. Lalu Raja membuat sayembara kecil. 6 orang buta dipanggil dan Raja minta dicarikan seekor Gajah yang paling besar. Kemudian Raja meminta 6 orang itu untuk meraba Gajah dan menceritakan-nya kembali kepada Raja. Menurut mereka Gajah itu bentuknya seperti apa ?

Karena saking besarnya sang Gajah, ke-enam orang buta itu hanya mampu meraba satu bagian dari sang Gajah. Dan ketika ditanya Raja tentang apa bentuk sang Gajah maka ke-enam orang buta itu saling berdebat dan ribut mempertahankan pendapatnya. Orang buta yang kebagian meraba kaki gajah, mengatakan gajah itu seperti pohon kelapa. Yang kebagian meraba buntutnya mengatakan gajah seperti ular. Dan yang kebagian meraba gading gajah, mengatakan gajah seperti alat bajak. Dan seterusnya. Pokoknya tidak ada satu-pun yang tepat.

Diakhir cerita, Raja mengingatkan para tokoh dan akademis yang berdebat dan menimbulkan konflik berkepanjangan, untuk hidup damai, dan lebih toleran dalam menghadapi pendapat orang lain.

Tidak dapat disampaikan lewat buku Tiada dapat disampaikan lewat kata-kata Hanya dapat ditunjukkan Hanya dapat dialami Itulah Zen (Boddhidharma)

Ketika berkeliling menyimak forum diskusi online baik di FB maupun forum internet satu hal yang memiliki kesamaan adalah ketika berbicara tentang Tuhan kita menjadi pintar sekali, dari satu kata menuju seribu lima ratus sekian kata mengalir dengan lancar, seolah-olah kita mengenal  tiap lekuk dan seluk dari Tuhan, lucu, lah wong kadang-kadang lekuk tubuh istri sendiri kita suka ngga hapal hahaha

Bukan pengetahuan tentang Tuhan yang membuat kita menjadi berkeTuhanan, melainkan pengalaman merasakan Tuhan. Point intinya ada di sini MERASAKAN TUHAN. Selama ini jikalau kita mau jujur, setebal apapun kitab yang sudah kita baca, dan seluas apapun pengetahuan kita sesungguhnya kita tak lebih baik dari orang buta yang ada di dalam kisah diatas, hanya meraba-bara. Kita semua hanya meraba-raba tentang Tuhan, kita belum mendapatkan gambaran yang utuh tentang Tuhan.

Dan oleh karena itulah kita berada di dunia ini, untuk mengumpulkan kepingan-kepingan agar pandangan kita menjadi utuh, agar kita dapat melihat secara utuh. Untuk itu kita memerlukan kesadaran, tanpa kesadaran pengumpulan kepingan-kepingan itu tidak akan berguna banyak, bisa-bisa kita salah mengartikan kepingan-kepingan tersebut, oleh karenanya yang diperlukan adalah persiapan awal yaitu kesadaran kita.

Di dalam buku Zen Bagi Orang Modern Mempertahankan Kesadaran Dalam Hidup Sehari-hari buah karya bapak Anand Krishna, kita di suguhkan hidangan untuk meniti ke dalam diri sendiri berisikan tahap-tahap yang harus kita lalui sebagai seorang pencari :

  1. 1. Mencari Sapi Yang Hilang
  2. 2. Menemukan Jejak Sapi
  3. 3. Melihat Ekor Sapi
  4. 4. Menjinakan Sapi
  5. 5. Terjinaknya Sapi
  6. 6. Pulang Ke Rumah
  7. 7. Menikmati Ketenangan
  8. 8. Keheningan
  9. 9. Kembali Ke Sumber
  10. 10. Mengunjungi Pasar Dunia

Kita ibarat pengembala yang kehilangan sapinya, di dalam tradisi Zen diberikan 10 simbol tahapan perjalanan dalam menemukan sapi, dan di dalam buku  setebal 129 halaman yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama ini bapak Anand Krishna menerangan dengan bahasa popular, jika di salami dengan penuh keterbukaan kita akan menemukan banyak mutira berharga. Di dalam buku ini juga bapak Anand Krishna memberikan latihan-latihan buat kita semua, latihan-latihan ini tentu saja tidak akan bermanfaat jika tidak di praktekan.

Resep sudah dibagikan yang perlu kita perbuat adalah menebus resep itu dan minum obat, tak ada yang dapat menjelaskan tentang Tuhan, yang bisa kita lakukan adalah mengalami Tuhan. Diskusi-diskusi hanya merupakan bumbu pewarna, namun tidak akan pernah dapat membawa kita pada Tuhan.    Pemberdayaan diri adalah jawaban untuk meningkatkan kesadaran dan hanyalah kesadaran yang dapat membuat kita memiliki pandangan yang utuh.

Selamat memberdaya diri, semangat !.

Refrensi :

Zen Bagi Orang Modern Mempertahankan Kesadaran Dalam Hidup Sehari-Hari – Anand Krishna – PT. Gramedia Pustaka Utama

http://booksindonesia.com/id/buku-kebijaksanaan-timur-c-42_29/zen-bagi-orang-modern-b-20

= = =

Di Publikasikan di :

http://www.surahman.com/

http://www.oneearthmedia.net/ind

http://www.facebook.com/su.rahman.full

http://www.kompasiana.com/surahman

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone