March 12, 2011

Jalan Berat Tanpa Kekerasan Yang di Tempuh Anand Krishna Dalam Mencari Keadilan

Sudah sejak 4 hari semenjak penetapan status tahanan yang  penuh dengan kontroversial di berlakukan terhadap tokoh spiritual lintas agama Indonesia, Anand Krishna. Bapak 2 anak yang gencar menyuarakan kesatuan Indonesia ini melakukan protesnya atas penetapan majelis hakim yang di nilai penuh dengan kejanggalan dengan cara melakukan puasa tidak makan, Anand Krishna mengatakan bawah selama ini telah koorperatif mengikuti segala proses persidangan, dan juga telah transparan dalam memberikan keterangan-keterangan di dalam persidangan.

Penetapan status tahahan sejak rabu, 9 maret 2011 di nilai Anand tidak pada tempatnya, karena di lakukan di tengah-tengah persidangan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu baik kepada dirinya atau kepada penasehat hukumnya.  Anand Krishna sendiri menderita penyakit jantung dan diabetes kronis sehingga harus di berlakukan diet ketat. Namun demi tegaknya keadialan terhadap dirinya, Anand rela mengorbankan jiwanya dengan melakukan protes anti kekerasan dengan tidak makan.

Kejanggalan dalam Sidang

Apa yang membuat tokoh perdamaian yang senantaisa menyuarakan cinta kasih ini menempuh jalan berat yang dapat merengut nyawanya adalah di karenakan Anand  merasakan kejanggalan-kejangalan di dalam persidangan yang arahnya tidak lagi pada kasus yang di tuduhkan kepada dirinya melainkan kepada kegiatan-kegiatan yang di lakukan oleh dirinya.

Anand Krishna tetap akan melakukan puasa tidak makan hingga majelis hakim memberikan penangguhan penahanan terhadap dirinya,  dan Anand Krishna juga berharap agar proses persidangannya dapat di jalankan dengan seadil-adilnya sehingga keadilan dapat di tegakan.

Aktivis Kemanusiaan Dan Lintas Agama Mulai mengunjungi Anand Krishna

Saptu, 12 Maret 2011 di rutan Cipinang Anand Krishna mulai di kunjungi oleh aktivis-aktivis kemanusiaan dan lintas agama, diantaranya adalah :  Oscar Irawan. SH, seorang Lawyer dan aktivis AKBP, Nong Darol Mahmada, Aktivis Wanita dan Mohamad Guntur Romli, Aktivis lintas agama.

Mereka memberikan support kepada tokoh spiritual ini agar tetap mengusung agenda-agenda peneggakan pluralisme dan berharap kepada majelis hakim agar memberikan penangguhan penahanan kepada Anand Krishna dengan pertimbangan  jasa-jasa Anand Krishna dalam menumbuh kembangkan  pluralisme dan semangat berkembangsaan, juga atas faktor kesehatan Anand Krishna.

= = = =

Di Publikasikan di :

http://www.surahman.com/

http://www.oneearthmedia.net/ind

http://www.facebook.com/su.rahman.full

http://www.kompasiana.com/surahman

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone