May 31, 2011

Ahhhhh ternyata kita tersesat di neraka……………..

Bayangkan umat muslim jika berdoa harus mengucapkan ayat: “Ihdinash shirottolmustaqien (tunjukkanlah jalan yang lurus)…..” minimal 17 kali sehari. Bahkan jika di tambah sholat-sholat sunat lainnya jadi lebih. Sering sekali kita ini seperti beo, ga ngerti apa yang diucapkan. Sadarkah permohonan kita agar selalu ditunjukkan di jalan yang lurus. Berarti saat ini kita semua di jalan sesat. Atau di tempat yang sesat.

Terpikir kah oleh kita bahwa sesungguhnya Tuhan itu tidak bakal eksis di surga. Mengapa demikian? Bukan kah pemahaman kita selama ini surga tempat orang baik-baik dan banyak pahala. Untuk apa Tuhan mesti berada di tempat yang penghuninya sudah baik-baik? Kehadiran Tuhan pastinya di tempat yang mesti diberikan petunjuk. Nah, ternyata orang-orang di bumi ini selalu mintan ditunjukkan di jalan yang lurus. So, dapat dipastikan bahwa adanya pasti di neraka. Yang notabene pasti di huni oleh orang-orang tersesat.

Inilah alasannya mengapa Tuhan hanya bisa di lihat di saat kita hidup. Ini sesuai dengan satu ayat yang berbunyi: ” Jika di bumi kita buta (mata hati) kelah di akherat bakal lebih dibutakan lagi….”. Bagaimana melihat Tuhan? Dialah Yang Maha abstrak. Dia juga tidak terpikirkan. Karena segala sesuatu yang terpikirkan manusia pasti punah. Atau berubah. Karena hanya perubahan jua yang abadi. Untuk merasakan nyamannya suatu mobil kita tidak perlu kenal dengan penciptanya atau pabriknya. Rasakan manfaat dari mobil bagi diri kita. Jika kita berpikir panjang, kita tentu berterima kasih kepada si penemu mobil atau pabrik mobil. Demikian juga, untuk berucap syukur kepada Tuhgan yang kita tidak kenal, berbagilah kepada sesama atas segala pemberian Nya. Matahari dan bintang serta elemen alam lainnya eksis semata untuk memenuhi kebutuhan manusia melangsungkan kehidupannya.

Dalam keseharian, jika kita menderita tentu memaki setan, berarti setan berada di bumi. Berarti bumi inilah neraka. Sesuatu benda eksis jika pikiran kita meng-iyakan. Jika pikiran tidak meng-iyakan, tidak mungkin suatu benda eksis. Demikian juga setan, semakin sering kita menyalahkan dan memakinya semakin kuat eksistensinya. Kitalah pencipta benda. Saat berpikir untuk menciptakan sesuatu, sesungguhnya vibrasinya sudah memancar. Ternyata vibrasi ini ditangkap oleh benda2 atau elemen bahan baku pembentuk benda yang akan kita wujudkan di alam nyata. Kemudian kita merakit benda dari yang imajinasi menjadi real sehingga bisa disentuh.

Dengan menyadari bahwa segala sesuatu berkaitan dengan pikiran, sesungguhnya kita juga dapat mengubah bumi yang kita tinggali saat ini jadi tempat yang nyaman atau surga. Semua kesengsaraan dan derita muncul dari minset sendiri. Jika kita menganggap kita menderita, mendritalah kita. Sebaliknya jika kita mau bahagia, bahagialah kita. Mulailah sugesti diri sendiri untuk senantiasa bahagia. Lihatlah sekelilingmu, setiap benda atau seorang teman pasti berperan untuk membahagiakan dirimu. Tuhan menciptakan manusia di bumi untuk hidup bahagia. Hanya manusia sendiri yang menciptakan kesengsaraannya sendiri. Keinginan berlebihan akan membuatu hidup manusia menderita.

Penderitaan ini yang menjadikan bumi bagaikan neraka atau tempat terasing/sesat. Lucunya, ada atau bahkan banyak manusia yang berupaya menunjukkan jalan pada temannya. Lha sesama orang tersesat koq mau menunjukkan jalan? Misalnya kita tersesati di suatu daerah asing, kemudian ada seseorang yang bertanya. Ia berusaha menjawab, apa yang terjadi. Pastilah ke duanya tersesat……..

Sesama orang tersesat, dilarang salang memberi petunjuk. Tanyalah kepada seorang yang sudah memiliki peta kehidupan. Itulah para avatar yang dikiurim oleh Tuhan dalam bentuk darah dan dagfing. Karena melalui mereka kita tahu kebenaran itu apa. Dan tujuan hidup sesungguhnya…………..

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone