May 11, 2011

Kesan-Kesan Dari Diskusi Program Interfaith Studies di Svarna Dvipa Institute of Integral Studies

Svarna Dvipa Institute of Integral Studies dengan program Interfaith Studies hampir memasuki bulan ke 3 dimana para peserta memperlajari agama-agama dan juga saling beriskusi untuk meningkatkan kesadaran akan kesempurnaan Tuhan Yang Maha Sempurna AdaNa. Dan berikut kesan-kesan saya setelah mengikuti program Interfaith Studies dan berdikusi dengan koordinator dan praktisi Interfaith.

Kesan Yang Sudah Terbentuk Tentang Islam

Ada yang menarik dari kebanyakan orang memandang Islam, bahwa ada semacam pemikiran yang sudah terbentuk bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kekerasan dan menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuannya, termasuk membunuh dengan cara menebar boom dan terror. Hal tersebut sebenarnya bertentangan dengan ajaran Islam sendiri yaitu menjadi nikmat bagi alam semesta, fondasi ajaran Islam adalah sebenarnya kasih sayang, terbukti lewat setiap kegiatan harus di awali dengan basmalah.  “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”, Sang Rasul telah mengajarkan lewat prilakunya yang penuh dengan kasih sayang. Yah, memang di dalam jaman Rasul terjadi peperangan, namun jika kita mau jujur mempelajari peperangan di jaman Rasul adalah peperangan yang beretika, dimana tidak boleh membunuh mereka yang sudah menyerah, tidak boleh menyakiti apa lagi membunuh wanita dan anak-anak juga para jompo, ada etika perang yang di jaga oleh rasul, tidak seperti seperti sekarang ini yang main hajar, main hantam semaunya.

Ijtihad Dari Waktu Ke Waktu Untuk Memperbaiki Kwalitas Kesadaran

Faham kekerasan yang kemudian mewarnai pengertian tentang Islam   di sebabkan karena pintu ijtihad telah di tutup, bahkan jauh-jauh waktu bapak bangsa Sukarno telah mengingatkan kita agar membuka kembali pintu ijtihad agar kita dapat selalu me-rethingking of Islam. Membuka pintu ijtihad tentang Islam tidak akan menodai Islam, melainkan justeru akan selalu menghidupkan api semangat cinta kasih Islam dan ini yang harus kita lakukan bersama agar Islam mencapai cita-cita luhurnya yaitu menjadi nikmat bagi Alam semesta. Bukan sebaliknya menebarkan terror dan boom sehingga mencoreng wajah Islam itu sendiri. Meneruskan atau mewarisi faham kekerasan yang saat ini sudah terlanjur identik dengan ajaran Islam sama saja kita telah menghianati perintah sang Rasul, sama saja kita sudah mengikari cita-cita Islam yaitu menjadi nikmat bagi alam semesta. Kita harus berani membuka kembali pintu ijtihad untuk menghidupkan kembali apinya Islam.

Pentingnya Kajian Lintas Agama

Kajian-kajian lintas agama sangat di butuhkan untuk memekarkan jiwa-jiwa manusia Indonesia, bukan lantas belajar agama-agama yang lain membuat kita kemudian harus masuk dan pindah agama, tidak!, kita tidak harus pindah agama, karena perpindahan antar agama tidak akan apat memberikan hasil apa-apa, yang harus di lakukan adalah kajian antar agama untuk memperbaiki kesadaran kita dan menyadari kesempurnaan Tuhan Yang maha Sempurna AdaNya.

Agama ibarat jalan-jalan menuju Tuhan Yang Maha Esa, setiap jalan unik, setiap jalan di peruntukan bagi individu tertentu yang memang cocok dengan jalan tersebut. Juga  tidak mungkin kita melewati semua jalan-jalan tersebut, kita tetap harus memilih satu jalan, dan terus berjalan di jalan tersebut. Mempelajari jalan yang lain lewat peta-peta adalah untuk meningkatkan kesadaran kita sendiri akan kebesaran Tuhan, betapa luar biasanya Tuhan, betapa maha sempurnanya Tuhan, setiap lekuk dirinya melahirkan ajran agama yang sama sempurnanya , kesempurnaan agama-agama tersebut adalah merupakan bukti dari kesempurnaan Tuhan.

Urusan kita dengan Tuhan ketika sedang menjalani Ibadah agama kita masing-masing adalah urusan yang palingsakral, paling rahasia yang hanya dapat di ketahui oleh kita dan Tuhan. Urusan kita sesame manusia adalah urusan sosial, yang berdasarkan cinta kasih buah dari hubungan kita dengan Tuhan lewat praktek-praktek keagamaan kita.

Sekilas Mengenai Program Interfaith Studies

Svarna Dvipa Institute of Integral Studies adalah merupakan E learing pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memberikan pengajaran jarak jauh lewat media online tentang spiritual, melalui program Interfaith Studies  setiap peserta akan di berikan setiap minggunya materi pembelajaran yang dapat di download melalui menu student pada website tersebut, di samping itu perserta dapat bergabung di forum diskusi online yang pandu oleh koordinator program dan praktisi Interfaith.

Semua materi pembelajaran di buat sendiri oleh Anand Krishna seorang Tokoh lintas agama yang telah menulis lebih dari 140an buku,  materi-materi yang di berikan di program Interfaith Studies telah di uji ke ratusan orang lewatr group blackberry, dan mendapatkan penyempurnaan sehingga di sajikan secara online untuk siapa saja yang ingin mengikuti kajian lintas agama.

Materi yang di berikan :

  • Al-Quran
  • Alkitab
  • Dhammapada
  • Bhagavad Gita
  • Tao
  • One Earth One Sky One Humankind

Setiap minggunya akan di berikan 1 materi baru selama 4 minggu dan setelah itu akan ada break time untuk merenungi materi-materi tersebut, kemudian peserta akan di minta untuk mengirimkan essai yang berkaitan dengan materi pembelajaran, essai-essai tersebut akan dijadikan arsip online sehingga dapat di baca dan di pelajari oleh setiap peserta dari setiap angkatan.

Refrensi :

http://www.svarnadvipa.org/

= = = =

Di Publikasikan di :

http://www.surahman.com/

http://www.oneearthmedia.net/ind

http://www.facebook.com/su.rahman.full

http://www.kompasiana.com/surahman

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone