May 19, 2011

La illaaha illallah…….

Gampang mengucapkan…
Hanya beliau seorang yang sungguh-sungguh pantas berucap demikian,
Baginda Rasulullah…
Lainnya???
Omong kosong!!!!
Yang sekarang berucap: tiada tuhan selain Allah hanya beo, tiada mengerti maknanya sama sekali. Mereka masih menuhankan perutnya, selangkangannya, pikirannya, dan nafsunya..
Jika mereka bisa berkata tiada tuhan selain Allah, tapi masih bisa menganggap dirinya paling benar adalah pembual nomor satu..
Wahai tuan2 dan puan2. Jika anda bisa menganggap semua yang ada di bumi ini Tuhan, baru saya percaya. Sifat Tuhan adalah pengasih dan penyayang. Baginda Rasul telah banyak memberikan suri tauladan. Mengapa kita masih saja menyangkal?
Jika kita bisa mengasihi dan menyayangi semua makhluk ciptaan yang ada di bumi, maka itulah sifat Tuhan. Tuhan bukannya di langit sono. Itu kan khayalan dari pikiran yang sempit. Lihatlah di kanan-kirimu. Di barat dan timur dan lihatlah Tuhan dimana-mana…. Bukankah ayat tersebut sudah ada dalam kitab suci??? Mengapa masih menyangsikan ayat yang nyata-nyata kita puja sebagai ayat Allah… Betapa munafiknya kita…. Pantaslah di dunia ini sesungguhnya tiada maksiat… Yang ada, adalah para munafikun..
Tauhid yang selama ini diyakini dan dan ‘katanya’ diamalkan oleh mereka yang katanya mengerti, juga hanya OMDO—> omong doang. Tauhid adalah keyakinan bahwa Tuhan satu adanya. Berarti tiada selain Tuhan. Kenyataannya, banyak menuhankan kitab, manusia yang katanya bisa tahu surga atau neraka… Tauhid adalah satu kesatuan di dalam Tuhan. Berarti semuanya adalah Tuhan yang berbentuk dan berwujud. Bukankah Tuhan maha segalanya??? Jika demikian, koq masih saja merasa bisa lebih pintar dari Tuhan? Sehingga sering melecehkan makhluk ciptaan Tuhan… Bukankah keberadaan mereka juga atas kehendak Ilahi???
Tiada seorang pun atau makhluk bisa hidup di luar Tuhan. Diskriminasi manusia yang membedakan tuhan A, B, ..dan Z adalah konsep pikiran. Pikirannya sendiri yang dituhankan, kemudian mengatas namakan tuhan untuk mencari pembenaran. Pernahkah direnungkan bahwa segala tindakannya merugikan orang lain. Inikah hidup selaras dengan alam? Hidup selaras dengan alam berarti memberikan manfaat bagi lingkungan dan sesama. Itulah sifat matahari, air, bumi dan sekalian makhluk non manusia. Memberikan manfaat bagi manusia. So, jika ada manusia yang keberadaannya tidak memberikan manfaat, tapi justeru menciptakan keresahan, tidak dapat lagi dikatakan hidup selaras dengan alam…
Keselarasan berarti hidup berdampingan dengan alam dan menjadikan khalifah atau utusan Ilahi di muka bumi. Peliharalah ciptaan Nya dan muliakan nama Nya dengan mengagungkan dan mengasihi segala sesuatu yang diberikan.
Doa adalah ucapan syukur terhadap segala sesuatu yang diterimanya. Bukannya meminta. Inilah ketidak tahuan manusia. Sudah diberikan segala sesuatu di bumi untuk kesejahteraan sendiri dan sesama, masih saja minta… Ketidak tahuan manusia membawa kesengsaraan bagi dirinya. Semua kesengsaraan dan kesenangan adalah ciptaan manusia. Bukan Tuhan yang memberikan. Siapa yang merasakan manfaat air??? Manusia!!!
Tuhan memberikan tanpa diminta. Memangnya Tuhan seperti manusia, Tidak tahu kebutuhan ciptaan Nya??
Ya Baginda Rasul, hanya Engkaulah yang pantas berucap: LA ILAHA ILALLAH……

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone