June 11, 2011

Circle Of Laughter Mengakses Kecerian Masa Kanak-Kanak

Terlalu banyak manfaat yang didapat dari tertawa mulai dari dapat menghilangkan rasa sakit, mendatangkan kebahagiaan, mengatasi rasa takut, meningkatkan kepercayaan diri hingga meningkatkan immunitas tubuh.  Tertawa dapat menekan hormon stress seperti  kortisol , epinefrin ( adrenalin , dopamin) , disaat yang bersamaan tertawa juga meningkatkan hormon kesehatan seperti endorfin, dan neurotransmiter. Tertawa meningkatkan jumlah sel yang memproduksi antibodi dan meningkatkan efektivitas sel T sehingga system kekebalan tubuh dapat menjadi lebih baik.

Banyak group-group tawa di dirikan di belahan dunia ini, salah satunya di Indonesia. Anand Krishna seorang tokoh spiritual lintas agama telah menggagas group tawa sekitar tahun 2004an di Monas yang sempat di hadiri 5000an peserta yang tertawa bersama-sama sebelum group tawa tersebut di tutup karena tidak mendapatkan ijin di tahun 2010. Namun semangat Anand Krishna dalam berbagi kecerian tidaklah mengendur, meski dalam skala yang lebih kecil bapak 2 anak ini tetap mendirikan group tawa di padepokan One Earth, One Sky , One HumanKind di daerah bukit pelangi, ciawi. Group tawa ini di beri nama Circle Of Laughter dan dapat di ikuti oleh siapa saja setiap hari Jum’at pukul 19.30 di pandu oleh Ismoyo Palgunadi yang berprofesi sebagai threpist kesehatan holistic di L’Ayurveda Jakarta Selatan. Bagi yang ingin mengikuti group tawa dan mendapatkan segudang manfaatnya dapat menghubungi  Sukmawati 0878-8263-3380 untuk Jakarta, group tawa ini juga di dirikan di Anand Krishna Center di daerah-daerah dengan semangat yang sama yaitu menjadi ceria dan berbagi keceriaan tersebut terhadap sesama.

Berbagi Rasa Bersama Anand Krishna

Jum’at  – 10 Juni 2011, Anand Krishna yang merupakan penggagas dari group tawa ini berkenan meluangkan waktunya untuk berbagi bersama peserta yang hadir malam itu, menurut Anand Krishna meditasi tertawa yang di lakukan ini bertujuan untuk mengakses keceriaan masa kanak-kanak, jika kita melihat anak kecil dapat menertawakan sehelai kertas secara spontan. Keceriaan seperti inilah yang sekarang coba di akses kembali lewat meditasi tawa, keceriaan tersebut masih ada di dalam diri kita masing-masing, namun karena tertimbun oleh emosi lainnya dan juga stress kita kesulitan mengakses keceriaan tersebut. Kemudian terjadi dialog berupa tanya jawab dengan tokoh spiritual lintas agama Indonesia ini dengan peserta meditasi.

Anand Krishna menutup sesi tanya jawab dan juga acara Circle Of Laughter tersebut dengan sebuah pesan “hati-hatilah dengan pergaulan sehari-hari”. Kemudian peserta pulang kembali ke rumah masing-masih dan siap melanjutkan aktifitas dengan bekal keceriaan dari tertawa bersama.

= = = =

Di Publikasikan di :

http://www.surahman.com/

http://www.oneearthmedia.net/ind

http://www.facebook.com/su.rahman.full

http://www.kompasiana.com/surahman

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone