July 15, 2011

Senang Pernak-pernik Dunia? Belum Lama Jadi Manusia….

Mereka yang senang dengan pernak-pernik dunia. Senang bepergian ke sana kemari just for fun. Senang bergaul dan hanya senang berbicara tentang keduniawian sesungguhnya belum lama jadi manusia. (Inspired by Rahasia Alam Alam Rahasia by Anand Krishna, www.booksindonesia.com). Inilah kita semua yang sesungguhnya belum menyadari bahwa dunia hanya tempat bermain. Masih saja banyak kita menggosip, membenci dan berbuat serakah hanya untuk mencapai keinginan kita. Bukan kebutuhan…

Kebutuhan adalah sesuatu yang dilakukan agar tetap memepertahankan kehidupan dalam batas kewajaran. Keinginan adalah sangat terkait erat dengan nafsu. Ingat yang disampaikan Mahatma Gandi:

“Dunia ini bisa memenuhi KEBUTUHAN setiap orang tapi tidak akan bisa memenuhi KEINGINAN satu orang pun”

Kesenangan kita hal-hal terkait erat dengan dunia seperti anak kecil yang masih saja senang bermain, walaupun sebentar lagi malam akan turun alias gelap. Si bocah tetap saja bermain dengan asyiknya. Kita tidak menyadari bahwa sedang di panggung sandiwara. Sedang bermain petak umpet dengan kematian. Masih saja senang hidup di dunia yang sesungguhnya tempat untuk rehabilitasi diri. Kelahiran kita ke dunia membuktikan bahwa kita ini sakit. Hanya orang sakit lah yang hadir ke dunia. Kecuali mereka yang sudah mencapai dan mengalami kesadaran murni. Mereka turun atas kemauan sendiri. Mereka adalah utusan Dia yang tidak terjelaskan untuk mengingatkan kita bahwa sesungguhnya kita semua adalah tamu di bumi ini. So, jangan ge..er jika dikatakan bahwa kita sukses di dunia… Hanya orang yang belum sadar senang dipuji demikian…

Gemerlap dunia, wanita dan tahta bukan lah jaminan bahwa kita manusia sukses. Yang sesungguhnya adalah semakin BODOH dan jadi semakin berhamba kepada dunia. Namun Tuhan akan senang juga. Karena jika banyak manusia sadar kemudian tidak mau meramaikan panggung sandiwara, siapa akan bermain? Siapa yang mau jadi mainan atau pemain sandiwara kehidupan. Bisa tutup warung Tuhan.. Jadi setiap manusia memiliki peran masing-masing. Ada yang masih senang bermain, ada yang sudah bosan di bumi atau di planet ini. termasuk yang masih senang akan bermain agama.

Bagi mereka yang sudah bosan bermain di bumi ini, memiliki kecenderungan bekerja sekedar memenuhi kebutuhan dasar manusia. Namun jika diberi barang bagus tidak usah sok suci untuk menolak. Nikamati tanpa keterikatan. Ini lah yang sulit. Tapi bisa.

Jangan dikira nabi Isa seorang miskin. Beliau orang kaya. Nabi Muhammad seorang pedagang yang sukses. Beliau bukan orang miskin. Tapi beliau hidup sederhana. Segala harta bendanya digunakan untuk menyebarkan kerasulan beliau. Budha Sidharta Gautama adalah anak raja dan beristri cantik. Konon istrinya adalah ratu kecantikan di negeri Kapilawastu.

Jadi melepaskan keduniawian bukan berarti tidak bekerja. Bekerja tanpa keterikatan untuk memperoleh hasil. Itulah seorang spiritual. Spiritualkan pekerjaan kita. Bergaullah secara spiritual. Berhubunganlah dengan kelompok spiritual. Berkelompoklah dxengan para pejalan ruhani. Katakan : hi and bye kepada mereka yang tidak sejalan dengan frekuensi pikiran kita…

Seorang spiritual sejati tidak suka mobil atau kenyamanan bukan karena tidak bisa mencari. Milikilah mobil dan kenyamanan lain tapi tidak terikat dan secara mudah bisa melepaskan. Mereka yang tidak mau atau bilang tidak suka mobil padahal belum pernah memiliki mobil adalah bentuk pelarian atau pembenaran atas kemalasannya sendiri… Osho seorang spiritual memiliki mobil Rol Royce sebanyak 99 hampir seratus. Ia menerima dari para fans beratnya. Namun ia tidak terikat pada kemewahan tersebut…

Mari kita bekerja dengan semangat persembahan… Jika mau… pasti BISA… Bukan orang lain yang menentukan keberhasilan kita. Kita sendiri yang mengukur kesuksesan kita. Kita bukan budak lingkungan….

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone