August 21, 2014

Berserah diri bersifat dinamis…

Islam berarti berserah diri. Apa yang dimaksud dengan berserah diri? Apakah berserah diri berarti diam dan menerima segala nasib yang menimpa? Tidak berusaha bukanlah berserah diri. Berupaya sekuat mungkin dan mencoba segala jalan, kemudian serahkan hasilnya kepada Allah. Itulah berserah diri. Berserah diri dalam Islam bersifat dinamis. Bukan diam.

Berserah diri juga berarti siap berkarya kembali walaupun gagal. Tidak berhenti berupaya. Menerima hasil upaya sebagai berkah, baik memenuhi keinginannya maupun gagal. Inilah yang disebut ‘Taqwa’

‘Taqwa’ berarti menerima secara terbuka segala kejadian. Inilah ‘kesadaran ilahi’ (Neo Interfaith Study yang digagas oleh Anand Krishna). Menerima bahwa dunia penuh keanekaragaman. Penuh warna-warni. Keberagaman adalah keindahan sebagai berkah yang harus disyukuri.

Kesadaran Ilahi dalam diri manusia menghantar manusia untuk berlaku penuh rasa tanggung jawab. Ia tidak lagi khafir. Kufr berarti seseorang yang tidak mau  bertanggung atas perbuatannya sendiri. Atau seseorang yang menutup hatinya. Ketertutupan hati berarti menutup cahaya ilahi yang sesungguhnya senantiasa bersinar.

Apakah mudah kita menerima kegagalan dalam kehidupan sehari-hari? Tidak…. sama sekali tidak mudah. Seringkali kita menghujat Tuhan tanpa kita sadari. Karena kecewa kita sering berkata bahwa Tuhan tidak adil. Ini bukan bentuk ‘taqwa’.

Bagaimana kita mengatasi hal tersebut di atas? Meditasi atau ‘muraqabah’ adalah cara untuk mengalihkan perhatian dari hal duniawi. Inilah kontemplasi atau perenungan ke dalam diri. Semua perhatian dipusatkan ke dalam diri.

Pada umumnya meditasi dilakukan dengan menutup mata. Menutup mata merupakan isyarat penutupan diri terhadap dunia luar. Selama ini dunia luar telah banyak mengecewakan. Tidak terpenuhinya keinginan mebuahkan kekecewaan. Akhirnya diri kita menderita.

Taubah atau tobat berarti tidak lagi mau mengulangi perbuatannya. Ketergantungan pada dunia luar tidak membahagiakan manusia. Banyak manusia menderita karena ketergantungan pada dunia benda. Taubah adalah upaya manusia kembali ke dalam diri. Kesadaran ilahi telah menuntun dirinya ke dalam diri sendiri. Di dalam hatinya, ia akhirnya menemukan Tuhan.

Islam menekankan manusia untuk menjadi sabar. Untuk menjadi sabar, manusia mesti berupaya. Selama ini, yang dilakukan oleh kebanyakan adalah menahan emosi sehingga tampak sabar. Ia tidak sadar sedang menyimpan bahaya.

Dari hasil suatu penelitian terbukti bahwa menahan amarah bisa mengakibatkan stres. Depresi merupakan pembunuh manusia nomor 4 sebagaimana hasil penelitian WHO.

Menahan diri agar tampak sabar merupakan salah penyebabnya. Seseorang yang menyabar-sabarkan diri secara tidak sadar sedang memproduksi hormon nor-adrenalin. Suatu hormon beracun yang merusak tubuh.

Meditasi adalah cara untuk mencapai tingkat sabar tanpa memaksa diri. Untuk itu, terdapat beberapa macam latihan yang hars dilakukan. Latihan-latihan ini disebut ‘katarsis’ dalam psikologi. ‘Katarsis’ berarti membuang sampah emosi yang selama ini menumpuk dalam hati. Sampah emosi ini harus dibuang. Karena kegelisahan dalam diri kita disebabkan penumpukan sampah emosi.

Ketika seseorang menjadi sabar secara alami sebagai buah meditasi, ia bisa melihat segala sesuatu menjadi jernih. Dengan demikian, ia meenrima dengan hati terbuka segala sesuatu yang menimpa dirinya. Inilah kesadaran ilahi. Ia jadi manusia bertaqwa. Ia bukan seorang yang kufr.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone