August 3, 2014

ISIS dan Semangat Membela Keyakinan

” Andai Tuhan tak menghendaki manusia berbeda-beda, Ia tak akan menciptakan Indonesia. Juga tak akan menciptakan dunia.”

~ Gunawan Moehammad

Beberapa hari ini berita tentang ISIS menjadi topik hangat yang ada di masyarakat kita.
Dan muncul juga kekhawatiran tentang berkembangnya paham yang dibawa oleh organisasi ini. Banyak kalangan ulama dan tokoh masyarakat mengaitkan organisasi ini dengan organisasi/ormas radikal yang sering menggunakan atribut/prilaku kekerasan dan menghalalkannya sebagai bentuk dari ajakan untuk membela kebenaran dan memperjuangkan kaidah-kaidah Islam.

Apakah kebenaran itu?

10514276_815025871864754_1061220492135786859_oKebenaran memiliki banyak sisi. Dan apakah klaim satu kelompok kemudian mengharuskan kelompok lain mengikuti, dan jika tidak bersedia akan ditumpas sebagai sebuah laku bijak dan bajik.
Ajaran agama yang demikian telah menempatkan agama menjadi sebuah laku yang menakutkan. Agama menjadi ajang intimidasi dan penghasutan yang melemahkan jiwa manusia. Membelenggu kebebasannya untuk melihat kehidupan bukan hanya dalam warna hitam putihnya semata.

Semua Satu Saudara

Merenungkan kembali “kicauan” dari Gunawan Moehammad hari ini, menjadi sangat relevan sekali. Bahwa bangsa Indonesia memang ditakdirkan sebagai bangsa yang multietnis serta multikultur. Banyak perbedaan-perbedaan yang ada semestinya menjadikan kita bersyukur dan berbahagia dengan segala warna yang memperindah peradaban kita.

Semangat persaudaraan ini hendaknya jangan terdistorsi oleh pemahaman sempit tentang makna persaudaraan atas ikatan agama dengan paham jihadnya yang menghalalkan kekerasan sebagai sarana mencapai tujuan pribadi atau kelompoknya.

Bapak Anand Krishna lewat visi hidupnya yaitu “One Earth, One Sky and One Humankind” mengajak segenap elemen bangsa ini untuk bekerja-sama dengan landasan kasih sebagai saudara, sebagai sesama anak Adam yang lahir dari Hawa (Udara) yang sama.

Hendaknya kepedulian kemanusiaan kita tidak lantas merampas kebebasan anak-anak bangsa kita sendiri dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hendaknya keyakinan hati kita membawa kita bersama, mengapresiasi kejadian dengan pandangan yang tetap jernih, dan dapat melihat kepentingan yang luas sebagai hal untuk menjaga kedamaian dan ketentraman bersama.

Salam Indonesia….
Bukit Pelangi, 3 Agustus 2014

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone