September 3, 2014

Merokok Membunuhmu !

Ada seorang pemuda kampung yang ingin terkenal di masyarakat. Dan ketika sedang berjalan menyusuri jalan raya, dia menemukan sebuah lampu wasiat. Ketika digosok muncullah jin versi Jawa lengkap dengan pakaiannya.
Dan seperti kebiasaan ketika bertemu jin pasti ada 3 permintaan yang langsung dikabulkan. Dengan perasaan gembira pemuda itu mengutarakan permintaannya supaya dia menjadi terkenal dan fotonya di pajang dimana-mana. Dan dengan membaca mantra Sim salabim…abrakadabra…terjadilah apa yang diinginkan sang pemuda.
Wajahnya nangkring sebagai peringatan disetiap bungkus rokok “Merokok membunuhmu” ditemani tengkorak.

Demikian sedikit ilustrasi dari sebuah iklan di layar kaca terkait dengan peringatan bahaya merokok.

Peringatan tinggal peringatan

Meskipun peringatan yang ada sudah terlihat “sangar” namun hal tersebut tidak lantas membuat para pecandu rokok menjadi kapok dan berhenti merokok, alih-alih mengurangi.

Banyak dalih serta alasan yang dikemukakan tentang kebiasaan merokok tersebut, apalagi setelah habis menyantap makanan, entah itu sarapan pagi, makan siang, maupun makan malam kalau tidak makan berasa kurang dan lidah terasa pahit. Dan jika dikatakan rokok itu membuat miskin, maka lalu berdalih –yang menurut saya agak goblok– lihat saja orang yang tidak merokok itu juga tidak bisa kaya.

Dan jika ditanya terkait tentang kesehatan, maka alasan yang muncul selalu membandingkan dengan mereka yang tidak merokok namun bisa jatuh sakit. Lagi-lagi larangan merokok menjadi tidak terlalu berarti bagi mereka yang sudah kecanduan dan belum menyadari diri dan berniat untuk berhenti merokok.

Meditasi sebagai solusi

Ada latihan-latihan meditasi yang bisa dilakukan yang dapat mengurangi dan juga sekaligus bisa menghentikan kebiasaan kecanduan rokok. Sudah banyak pengalaman para pecandu rokok yang bertahun-tahun menghisap nikotin menjadi berhenti setelah melakukan latihan meditasi (www.anandashram.or.id) .
Latihan meditasi yang rutin akan merubah sinap-sinap syaraf dan membuang racun-racun di dalam tubuh. Dan setelah rutin berlatih akan terjadi perubahan irama tubuh. Dan rokok dengan sendirinya berkurang bahkan berhenti secara alami.

Selain bagus buat kesehatan selanjutnya, maka meditasi dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran diri, mengembangkan kepedulian serta mengasah kepekaaan manusia kita.

Demikian larangan menjadi berkurang bersama tumbuhnya kesadaran akan diri, lingkungan sekitar dan alam semesta ini. Mereka yang sadar diri tidak perlu dilaranga akan bahaya merokok, sedangkan mereka yang tidak sadar diri akan mendapatkan 1001 dalih pembenaran.

Pilihan sepenuhnya ditangan kita, pemerintah hanyalah bertindak sebagai fasilitator. Smoga kita semakin bijak dalam bertingkah laku….

Rahayu….
Bukit Pelangi, 3 September 2014

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone