Mendapatkan hikmah dari pelajaran sejarah
Genetik kita diwariskan dari leluhur secara turun temurun dan leluhur kita pernah hidup di zaman dahulu kala. Dalam DNA kita terdapat catatan pengalaman leluhur-leluhur kita zaman Sriwijaya, zaman Majapahit, genetik bawaan dari pembangun Candi Monumental Borobudur dan juga genetik pelaku kekerasan Ken Arok dan Arya Penangsang . Zaman dulu dan zaman sekarang ini adalah satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan dalam genetik seseorang terdapat catatan evolusi panjang kehidupannya sampai saat ini.
Kita perlu mengkoreksi klasifikasi sejarah yang mengkotak-kotakkan Sejarah Bangsa menjadi Zaman Pra Hindu, Zaman Hindu, Zaman Islam, Zaman Penjajahan dan seterusnya. Genetik kita pada saat ini ada kaitannya dengan masa lalu, tidak dapat dipisah-pisahkan atas dasar kepercayaan yang dianut pada beberapa masa. Leluhur kita pernah beragama tersebut dan genetiknya telah terwariskan kepada kita.
Kalaupun kita mempercayai pandangan Sejarawan Inggris Arnold Toynbee (1889-1975) yang mengemukakan teori siklus ‘lahir-tumbuh-mandek-hancur’ dari suatu kehidupan sosial atau suatu peradaban, dan pada kenyataannya, kerajaan-kerajaan di Nusantara juga mengalami proses tersebut, akan tetapi semua pengalaman tersebut telah tercatat dalam DNA kita. Adalah perjuangan sebuah bangsa untuk mengembangkan karakter bangsa yang baik dan memutus siklus karakter bangsa yang tidak baik. Lihat artikel dalam http://triwidodo.wordpress.com/2008/04/24/pemahaman-tentang-genom-dan-membangkitkan-kembali-penghormatan-terhadap-budaya-nusantara/.
Yang namanya ‘kisah’ tentu saja sulit dicari keotentikannya, akan tetapi bagaimana pun kita tetap dapat mengambil hikmah dari sebuah ‘kisah’, khususnya ‘Kisah Arya Penangsang’.
Kemelut di Demak
Para pemimpin di Demak di masa itu, telah melihat kemelut yang terjadi di Istana Majapahit dan yakin pemerintahan Raden Patah dengan penasehat para Wali akan mengalami kejayaan kembali seperti Kerajaan Majapahit di masa jayanya berdasarkan tuntunan agama yang mulia. Mungkin mereka lupa apa yang ditabur akan dituai, perebutan kekuasaan Kerajaan Majapahit akan dialami pula oleh Kerajaan Demak. Kerajaan Majapahit mampu bertahan selama 4 abad, akan tetapi Kerajaan Demak, hanya beberapa generasi saja.
Raden Patah digantikan oleh Pati Unus menantu Raden Patah yang akhirnya meninggal sewaktu menyerang Malaka dan terkenal dengan sebutan ‘Pangeran Sabrang Lor’, Pangeran yang menyeberangi laut ke utara. Putra Raden Patah, Pangeran Bagus Surawiyata, dibunuh oleh Sunan Prawoto, putra Trenggono, adik Pangeran Bagus Surawiyata. Trenggono lah yang kemudian menjadi Sultan Demak. Pangeran Bagus Surawiyata sering disebut dengan sebutan ‘Pangeran Sekar Seda Lepen’, Pangeran yang meninggal di kali. Arya Penangsang adalah putra Pangeran Bagus Surawiyata yang merasa berhak mewarisi tahta, apalagi dia telah diangkat anak oleh Sunan Kudus dan sudah menjadi Adipati di Jipang Panolan. Bagaimana pun semua keputusan harus mendapatkan kesepakatan dari para Wali.
Meninggalnya Sultan Trenggono di Panarukan membuat kemelut Istana Demak memuncak. Ada perbedaan pendapat di antara para Wali. Pendapat Sunan Kalijaga, adalah Hadiwijaya Adipati Pajang menantu Sultan Trenggono yang pantas menggantikan sebagai Raja. Alasannya meski bukan keturunan langsung Raden Patah, tetapi masih mempunyai darah Raja Majapahit. Sunan Kalijaga mengingatkan bahwa para Wali pernah mengangkat Pati Unus, menantu Raden Patah sebagai Sultan Demak, padahal Pati Unus tidak memiliki darah Raja Majapahit.
Sunan Kudus berpendapat bahwa Arya Penangsang, Adipati Jipang Panolan, putra Pangeran Bagus Surawiyata yang terbunuh yang berhak sebagai Sultan Demak. Sunan Kudus meyakinkan bahwa Arya Penangsang memiliki kemampuan dalam tata negara dan merupakan pemimpin yang kharismatik. Sunan Giri berpendapat bahwa Pangeran Bagus Mukmin (Sunan Prawata), putra Sultan Trenggono yang berhak menjadi Sultan. Alasannya adalah sesuai adat dan hukum. Akhirnya Sunan Prawata diangkat sebagai Sultan.
Di masa Sunan Prawata menjadi raja, Banten dan Cirebon memisahkan diri dari Demak dan berdiri sendiri sebagai kerajaan yang berdaulat sehingga Kasultanan Demak sudah berkurang wilayahnya. Lihat http://www.kaskus.us/showthread.php?t=872737
Pada suatu malam, Sunan Prawata dibunuh oleh Rangkud orang kepercayaan Arya Penangsang atas restu Sunan Kudus. Lihat www.esnips.com/doc/adea5486-fb26-4b84-a38e-013a2108d24e/SEJARAH-JAKA-TINGKIR
Puteri Sultan Trenggono, Ratu Kalinyamat beserta suaminya Pangeran Hadiri datang menghadap Sunan Kudus untuk meminta keadilan atas kematian kakaknya dan oleh Sunan Kudus dijelaskan sebab musabab Sunan Prawoto terbunuh, agar suasana yang penuh ketegangan dapat mereda. Akan tetapi sepulang dari Sunan Kudus, mereka dicegat pasukan Arya Penangsang dan Pangeran Hadiri terbunuh. Ratu Kalinyamat amat marah dan mengatakan administrasi Kerajaan dipindah ke Pajang, dimana adik iparnya menjadi adipati di sana. Dia ingin menjauhkan peran para Wali di Demak terhadap pemerintahan dan kemudian bertapa telanjang di Gunung Danaraja dan tidak akan berpakaian sebelum Arya Penangsang mati. Ratu Kalinyamat sakit hati terhadap Sunan Kudus sebagai Hakim Agung di Demak yang memihak kepada Arya Penangsang.
Demak dinyatakan sudah kehilangan wahyu kraton dan berdirilah kerajaan baru, Kesultanan Pajang. Kesultanan Pajang dibawah Sultan Hadiwijawa (Jaka Tingkir), berdiri tahun 1530 tanpa ada pesta pelantikan, bahkan menurut kisah turun temurun masyarakat disekitar wilayah Pajang, Raja Hadiwijaya tidak dilantik oleh para Wali. Kecuali dihadiri oleh Sunan Kalijaga dengan kapasitas sebagai seorang Guru Jaka Tingkir. Setelah itu tidak ada lagi Wali sebagai pengambil keputusan bidang pemerintahan.
Seorang Guru yang berpikiran jernih berpendapat bahwa apa pun keyakinan yang dianut, sebetulnya akhlaknya tergantung pada diri pribadi. Keserakahan, keangkuhan dan nafsu diri tidak berubah hanya karena berganti keyakinan. Boleh saja seseorang mengaku mempunyai keyakinan yang paling benar, akan tetapi kalau dia tidak memperbaiki akhlaknya, maka dia akan mempermalukan lembaga keyakinan yang dinutnya. Masyarakat yang akan menilai.
Terbunuhnya Arya Penangsang oleh Sutawijaya
Arya Penangsang membuat saluran air melingkari Jipang Panolan dan dihubungkan dengan Bengawan Solo. Karena pada sore hari air Bengawan Solo pasang maka air di saluran juga mengalami pasang. Oleh karena itu saluran tersebut dikenal dengan nama Bengawan Sore. Sebetulnya Arya Penangsang sudah tidak berhak mengklaim tahta Demak kepada Sultan Hadiwijaya, karena Pajang adalah sebuah kerajaan tersendiri. Akan tetapi dendamnya kepada putera dan mantu Sultan Trenggono belum pupus. Dia kembali mengirim pembunuh gelap untuk membunuh Sultan Hadiwijaya, mengulangi keberhasilan pembunuhan terhadap Sunan Prawata. Akan tetapi pembunuhan tersebut tidak berhasil.
Dikisahkan Sunan Kalijaga memohon kepada Sunan Kudus agar para sepuh, Wali sebagai ulama dapat menempatkan diri sebagai orang tua. Tidak ikut campur dalam urusan “rumah tangga” anak-anak. Biarkanlah Arya Penangsang dan Hadiwijaya menyelesaikan persoalanya sendiri. Dan yang sepuh sebagai pengamat. Sunattulah akan berlaku bagi mereka berdua, ‘Sing becik ketitik sing ala ketara’. Wali lebih baik mensyi’arkan agama tanpa menggunakan kekuasaan. Biarkanlah urusan tata negara dilakukan oleh ahlinya masing-masing. Wali adalah ahli da’wah bukan ahli tata negara. Jangan sampai para Wali terpecah belah karena berpihak kepada salah satu diantara mereka. Apa kata rakyat jelata, jika melihat para Wali ‘udreg-udregan’, sibuk berkelahi sendiri.
Hampir semua Guru menyampaikan: “Setelah tidak ada aku nanti, mungkin pentolan-pentolan kelompokku sudah tidak punya ‘clash of vision’, tetapi mereka tetap punya ‘clash of minds’, ‘clash of egoes’, mereka merasa bahwa tindakan yang dipilihnya benar menurut pemahamannya, dan kalian akan melihat banyaknya aliran muncul”. seandainya Guru masih hidup maka kebenaran dapat ditanyakan dan tidak akan ada permasalahan. Mereka yang gila kekuasaan menggunakan pemahaman terhadap wasiat Guru sebagai alat untuk membangun kekuasaan. Yang terjadi bukan perang berdasarkan perbedaan keyakinan, tetapi perebutan kekuasaan menggunakan perbedaan pemahaman atau keyakinan sebagai alat yang ampuh.
Dikisahkan Sunan Kudus sebagai Guru Sultan Hadiwijaya, mengundang Sultan untuk datang ke Kudus untuk mendinginkan suasana. Pada saat itu terjadi perang mulut antara Arya Penangsang dan Sultan Hadiwijaya dan mereka saling menghunus keris. Konon Sunan Kudus berteriak: “Apa-apaan kalian! Penangsang cepat sarungkan senjatamu, dan masalahmu akan selesai!” Arya Penangsang patuh dan menyarungkan keris ‘Setan Kober’nya. Setelah pertemuan usai, konon Sunan Kudus menyayangkan Arya Penangsang, maksud Sunan Kudus adalah menyarungkan keris ke tubuh Sultan Hadiwijaya dan masalah akan selesai.
Akhirnya Arya Penangsang dengan kuda ‘Gagak Rimang’nya dipancing dengan kuda betina Sutawijaya yang berada di luar Bengawan Sore atas saran penasehat Ki Gede Pemanahan dan ki Penjawi. Dan, Arya Penangsang menaiki ‘Gagak Rimang’ yang bersemangat menyeberangi Bengawan Sore. Begitu berada di luar Bengawan Sore kesaktian Arya Penangsang berkurang yang akhirnya dia dapat terbunuh. Atas jasanya Ki Penjawi diberi tanah di Pati dan Ki Gede Pemanahan diberi tanah di Mentaok, Mataram. Sutawijaya adalah putra Ki Gede Pemanahan dan merupakan putra angkat Sultan Hadiwijaya sebelum putra kandungnya, Pangeran Benawa lahir. Sutawijaya konon dikawinkan dengan putri Sultan sehingga Sutawijaya yang akhirnya menjadi Sultan Pertama Mataram yang bergelar Panembahan Senopati, anak keturunannya masih berdarah Raja Majapahit.
Perbaikan Karakter Bangsa
Kita harus mulai hidup berkesadaran. Pertama kita sadari bahwa potensi genetik kekerasan masih berada dalam diri. Keributan dalam pertunjukan dangdut dan sepakbola, adalah bukti masih adanya potensi kekerasan dalam diri. Latihan meditasi atau olah batin dapat melembutkan diri.
Selanjutnya kita harus berjuang membuang potensi genetik lama yang kurang baik dan menggantinya dengan kebiasaan baru, karakter baru dan akhirnya membuat perbaikan genetik. Dari studi genetika terbukti bahwa kita telah mengalami evolusi yang luar biasa, maka perbaikan karakter sudah pasti dapat dicapai dengan suatu perjuangan.
Sudah waktunya kita menghormati jasa leluhur kita, sudah waktunya kita menghormati Warisan Budaya kita. Bende Mataram, Sembah Sujudku bagi Ibu Pertiwi. Terima Kasih Guru.
http://www.anandkrishna.org/oneearthmedia/ind/
http://triwidodo.wordpress.com
April 2009.
tidak mudah juga ya, membuang kekerasan dan membangun ketegasan, ahh… ,
coba liat apa yang dilakukan S. trenggono kepada Aryo Penangsang. siapa yang memuali pertumpahan darah salahkah jika nyawa di balas nyawa
jangan di gebyah uyah genetik kekerasan begitu, kami pihak keluraga tidak menerima. pada dasarnya memang keluarga tapi coba dilihat darimana sultan trenggono berputra( R. Mukmin ) dan darimana Raden Kikin.
S. trenggono putera selir ( raden kikin putera R.patah dengan istri kedua yang sah )
raden mukmin yang mengirim utusan sehingga raden kikin pun terbunuh.
Terima Kasih. Kita harus belajar dari sejarah memang terjadi kemelut di pemerintahan Demak waktu itu. Dan rupanya kita belum belajar, sehingga sampai sekarang terjadi beberapa kemelut di pemerintahan. Terima Kasih.
wah sejarah ini kurang !
gue sebagai keturunan arya penangsang merasa kurang puas !
ceritanya kurang dijelaskan kembali
Sampai kapanpun iblis akan selalu berupaya menguasai manusia. Dari masa ke masa sejarah telah menunjukkan mana manusia terinvasi iblis dan mana manusia yang menjunjung tinggi karakter sebagai makhluk mulia. Endingnya seberapa mampu seorang manusia menjaga kesucian qolbu sehingga mampu kembali bersatu dengan “Ibu Sejatinya” yakni si Maha Ruh. Dengan demikian tugas dan tanggungjawabnya telah dialakukan sesuai alur takdir manusia sesungguhnya.
Maaf jika ada kilaf.
Majapahit 4 abad bertahan, Demak beberapa jenerasi. Kenapa ? Orang yang layak ditindih dan yang tak layak diangkat.Sudah ketentuan Allah..
Terima Kasih, banyak versi sejarah dan kita tetap dapat menarik hikmahnya apa pun versinya.
Andaikan Aryo Penangsang tidak mati sia sia waktu itu…
Mungkin kerajaan Solo & Jogjakarta tidak ada..
Terima kasih. Di dunia ini tidak ada sesuatu yg bersifat kebetulan. Semoga kita dapat belajar memahami.
Allah swt tidak akan tersilap di dalam menjadualkan sesuatu percaturan taqdir qadha dan qadar, pasti bukan suatu permainan tetapi ia merupakan perkara yang harus difikir jauh ke dalam lipatan hati sanubari sejarah itu.
Bukan semestinya benar pengganti raja mesti anaknya, pengganti raja semestinya yg sama tinggi atau terserlah iman dan taqwanya serta sifat kepimpinannya. Seperti itu Khalifah Saidina Abu Bakar r.a menggantikan Baginda Rasul, bukan anak perempuannya atau anak menantu lelaki. Begitu islam memilih amir. Selepas S.Abu Bakar r.a kenapa anak anak beliau tidak menjawat? Kenapa harus S. Umar r.a.. begitu seterusnya sehingga S.Ali k.w dilantik menjadi khalifah, raja, amirul mukminin..
rajin rajin lawat blog kita di alamjin-tuankelarias.blogspot.com, mgin ada berita baik di sana.
Saya masih berketurunan dari jawa..
Terima kasih. Salam!
Saya tdk memihak siapapun disini walaupun saya msh keturunan dari Aryo Panansang, kisah kemelut di kerajaan Demak dan pembunuhan berantai ini, mirip kisah Ken Arok sri Ranggah Rajasa Amurwabumi, raja Singhosari yg pertama yg membunuh Tunggul Ametung dgn keris Empu Gandring. Disini jelas sekali kalau Aryo Panansang dijebak secara pengecut oleh ki juru mertani. Krn pada surat tantangan yg menantang adalah Mas Karebet alias Jaka Tingkir alias Hadiwijaya, ini tidak lepas dari keinginan Hadiwijaya yg ambisius ingin jadi raja. kelak Hadiwijaya sendiri terkena karma sejarah, dia tewas ditangan anak angkat nya sendiri yaitu Sutawijaya atau Panembahan Senopati, kalau dilihat dari kacamata sejarah sebenar nya peristiwa ini selain mengandung unsur politik juga terjadi pertikaian dua faham yaitu Ahlussunnah wal jama’ah sunan Kudus dengan ajaran Manunggal Kawula Gusti Syeh Siti Jenar. Sunan Kudus mempunyai murid yg bernama Aryo Panansang yang bermahzab ahlussunnah wal jama’ah dan Syeh Siti Jenar yang dianggap sesat oleh para wali mempunyai murid yg bernama Kebo Kenanga (ki ageng Pengging) dan Ki Ageng Tingkir. Kebo Kenanga merupakan ayah kandung dari Jaka Tingkir yang mempunyai dendam terhadap Sunan Kudus yg dituduh telah membunuh Ki Ageng Pengging, sedangkan Ki Ageng Tingkir adalah ayah angkat dari Jaka Tingkir, ketiga mereka itu adalah penganut ajaran manunggal kawula gusti dan murid Syeh Siti Jenar, bkn murid dari Sunan Kalijaga (raden Said bin adipati Wilatikta Tuban)
Terima kasih informasinya.
Q termasuk pengemar berat Aryo Penangsang
walapu dia diangga musuh kerajaan demak
dia adalah kesatria sejati yang berani menyebrangi bengawan sore sendirian tanpa prajurit demi prinsip dan harga diri.
tidak benar bahwa karakter kekerasan yang selalu terjadi pada masyarakat kita ini karena gnom yang kita miliki dari nenek moyang kita… karakter sebuah masyarakat dan peradaban sebenarnya hampir hampir seratus persen di pengaruhi oleh keadaan ekonomi yang mempunyai korelasi langsung dengan pendidikan dan SDM masyarakat tersebut… coba tengok peradaban tinggi di barat saat ini ! padahal ketika pada zaman sama dengan nenek moyang kita, nenek moyang mereka mempunyai cerita sejarah jauh lebih kejam jika dibanding dengan majapahit dan demak… tetapi nyatanya mereka saat ini harus diakui merupakan pemimpin peradaban tertinggi saat ini… jadi, mohon jangan menyalahkan genetika nenek moyang kita… salahkan diri sendiri yang memang kurang optimal mengembangkan budaya masyarakat madani… terimakasih…
Terima Kasih! Kesadaran untuk memperbaiki perilaku itu yang diperlukan. Potensi yang ada dapat dikembangkan atau ditidak dikembangkan. Dalam buku Genom, Kisah Species Manusia oleh Matt Ridley terbitan Gramedia 2005, disebutkan bahwa Genom Manusia – seperangkat lengkap gen manusia – hadir dalam paket berisi dua puluh tiga pasangan kromosom yang terpisah-pisah. Genom manusia adalah semacam otobiografi yang tertulis dengan sendirinya – berupa sebuah catatan, dalam bahasa genetis, tentang semua nasib yang pernah dialaminya dan temuan-temuan yang telah diraihnya, yang kemudian menjadi simpul-simpul sejarah species kita serta nenek moyangnya sejak pertama kehidupan di jagad raya. Genom telah menjadi semacam otobiografi untuk species kita yang merekam kejadian-kejadian penting sesuai dengan keadaan sebenarnya. Kalau genom dibayangkan sebagai buku, maka buku ini berisi 23 Bab, tiap Bab berisi beberapa ribu Gen. Buku ini berisi 1 Milyar kata, atau kira-kira 5.000 buku dengan tebal 400-an halaman. Dan setiap orang mempunyai sebuah buku unik tersendiri.
Terima Kasih. Semoga semangat Bapak Kyai menyadarkan bangsa kita.
Salam! __/\__ .
dpt di jadikan pelajaran bg kt smua, . . Bhwa kekuasaAN YG DI Raih dg cr tdk BAEK,tdk akn mNDTANGkan manfaAT,BG smuanya
Terima Kasih Mas theguh.
Salam! __/\__
Salam kenal. semoga kita selalu diberi keimanan, keislaman, dan ihsan yang sholeh.
saya lahir di cepu (kelurahan ngelo).
Sejarah Aryo Penangsang memang pro dan kontra. saya mengambil kesimpulan bahwa Beliau Raden Aryo Penangsang seorang yang luar biasa dibanding tokoh tokoh dalam kisah aryo penangsang (beliau lebih mulia daripada sunan dan wali* (Syeh siti Jenar = Kalijaga dan kudus).
perlu kita sadari, setelah penjajahan belanda mungkin ndak..? yang namanya legenda sudah di putar balikkan faktanya. apalagi daerah cepu yang terkenal banyak sekali sumur sumur tua. (sumur minyak). dalam pemutaran film film sejarah wali saya tidak percaya 100% kalau para wali berdakwah dengan menggunakan cara seperti itu. karena itu hanyalah doktrin dimasa kepemimpinan soeharto.
kembali pada cerita Raden Aryo Penangsang, menurut hemat pemikiran saya cerita yang berada dimedia hanya apus apusan saja. karena terbukti, penjajah belanda tidak bisa masuk kewilayah SAMIN. Apa itu samin. suatu strategi untuk mengelabui musuh dengan kata kata yang tidak masuk akal tapi benar apa itu adanya (samin berada di sekitaran Jipang Panolan sampai Menden). itulah yang mempertahankan Khisoh/cerita/riwayat kehormatan, leluhurnya, rajanya, sesembahan kawulo dumateng Raja, Raden Aryo Penangsang yang sesungguhnya. Nama Raden Aryo Penangsang tetap harum sampai saat ini, terutama di cepu dan sekitarnya, mungkin daerah lain tidak seharum Jipang.
Semoga menjadi referensi yang ilmiah dan bermanfaat.
*saya seorang muslim. bukannya menjelek jelekan para wali. karena sunan/wali manusia biasa dan lumprah. dan Allah SWT tidak memberikan sifat MAKSUM kepada para wali.
@ Mas Wiwit Prastawa, Terima Kasih. Semoga Bangsa Indonesia semakin sadar. Kaum penjajah, baik penjajah kolonial, penjajah budaya selalu memutar balikkan fakta demi kepentingannya.
Salam! __/\__
ARYO PENANGSANG adalah Tokoh Idolaku.
Terima Kasih. Kita telah mewarisi genetik dari para leluhur kita, termasuk Arya Penangsang. Adalah menjadi tugas kita berbekal kesadaran membangkitkan potensi kelebihan dan tidak mengembangkan potensi kekurangannya. Demikian pula dengan sifat dari leluhur kita Arya Penangsang.
Salam…. __/\__
semoga sejarah dari kisah diatas bisa jadi intropeksi buat perbaikan bangsa ke depannya,amien
dari konflik bersaudara ahirnya demak menjadi runtuh dan & pecah belah, perang saudara pun tidak bisa di hindarkan. kita bisa mengambil hikmah dari kisah arya penangsang & bersambung ke raja-raja mataram.
@ Mas M.Luthfie, Terima kasih. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.
Salam __/\__
Sayang kalau kita mengambil asumsi mengenai keburukan-keburukan nenek moyang kita.
Tapi kayaknya sayang, saya kelihatannya telat nimbrung diskusi ini.
Ohya, mungkin anda bisa buka diskusi di facebook? (tp jangan undang massa,jangan heboh, kalo bisa yang “berkepentingan” saja)
invite me then, i’ll be glad!
cheerio
moga ea qhta cemw mengerti
saya senang jika ada yang memberikan info info menarik seputar Haryo Penangsang pewaris Kesultanan Demak .
arya panangsang keren………..
Terima Kasih…
Salam __/\__
Kalo Haryo Penangsang mati dalam usia muda, mengapa ada yang meng klaim keturunannya? Dengan siapa Harya Penangsang menikah? dan berapa anaknya?
Sejarah menuliskan Haryo Penangsang Mati karena kerisnya sendiri..
Atau Harya Penangsang tidak mati pada peristiwa itu???
Terima Kasih. Kami belum mendapatkan informasi tentang istri Haryo Penangsang. Dalam kisah yang sudah ada memang istri tidak ikut diceritakan. Haryo Penangsang luka oleh Tombak Sutawijaya dan ususnya di kalungkan di kerisnya sendiri. Saat Sutawijaya terdesak, Haryo Penangsang menarik keris dari warangkanya untuk membunuh Sutawijaya dan pada waktu tersebut ususnya terpotong oleh kerisnya sendiri dan meninggal.
Salam __/\__
Mohon maaf Mas sebelumnya..
Saya hanya mencoba mengkritisi sejarah itu.. Dalam sejarah Haryo Penangsang ini kenapa peran isteri tidak disertakan? Sejarah juga menuliskan, Haryo Penangsang terganjal menjadi Sultan Demak karena dia belum mempunyai anak yang akan mewariskan kadipaten Jipang.. Siapa yang akan menjadi adipati Jipang yang merupakan warisan turun temurun itu kalo Haryo Penangsang menjadi Sultan Demak.. Hal inilah yang tidak bisa diargumentasikan oleh Fatahillah dan Sunan Kudus.. Dan menurut saya kematian Haryo Penangsang tidak begitu jauh jaraknya dengan kematian Pangeran Prawoto yang merupakan Sultan Demak..
Mohon Share nya Mas..
Terima Kasih Mas Ramlan. Raden Patah diganti putranya bernama Pati Unus yang hanya memerintah selama 3 tahun karena gugur dalam penyerangan ke Malaka. Pengganti Pati Unus adalah Trenggono, karena kakaknya Pangeran Sekar Seda Lepen telah meninggal. Ketegangan memuncak kala Sultan Trenggono wafat dan diganti Sunan Prawata putra Trenggono, karena Aryo Penangsang juga merasa berhak, karena dia juga cucu Raden Patah, anak Pangeran Sekar Seda Lepen. Kemudian Prawata terbunuh dan menantu Trenggono, Sunan Hadiri juga terbunuh dan Ratu Kalinyamat putri Trenggono, istri Hadiri menghibahkan negera ke Pajang. Jadi memang ada kemelut di Demak sebagai kelanjutan kemelut di Majapahit sebelumnya.
dalam artikel : http://harizant.multiply.com/journal/item/56/Arya_Penangsang_-_Satria_Sejati
disampaikan…… Menurut Sunan Kalijaga, Demak sudah runtuh. Para Wali memiliki andil yang menyebabkan Demak runtuh. Pada awalnya para wali bersepakat untuk membangun Demak sedikitnya bisa menyamai kejayaan Majapahit atau berumur lebih panjang dari Majapahit. Dengan cara ikut berkiprah dalam urusan tata negara.
Kesultanan Pajang berdiri karena Hibah dari ratu Kalinyamat kepada Hadiwijaya. Dan saat ini Kesultanan Pajang berada dibawah sultan Hadiwijaya yang bukan darah sentono Demak. Jadi jika Aria Penangsang menuntut tahta Pajang, hal itu sudah diluar adat dan ketentuan Hukum, Yaitu mengambil “harta” yang sudah dihibahkan kepada orang lain.
Kemudian mulailah Aryo Penangsang merencanakan pembunuhan terhadap Sultan Pajang. Demikian salah satu artikel yang kami baca.
Salam __/\__