With Love from Indonesia to the World

SIAPA SIH KITA INI

Kalian pikir siapa diri kalian ? Kalian mengatakan bahwa orang lain selain dari pemahaman kalian adalah kafir. Kalian tidak sadar bahwa kalian sedang menuhankan pemahaman kalian.

Dengan menuhankan pemahaman kalian sendiri dengan sendirinya kalian telah menuhankan diri kalian sendiri. Sekarang siapakah yang sesungguhnya kafir ? Kalian atau orang-orang yang dengan rendah hati mengatakan bahwa kami sedang terus mencari Tuhan. Bahwa kami sedang dalam perjalan menuju Tuhan. Mereka yang menyadari bahwa pikiran bukanlah Allah (apalagi suatu pemahaman yang dihasilkan oleh pikiran manusia) tidaklah akan sombong dengan mengatakan bahwa kebenaran itulah pemahaman kami, karena dengan demikian sesungguhnya kalian telah menduakan Allah.

Kalian menganggap buah pikiran kalian yaitu pemikiran, pemahaman, ide, penafsiran terhadap agama ialah diatas segala-galanya sehingga orang lain harus mengikuti kalian secara sukarela ataupun terpaksa. Sekarang coba lihat kembali secara mendalam apakah pemahaman kalian itu di atas segala-galanya sehingga kalian dengan sewenang-wenang mengatakan bahwa orang lain yang berbeda pendapat dengan kalian adalah orang yang salah dan berdosa sehingga secara membabi buta kalian hukum dan hakimi dengan cara kalian sendiri. Bahkan apabila kalian menganggap bahwa kalian tidak menafsirkan tetapi menelan bulat-bulat ajaran tersebut yang sudah diturunkan oleh guru-guru kalian, itupun membuktikan bahwa kalian menuhankan ajaran guru kalian dan dengan berbuat demikian kalian juga menuhankan guru-guru kalian tersebut.

Sekarang coba katakan kepada saya, siapa yang kafir ? Kalian atau mereka-mereka yang dalam hidupnya terus mencari dan mencari kebenaran sehingga mereka menjadi terbuka terhadap segala sesuatu pelajaran yang terhampar dimuka bumi ini. Mereka yang menghargai mutiara-mutiara kebenaran yang beraneka ragam dan jenis yang ada di muka bumi ini. Kalian pikir siapa yang mengijinkan semua keanekaragaman ini terjadi kalau bukan Allah SWT sendiri ? Siapa ? Siapa ? Siapa ?

Coba sekarang renungkan teriakan-teriakan kalian tentang kebenaran, bukankah itu hanya membuktikan bahwa kalian begitu mengagung-agungkan kebenaran yang kalian pahami di atas kebenaran-kebenaran yang ada yang dipahami oleh orang lain dan dengan begitu kalian sebenarnya sedang menuhankan suatu ajaran, suatu konsep kebenaran, suatu kepercayaan tentang kebenaran. Lalu sekarang siapa yang kafir, kalian atau orang-orang yang kalian teriaki kafir ?

Berpikirlah jernih, bertobatlah dan mohonlah ampun kepada Allah karena hanya Dialah yang sesungguhnya yang patut kita sembah, bukan pemahaman, bukan pemikiran, bukan konsep akan kebenaran apalagi pikiran manusia yang tidak akan dapat membatasi Allah dalam suatu konsep semu buatan pikiran manusia. Lailaha Illallah. Tiada Tuhan selain Allah…….. Ya Allah Ya Rabb Semoga Engkau terus menguatkan diri ini dalam melangkahkan kaki….

Amiiiin…

Share This Post

6 Responses to “SIAPA SIH KITA INI”

  1. Budi Ariyanto says:

    Saya setuju dengan artikel anda,namun kita juga harus berfikir lebih kedepan,lebih sadar,bahwa konsep atau opini yang diakui oleh sebagian banyak orang akan menjadi suatu tradisi dan standard maka bila suatu saat ada minoritas opini atau pendapat atau konsep akan dianggap sebagai penyimpangan.Maka dari itu,saudara-saudara mari kita berikan contoh konkrit yang baik dalam hidup sehari-hari tanpa perlu memilih siapa anda dan siapa kita.Amin….

  2. M.J.Thamrin says:

    Saya sih setuju banget dengan artikel anda.
    Tapi coba lihat point point di bawah ini :
    1) Rukun Islam pertama -> aku bersaksi bahwa tidak ada
    tuhan selain Allah, dan Muhammad SAW adalah Nabi/Rasul
    Allah.
    2) Kelompok manapun yg tidak mengakui point 1) diatas
    adalah bukan Islam (ya nggak ?)
    3) Ahmadiyah mengakui dirinya “Islam”, tapi mengakui bahwa
    Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabinya. (bertentangan dgn
    point 1) diatas -> setuju ??? )

    Bagi orang Islam (grass root) simpel sekali kok pikirannya, dan
    di giring opininya menjadi sbb:
    a) kalau anda bilang anda “Islam”, tapi tidak mengakui
    point 1) diatas, berarti anda menghina/menodai
    “ISLAM” itu sendiri.
    b) Siapapun yg mendukung hal ini – point a), berarti juga
    ikut “menodai” akidah ISLAM.
    c) siapapun dan dgn cara apapun yg membela point 1) di
    atas adalah “pembela – penegak” akidah ISLAM.

    Saya yakin sekali, di bawah sana, banyak umat Islam, yg tidak
    setuju dgn kekerasan, tapi jika opini umat Islam ini, di giring
    spt di point a) b) dan c) di atas, maka yg terjadi adalah spt
    sekarang ini, contoh :
    – polling di SCTV -> setuju FPI di bubarkan 40-45%
    – polling di Detik -> setuju FPI di bubarkan 43 %
    lebih banyak yg tidak setuju, khan ???.

    Bagaimana hal ini bisa terjadi ???

    Jadi masalahnya bukan masalah saling meng-”kafir” kan, tapi
    isunya sudah di geser (dgn megarahkan opini publik) ke

    penegakkan akidah Islam yg telah di nodai oleh Ahmadiyah

    Semoga anda bisa melihat hal ini, dan bisa ikut membantu
    dalam merubah opini publik kepada isu yg sebenarnya.

    (saya juga tidak anti Ahmadiyah lho…)

    Trims atas perhatiannya

  3. Arif says:

    Isu agama paling gampang di jadikan alat untuk pemecah belah suatu bangsa. Contohnya bangsa kita tercinta ini sedang digiring menuju perpecahan itu. Dari dulu saya mencoba mempelajari agama Islam dan mencoba mengamalkanNya. Menurut pandangan saya, Rukun Islam point 1 memang berisi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi/Rasul Allah. Tetapi apakah betul satu-satunya Rasul Allah? Seperti dalam agama Kristen, ada Nabi Yesus, Musa bahkan Abraham. Apakah mengakui Musa sebagai Nabi berarti melecehkan agama Kristen? atau jika di rumah memasang gambar Abraham berarti menolak Yesus? saya kira tidak. Dan untuk Jemaat Ahmadiyah ini saya yakin mereka juga tidak menolak Muhammad SAW. Masalah keyakinan ini sebenarnya bersifat sangat pribadi. Maka jika ini diangkat ke publik pasti akan menjadi masalah. Untuk itu kita sebagai warga Indonesia yg cinta damai hendaknya mengajak Jemaat Ahmadiyah untuk dialog terbuka terlebih dahulu, jangan main somasi / menuduh sesat, atau malah main kekerasan yang menunjukkan bhwa kita malah belum benar dalam mengamalkan agama Islam. Saya mendukung pemerintah khususnya aparat kepolisian untuk menindak tegas orang / kelompok yang melakukan kekerasan (bahkan atas nama agama), karena itu jelas-jelas bertentangan dengan agama/keyakinan manapun.

    Terima kasih.

  4. wintolo says:

    Kala zaman kejayaan kerajaan Islam pernah berkuasa hampir separuh dunia. Para penguasa zaman itu juga berpikir bahwa mereka akan menguasai sebagian dunia selamanya. Ternyata tidak abadikan? Artinya tidak ada yang abadi .Keyakinan pada perjuangan bukan karena mayoritas atau minoritas jumlah. Tapi pada keyakinan yang tepat, yaitu selaras dengan irama alam. Perjuangan untuk kedamaian dan menyebarkan rahmat bagi alam semesta adalah berkah. Bersandarlah pada perilaku yang menebar kasih bukan menindas berdasar kuantitas. Tidak ada yang abadi di dunia, yakinlah masih lebih banyak manusia yang cinta kedamaian dari pada yang berperilaku brutal dan bengis. Bersandarlah pada Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Itulah cerminan dari perilaku seorang theis, percaya pada kekuasaan Allah Yang Maha Adil.
    Lihatlah perilaku kaum Ahmadiyah. Kepercayaanmu tidak tergantung mereka. Kau adalah manusia bebas yang bertanggung jawab. Jika kau yakin pada agamamu mengapa takut oleh golongan Ahmadiyah? Kau sendiri yang menentukan. Bila kita yakin secara teguh, tidak ada badai yang bisa menggoyangkan. Tapi kalau kau takut karena nabimu dianggap bukan nabi terakhir. Siapa pula kau yang berani melarang Allah untuk mengutus nabi yang lain. Memangnya anda tidak percaya bahwa keberadaan Ahmadiyah bukan karena kehendak Ilahi? Apa artinya bahwa anda berteriak Tuhan Maha Besar kalau hati kecilmu tidak yakin pada kebesaran Nya untuk menggerakkan segala sesuatu di permukaan bumi ini? Renungkanlah dan yakinlah bahwa tiada selembar daunpun jatuh tanpa kehendak Allah.
    Ingatlah tanpa ada yang berperilaku menyimpang tidak akan ada yang disebut lurus. Karena keberadaan merekalah kita mampu meningkatkan pendekatan kita pada Allah. Tanpa keberadaan mereka yang berbuat rusuh, hampalah keberadaan kita di dunia.

  5. ari says:

    Salam,

    Semua Manusia dilahirkan secara fitrah / bersih

    Lalu hidup…….. Pengelanaan jiwa / Pencarian Jalan untuk menuju Kembali kepada Allah Swt. dengan jalan yang di Ridho’iNya

    Dan pada ujungnya nanti cuma ada 2 hal, kembali kepada / dengan Fitrah atau tidak
    menurut saya itulah arti yg terdapat dlm Kehidupan ini

    Islam sangatlah Indah bila kita berjalan dgn Rukun” yg terdapat di dalamnya. yaitu :
    Rukun Iman & Rukun Islam

    Percaya pada Hari Akhir termasuk Rukun Iman
    ( Termasuk mempercayai akan adanya 72 Golongan, 1 Golongan yg dijanjikan adalah Ahlisunnah Waljama’ah maka disebut 73 Golongan diakhir zaman ) dgn demikian tentunya tinggal bagaimana kita mensikapi yg termaktub diatas dan bagamana kita menempatkan serta mengimaninya agar kita dalam menjalani hidup ini sesuai dgn apa yg kita harapkan sesuai dgn Rukun Iman & Rukun Islam ( Ahlisunnah waljama’ah ) diatas. Amiin.

    Benar datangnya dari Allah / Haq Allah & Salah datangnya dari Syaiton Laknatullah
    Manusia hanya bisa memandang & melihat berdasarkan pikiran ( Akal ) tetapi tidak berhak untuk Menyimpulkan. ( ” Sesungguhnya Perang yang Besar itu adalah Perang Melawan Hawa Nafsu ” )

    Mohon maaf bila ada salah kata, saya ucapkan salam silaturahmi & Semoga Kita Selalu diberi Hidayah Allah Swt & Tidak termasuk orang yg ditutup pintu hidayah olehNya. Amiin

    W.salam,

  6. sopyan says:

    mmmmmmmmm………..gue suka yang begini………

Leave a Reply

Powered by Wordpress | Designed by Elegant Themes