January 20, 2011

Antara Shri Hanuman Dan Yang Mulia Ananda, Renungan Ke-53 Tentang Berguru

Sepasang suami istri sedang membicarakan buku “The Hanuman Factor Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO” karya Bapak Anand Krishna. Mereka membicarakan kecintaan Hanuman kepada Sri Rama, Sang Guru. Dan mereka juga ingat kisah Osho tentang Yang Mulia Ananda yang juga begitu cinta kepada Sang Buddha, Yang Telah Terjaga.

Sang Suami: Istriku, seorang filsuf Islam abad pertengahan bernama Averroes (1128-1198) menulis bahwa meskipun kita memiliki raga yang terpisah

selengkapnya

February 15, 2010

Antara “Reward and Punishment” dan Membangkitkan Kesadaran, Belajar pada “the Hanuman Factor”

Kakek kami pernah berkata bahwa budaya kita lebih sering memakai kata-kata “hati-hati” dari pada “pikir-pikir”. Pikiran kita merupakan gudang arsip atas pengetahuan dan pengalaman kita sebelumnya, dia tidak bisa menyampaikan alternatif solusi yang lain.  Pikiran hanya memproses keputusan yang paling menguntungkan ego kita. Di sisi lain “hati” lebih dekat dengan rasa, lebih holistik. Lebih penuh kasih. Solusi yang dihasilkan hati lebih manusiawi. Pikiran yang angkuh bisa menolak

selengkapnya

February 8, 2010

Perlindungan Hanuman Sang Pengawal Gerbang “Gateless Gate”, Belajar dari the Hanuman Factor

Seorang saudara pernah memberi burung beserta sangkarnya kepada anak bungsu kami yang pada waktu itu masih sekolah TK. Tak berapa lama, burung tersebut lepas dari sangkar dan terbang ke angkasa luas. Si burung sudah terbiasa dijatah makan dan minum setiap hari akan tetapi dia menyadari jati dirinya yang bebas dan tidak menyukai keadaan terkurung dalam sangkar sempit. Kami menasehati anak kami, “Apakah kamu suka bila kamu dikurung dalam kamar indah, diberi makan dan minum yang lezat, tetapi

selengkapnya

February 6, 2010

Dan… Yang Merasa Tidak Bersalah pun Terkena Bencana, Belajar dari the Hanuman Factor

Sewaktu masih sekolah dasar, dua orang teman sekelas kami pernah berkelahi, duel satu melawan satu di lapangan sekitar 200 m dari halaman sekolah. Seluruh murid laki-laki melihat tontonan seru yang dilakukan pada saat istirahat. Akhirnya salah satu kalah dan bilang “embek” seperti kambing dan tontonan selesai. Saat masuk kelas pak guru sudah siap di depan pintu dan setiap murid laki-laki dipukul pantatnya dengan penggaris besar. Pada waktu itu kami sekelas merasa bersalah dan takut kepada

selengkapnya

February 3, 2010

Pendengar Yang Bersemangat, Belajar Dari Hanuman

Mendiang kakek kami pernah memberi nasehat agar kami membedakan antara “krungu” atau mendengar dan “ngrungokake” atau mendengarkan. Mendengarkan bersifat aktif, lebih terfokus dan hasilnya menjadi lebih baik. Dalam perjalanan kehidupan, kami mendapatkan pemahaman bahwa walaupun sama-sama mendengarkan dengan fokus, hasilnya juga tergantung macam semangatnya. Ada yang bersemangat mendengarkan untuk mencari pembenaran bagi hasrat keinginannya dan ada pula yang bersemangat untuk menerima

selengkapnya

January 31, 2010

Dari Topeng Monyet ke Wanara Hanuman, Perjuangan Melampaui Insting Hewani Menuju Ilahi

Seorang sahabat berkata bahwa 90% orang tidak menyenangi pekerjaannya, sehingga hasil yang dicapainya tidak maksimal dan juga tidak membahagiakannya. Seseorang yang mencintai pekerjaannya tidak pernah merasa capai dalam bekerja, dia selalu kreatif, dinamis dan selalu dalam keadaan berbahagia ketika bekerja. Hanuman bukan hanya mencintai pekerjaannya, melainkan dia mencintai semua tindakannya yang dilakukannya sepanjang waktu. Fokusnya hanya satu menyenangkan Sri Rama (yang bermakna Dia Yang

selengkapnya

November 13, 2009

Hanuman Sang Duta Pembawa Pesan Ilahi

Perang antara Rama dan Rahwana hanyalah sebuah sandiwara. Banyak sekali diantara kita yang mengira perang itu hanya dongeng berkala, tetapi kurang lebih 8,000 tahun sebelum Masehi, perang semacam itu memang ada dan harus terjadi, untuk membersihkan bumi ini dari ‘sub-human species’ bentuk kehidupan yang terciptakan karena hubungan seksual antar manusia dan binatang. Apa yang

selengkapnya