January 26, 2010

Ketidakterikatan, “Sepi Ing Pamrih” dan Makna Bunga Teratai

Kakek kami pernah bercerita bahwa konon setiap saat, Kanjeng Nabi Ibrahim yang suci selalu memilih tindakan yang mulia (shreya) daripada tindakan yang hanya menyenangkan diri pribadi saja (preya). Tindakan mengasihi putra yang telah lama didambakan kelahirannya  juga merupakan tindakan yang mulia. Akan tetapi tindakan tersebut menyebabkan adanya keterikatan Kanjeng Nabi terhadap sang putra, terhadap dunia. Dengan petunjuk Yang Maha Kuasa lewat mimpi untuk menyembelih (“keterikatan” pada

selengkapnya