March 7, 2010

Memaknai Identitas Diri, Bagiku Guruku Bagimu Keyakinanmu

Sepulang dari tugas luar kota, setelah makan malam seorang suami bercengkerama dengan istrinya.

Sang Suami: Dalam perjalanan pulang, melalui HP saya membaca komentar-komentar masyarakat tentang para wakil rakyatnya di FB dan di warta digital. Masyarakat sudah jenuh melihat perilaku para wakil rakyatnya yang tidak malu bertindak memalukan. Barusan saya berpikir bahwa dalam diri seseorang ada kumpulan catatan informasi yang dikumpulkannya sejak kecil. Seseorang mempunyai banyak catatan

selengkapnya

November 30, 2008

Semar Rohnya Indonesia

Semar di dalam diri manusia Indonesia

Tokoh Semar selalu muncul dalam setiap pementasan wayang. Penampilan dan perannya mengundang penafsiran yang beraneka ragam. Peran Semar menarik untuk ditelaah kembali dalam pencarian jati diri bangsa yang pada saat ini sedang menghadapi tekanan dari budaya asing yang melanda seluruh pelosok Nusantara. Hal ini penting agar bangsa Indonesia tidak terlalu jauh terperosok ke dalam budaya asing dan melupakan akar budayanya sendiri.

Continue reading

September 26, 2008

Nasehat Leluhur dalam Menghadapi Keretakan Rumah Tangga

Tidak ada perceraian, yang ada hanyalah perpisahan

Seorang anak berkomentar: “Ayah dan ibu saya bercerai, dan saya benar-benar stress. Itu terjadi beberapa tahun yang lalu, dan hampir setiap hari saya menyesal dengan tidak memiliki ibu dan ayah bersama-sama dalam rumah yang penuh kasih. Bagaimana saya bisa mengatasi hal ini?”

Continue reading

September 24, 2008

Ki Ageng Suryomentaram Mengelola Mind dengan Kramadangsa

Otak sebagai Juru Catat

Sejak masih bayi aku menjadi juru catat apa saja yang berhubungan dengan diriku. Juru catat dalam diriku hidup dalam ukuran pertama, seperti hidupnya tanaman. Kerjanya hanya mencatat, kalau berhenti mencatat berarti mati. Untuk hal di luar diri otak mencatat dari panca indera, sedang di dalam diri otak mencatat dari rasa, emosi. Catatan-catatan ini jumlahnya berjuta-juta. Catatan-catatan itu barang hidup, hidupnya catatan itu dalam ukuran yang kedua, seperti

selengkapnya

September 18, 2008

Rasa Sesal dan Kuatir menurut Ki Ageng Suryamentaram dan Kesadaran Abadi

Cuplikan karya Ki Ageng Suryamentaram dalam Buku Rasa Abadi

Menyesal ialah takut akan pengalaman yang telah dialami. Khawatir ialah takut akan pengalaman yang belum dialami. Menyesal dan khawatir ini yang menyebabkan orang bersedih hati, prihatin, hingga merasa celaka.

Continue reading