September 27, 2010

Memaknai Kembali Nasehat RMP Sosro Kartono Renungan Ketujuh Mencari “Padhang Ing Peteng”

Nasehat RM Panji Sosro Kartono sedang dibicarakan oleh sepasang suami istri. Mereka menyebut beliau sebagai “Eyang” Sosro Kartono agar terasa lebih menjiwai. Buku-buku Bapak Anand Krishna mereka gunakan sebagai referensi. Mereka yakin, lewat siapa pun kebenaran diperoleh, sebenarnya “sumber segala kebenaran” adalah Gusti. Kebenaran yang disampaikan oleh siapa pun bahkan dari semua kitab suci pun sumbernya adalah Gusti.

Sang Istri: Renungan “Eyang” Sosro Kartono ketujuh…….

selengkapnya

September 25, 2010

Memaknai Kembali Nasehat RMP Sosro Kartono, Renungan Keenam “Trimah Mawi Pasrah”

Sepasang suami istri membicarakan renungan keenam dari Nasehat Raden Mas Panji Sosro Kartono. Sebagai referensi, mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna. Mereka berharap buku referensi bukan sekadar text book, tetapi work book. Bila memperlakukannya sebagai buku teks saja, maka kita tidak akan memperoleh apa-apa, paling banter, ya beberapa kisah baru. Tetapi jika diperlakukan sebagai workbook, buku bisa menjadi teman hidup. Work book berarti “buku

selengkapnya

September 23, 2010

Memaknai Kembali Nasehat RMP Sosro Kartono, Renungan Kelima “Sugih Tanpa Bandha”

Sepasang suami istri setengah baya membicarakan tentang Nasehat RMP Sosro Kartono. Untuk mendekatkan rasa mereka menyebut beliau sebagai “Eyang” Sosro Kartono. Mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai referensi mereka.

Sang Istri: Renungan kelima……….  “Sugih tanpa bandha. Digdaya tanpa adji. Nglurug tanpa bala. Menang tanpa ngasorake.”……… “Kaya tanpa harta. Kuat tanpa jimat. Mendatangi tempat musuh

selengkapnya

September 22, 2010

Memaknai Kembali Nasehat RMP Sosro Kartono Renungan Keempat, Murid Dan Guru Pribadi

Sepasang suami istri setengah baya sedang membicarakan nasehat RMP Sosro Kartono. Agar dapat lebih menjiwai mereka memanggil beliu dengan sebutan “Eyang” Sosro Kartono. Mereka telah sampai pada renungan keempat dan mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai referensi mereka….

Sang Istri: Renungan keempat  dari “Eyang” Sosro Kartono…….. “Murid, gurune pribadi. Guru, muride pribadi. Pamulangane, sengsarane sesami. Ganjarane, ayu

selengkapnya

September 19, 2010

Memaknai Kembali Nasehat RMP Sosro Kartono, Renungan Ketiga “Jaka Pring”

Sepasang suami istri setengah baya sedang membicarakan Nasehat Raden Mas Panji Sosro Kartono. Mereka sudah sampai pada renungan “Eyang” Sosro Kartono ketiga tentang “Jaka Pring”. Begitulah beliau sering menyebut dirinya. Mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna sebagai referensi mereka.

Sang Istri: Renungan “Eyang” Sosro Kartono ketiga……. “Pring padha pring. Weruh padha weruh. Eling tanpa nyanding“…….. “Bambu

selengkapnya

September 18, 2010

Memaknai Kembali Nasehat RMP Sosro Kartono, Renungan Kedua “Mandor Klungsu”

Sepasang suami istri setengah baya membicarakan tentang “pitutur luhur”, nasehat bijak dari Raden Mas Panji Sosro Kartono. Untuk lebih mendekatkan rasa, sepasang suami istri tersebut menyebut beliau sebagai “Eyang” Sosro Kartono. Mereka sampai pada renungan kedua. Sebagai referensi, mereka menggunakan buku-buku Bapak Anand Krishna.

Sang Istri: Renungan Kedua…….. “Eyang” Sosrokartono menyebut dirinya sebagai “Mandor Klungsu“. “Klungsu

selengkapnya

September 16, 2010

Memaknai Kembali Nasehat RMP Sosro Kartono, Renungan Pertama Tentang Kanthong Bolong

Sepasang suami istri membolak-balik “pitutur-pitutur luhur”, nasehat bijak para leluhur. Mereka tertarik membicarakan Nasehat Raden Mas Panji Sosro Kartono. Untuk lebih mendekatkan rasa, sepasang suami istri tersebut menyebut beliau sebagai “Eyang” Sosro Kartono. Kakak kandung Raden Ajeng Kartini tersebut menguasai 35 bahasa asing dan bahasa daerah. Pergaulannya dengan lingkaran intelektual di Belanda tidak mengurangi kedalaman spiritualitasnya yang sangat dipengaruhi lingkungan

selengkapnya

August 12, 2010

Renungan Tentang Tobat Dalam Kisah Kunjarakarna pada Relief Candi Jago di Jawa Timur

Sepasang suami istri sedang memperbincangkan Kisah Kunjarakarna pada relief Candi Jago di Jawa Timur. Sebuah kisah yang diambil dari kitab sastra kuno gubahan para leluhur. Mereka mencoba memaknainya dengan buku-buku Bapak Anand Krishna. Mereka mohon dimaafkan apabila terdapat pemaknaan yang tidak seharusnya.

Sang Istri: Kunjarakarna, seorang Raksasa ingin menjadi seorang manusia di kehidupan berikutnya. Dia berupaya menemui Wairocana untuk mendapatkan restunya. Oleh Wairocana

selengkapnya

August 10, 2010

Renungan Pilihan antara Keduniawian dan Keilahian dalam Kisah Kresnayana pada relief Candi Penataran

Sepasang suami istri setengah baya sedang mendiskusikan buku-buku karya Bapak Anand Krishna. Saat membaca Kisah Kresnayana yang terdapat pada relief Candi Penataran mereka mencoba memandang dengan kacamata berbeda. Buku-buku, “Atma Bodha Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal” dan “Isa Hidup dan Ajaran Sang Masiha” karya Bapak Anand Krishna dijadikan kacamata bagi mereka.

Sang Istri: Raja Negeri Kundina, Bhismaka menerima pinangan Raja Negeri Karawira

selengkapnya

August 7, 2010

Renungan Tentang Penemuan Kembali Jatidiri Lewat Bhakti Dalam Kisah Hanuman Duta Pada Relief Candi Penataran

Sepasang suami istri setengah baya sedang membicarakan perihal “Pengabdian”. Mereka teringat pada Kisah Hanuman Duta yang terpahat pada Relief Candi Penataran. Mereka membahasnya memakai buku “The Hanuman Factor, Life Lessons from the Most Successful Spiritual CEO”, karya Bapak Anand Krishna. Nampaknya buku tersebut mendukung uraian kisah Hanuman Duta.

Sang Istri: Hanuman adalah seorang komandan wanara yang sangat berbhakti kepada Sri Rama. Dia diutus Sri Rama mencari tahu

selengkapnya