Di muat @ Radar Jogja 23 Mei 2011.
http://www.facebook.com/notes.php?id=1587940362#!/mcdishadi
Oleh : Anand Krishna*
Ketika Ki Hajar Dewantara (1889-1959) menggagas pembangunan jiwa manusia lewat pengembangan daya cipta, karsa dan karya yang inheren – sudah ada di dalam diri setiap orang – istilah-istilah asing seperti Intellectual Quotient, Emotional Quotient dan lain sebagainya belum dikenal. Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional “kita”, terinspirasi oleh kearifan lokal “kita” sendiri.
Sayang
selengkapnya